Submitted by hai hai on

Bangsa Tiongkok kuno mengajarkan, bahwa manusia adalah makluk cintakasih (ren), makluk susila (li), makluk hikmat (zhi) dan makluk keadilan (yi). Hal itu berarti secara naluri setiap manusia akan mengembangkan kodrat kemanusiaannya tersebut. Ketika di Taman Eden, Adam hidup sesuai kodratnya, sesuai nalurinya. Naluri hikmat atau keingintahuannya diwujudkan atau terpuaskan ketika dia mempelajari kehidupan binatang, naluri susila atau sosialnya diwujudkan dan terpuaskan ketika dia memberi nama dan mengelompokkan binatang-binatang. Pada awalnya, Adam tidak dapat mampu mewujudkan naluri cintakasihnya, karena tidak menemukan pasangan yang sepadan, orang yang sepadan untuk dicintai dan mencintainya. Allah lalu menciptakan Hawa, Dari Hawa dan kepada Hawa inilah Adam melampiaskan naluri cintanya. Bagaimana dengan naluri keadilan manusia, bagaimana perwujudannya? Suatu hari, Iblis dalam rupa seekor ular menghampiri Hawa. Kisah ini tercatat dalam kitab Kejadian 3:1-24. Apa yang dilakukan oleh Iblis di Taman Eden?

Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?" Kejadian 3:1

Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, Kejadian 3:2

tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati." Kejadian 3:3

Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati, Kejadian 3:4

tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat." Kejadian 3:5

Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya. Kejadian 3:6

Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat. Kejadian 3:7

Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman. Kejadian 3:8

Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?" Kejadian 3:9

Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi." Kejadian 3:10

Firman-Nya: "Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?" Kejadian 3:11

Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan." Kejadian 3:12

Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: "Apakah yang telah kauperbuat ini?" Jawab perempuan itu: "Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan." Kejadian 3:13

1. Iblis Mengacaukan Sistem Kasta Alam Semesta

Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular, walaupun cerdik, tetap saja ular, binatang. Binatang tidak memiliki akal budi dan tidak bisa berbicara kepada manusia menggunakan bahasa manusia.

Iblis mengacaukan kebenaran, mengacaukan tatanan, mengacaukan sistem kasta alam semesta ciptaan Allah dengan membuat ular seolah dapat berbicara dan berfikir seperti manusia, bahkan nampak sebagai tuhan yang mengajarkan kebenaran yang tidak diajarkan Allah.

2. Iblis Membangkitkan Keraguan

Allah memberi perintah kepada Adam, “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.”

Namun, ular itu berkata kepada perempuan itu, "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"

Iblis membangkitkan keraguan Hawa dengan mengutip perintah Allah secara salah. Hawa terpengaruh dan mengikuti contoh Iblis, mengutip firman Allah secara salah, ia mengatakan, "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati." Walaupun nampak seolah-olah sedang membela Allah, tetapi nampak jelas bahwa pembelaan yang dilakukan Hawa justru menyesatkan dirinya sendiri.

3. Iblis Menuduh Allah

Setelah sukses mengacaukan kebenaran dan membangkitkan karaguan Hawa akan firman Allah, maka iblis pun menuduh Allah dengan mengatakan, Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat."

4. Iblis Membangkitkan Keinginan berdosa

Iblis membangkitkan keinginan Hawa untuk berbuat dosa dengan cara membandingkan Hawa dan Allah. Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat, Hawa tidak. Pada saat itu, Hawa tidak tahu tentang yang baik dan yang jahat.

Selama di taman Eden Adam dan Hawa hidup bahagia, namun setelah mendengarkan Iblis, Hawa mulai berpikir, bahwa dia akan merasa lebih bahagia bila mengetahui hal yang baik dan yang jahat. Hawa ingin lebih bahagia lagi, bahkan mulai

Ketika menemukan jalan untuk meningkatkan kebahagiaannya, maka Hawa mulai merasa tidak bahagia karena merasa ada sesuatu yang kurang di dalam dirinya. Hawa mulai

membuat syarat untuk merasa bahagia yaitu mengetahui hal yang baik dan yang jahat. Dengan membuat syarat untuk merasa bahagia, maka Hawa pun mulai membuat syarat untuk dapat mengasihi dirinya sendiri, pada saat yang sama dia mulai membuat syarat untuk mengasihi orang lain dan menentukan syarat bagi orang lain untuk mengasihinya.

Aku akan mengasihi diriku sendiri kalau aku tahu tentang yang baik dan yang jahat seperti Allah, aku akan mengasihi Adam kalau dia tahu tentang yang baik dan yang jahat seperti Allah, aku akan mengasihi Adam dengan membuatnya tahu tentang yang baik dan yang jahat seperti Allah, aku dan Adam akan semakin saling mencintai dan semakin bahagia bila kami mengetahui tentang hal yang baik dan yang jahat, setelah mengetahui tentang hal yang baik dan yang jahat, maka kami akan semakin mengasihi Allah dan Allah akan semakin mengasihi kami. Alkitab mencatat:

Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya. Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat. Kejadian 3:6-7

5. Iblis Menuduh Manusia

Setelah makan buah pohon pengetahuan tentang yang baik dan jahat maka terbukalah mata Adam dan Hawa, keduanya sadar telah melakukan kejahatan melanggar perintah Allah dan merasa malu, menurut Mengzi, rasa malu karena berbuat salah adalah permulaan keadilan (Yi).

Setelah makan buah pengetahuan tentang hal yang baik dan yang jahat, maka keempat naluri manusia sudah terpicu, kodrat manusia menjadi utuh dengan naluri cinta kasih (ren), keadilan (yi), kesusilaan (li) dan hikmat (zhi).

Setelah melakukan dosa dan berhadapan dengan masalah, seharusnya Adam dan Hawa datang kepada Allah untuk minta bantuan, namun keduanya justru menjauh, bahkan bersembunyi dari Allah. Kenapa Adam dan Hawa melakukan hal itu? Karena keduanya merasa malu dan takut akan penghukuman Allah, bukankah Allah berkata, “…sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.”

Mungkin pula Iblis lalu menuduh keduanya dan berhasil meyakinkan, bahwa Allah bukanlah Pribadi yang tepat untuk dimintai bantuan ketika manusia berdosa. Setelah berbuat dosa, Allah justru harus ditakuti dan dijauhi, sebab mustahil Allah mengampuni dan memberi pertolongan setelah dikhianati.

Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?" Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi." Kejadian 3:9-10

6. Iblis Mengajar Manusia Mengeraskan Hati

Kebanyakan orang Kristen lupa memasukan faktor waktu ketika membaca kisah Adam dan Hawa, sehingga mereka memahami kisah tersebut, seolah-olah Adam dan Hawa melakukan dosa pada waktu bersamaan. Ada jangka waktu setelah Hawa makan buah pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat hingga Adam memakannya. Walaupun tidak dapat memperkirakan berapa lama jangka waktu itu, namun kita dapat memastikan adanya jangka waktu tersebut.

Ada jangka waktu di mana Hawa menyadari, bahwa dirinya telanjang dan Adam tidak. Mungkin Hawa juga sembunyi ketika matanya terbuka dan dia merasa malu kepada Adam, karena telah mengkhianati Allah. Walaupun tidak tahu apa yang menjadi pergumulan Adam, namun kita dapat menyimpulkan bahwa Adam memutuskan untuk makan buah tersebut setelah mengetahui konsekuansinya, setelah melihat akibatnya pada Hawa. Adam memutuskan untuk berdosa walaupun dia telah melihat akibat dosa pada Hawa.

Banyak orang Kristen bertanya-tanya, kenapa Alkitab menjadikan Adam sebagai wakil manusia, padahal Hawa yang menghadapi godaan Iblis dan yang pertama makan buah pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, tanpa mendapatkan jawaban yang memuaskan. Hawa berdosa sebelum dia tahu apa akibat dosa, namun Adam melanggar perintah Allah setelah dia melihat akibat dosa pada Hawa. Dengan kata lain, Adam secara sadar memilih untuk melanggar printah Allah.

Hawa, setelah berdosa dan mengalami akibat dosa, seharusnya memperingatkan Adam akan akibat dosa, bukan malah mengeraskan hati dan mengajak Adam untuk berdosa pula. Adam, setelah melihat akibat dosa pada Hawa, seharusnya datang kepada Allah memohon pertolongan, namun dia malah memutuskan untuk ikut berbuat berdosa. Ini namanya mengeraskan hati, mencari alasan untuk berdosa. Setelah berbuat dosa, Hawa mencari alasan untuk mengajak Adam berbuat dosa, sedangkan Adam menjadikan Hawa sebagai alasan untuk berbuat dosa.

Setelah keduanya berdosa, seharusnya Adam dan Hawa datang kepada Allah, namun mereka justru menyembunyikan diri dari Allah. Kenapa keduanya melakukan hal itu? Karena keduanya menentukan syarat bagi Allah untuk mengasihi mereka. Mereka yakin, mustahil Allah mengasihi keduanya setelah mereka berbuat dosa, melanggar perintah Allah, karena keduanya tidak memenuhi syarat untuk dikasihi Allah.

7. Iblis Mengajar Manusia Mencari Kambing Hitam

Ketika TUHAN Allah bertanya kepada Adam, “Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?” Seharusnya Adam menjawab pertanyaan itu dengan mengiyakannya, namun dia bukan saja tidak mengakui dosanya, malah mencari kambing hitam, "Perempuan yang Kau tempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.”

Begitupun ketika Tuhan bertanya kepada Hawa, “Apakah yang telah kauperbuat ini?” Hawa tidak menceritakan tentang apa yang terjadi, dia tidak mengakui dosanya, bahkan mencari kambing hitam, “Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan.”

Ketika Tuhan bertanya kepada Adam, dia menyalahkan Hawa, maka Tuhan bertanya kepada Hawa. Ketika Tuhan bertanya kepada Hawa, dia menyalahkan ular, namun Tuhan tidak bertanya pada ular. Kenapa Tuhan tidak bertanya kepada ular? Karena Tuhan tahu, ular adalah binatang, tidak dapat berbicara bahasa manusia dan tidak memiliki akal budi sehingga tidak dapat dimintai pertanggunganjawab. Allah juga tidak bertanya kepada Iblis, sebab Dia sudah tahu kenapa Iblis menggoda Hawa dan membantu Hawa menggoda Adam. Atau mungkin yang terjadi adalah Hawa bersembunyi karena malu,

Banyak pengkotbah yang mengajarkan dan banyak orang Kristen yang percaya, bahwa ketika TUHAN Allah mengutuk ular, Hawa dan Adam, saat itulah Dia melakukan koreksi (revisi) atas alam semesta. Alam semesta yang ada saat ini, bukanlah alam semesta yang diciptakan mula-mula, tetapi alam semesta yang telah mengalami koreksi (revisi). Pengajaran tersebut nampak seolah-olah masuk akal dan memuliakan Tuhan Allah, namun sebenarnya pengajaran tersebut bertentangan dengan ajaran sejati Alkitab dan menghina TUHAN Allah.

Anda ingin tahu bagaimana cara blis menggoda Yesua? Silahkan klik di sini
Anda ingin tahu bagaimana cara Iblis menggoda gereja pada jaman ini? Silahkan klik di sini
Anda ingin tahu lebih detail lagi misteri kejatuhan manusia di taman Eden? Silahkan klik di sini