Submitted by jusack on

 

Hai hai :

Kepada orang-orang Yahudi Kristus berkata, "Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta." Benarkah bangsa Yahudi adalah keturunan Iblis? Yesus Kristus adalah Allah. Tiada dusta di dalam diri-Nya. Apabila Dia menyatakan bangsa Yahudi keturunan Iblis, maka itu berarti bangsa Yahudi adalah keturunan Iblis.

Ayat ini bukan menunjukkan konteks bahwa Yahudi adalah keturunan iblis hanya oleh karena pernyataan Yesus yang di tujukan pada mereka.

Kata iblis dalam bahasa Yunani adalah diabolos.

Dalam konteks pasal inipun beberapa kali orang-orang Yahudi ini menanggapi Yesus dengan menyebut bahwa “Bapa kami ialah Abraham.”(Yoh 8:39) dan “Kami tidak dilahirkan dari zinah. Bapa kami satu, yaitu Allah” (Yoh 8:41).

Hal ini menunjukkan bahwa ini sesi argumentasi (yang Yesus sudah jawab dan jelaskan) hingga Yesus memberikan satu statement “Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu.” (Yoh 8:44)

Yang dimaksud Yesus adalah pada ketidakpercayaan bangsa Yahudi. BUKAN BERINDIKASI /MENYATAKAN SATU STATEMENT IDENTITAS BAHWA MEREKA ADALAH KETURUNAN IBLIS. Bahkan TIDAK ADA indikasi yang mengarah pada penafsiran bahwa “keturunan” ini dikaitkan dengan ADAM sebagai BAPA IBLIS (atau SANG IBLIS)

Not of his substance, but by imitation and example; and as being under his authority and influence, his instructions and directions, and ready to follow after him, and obey his commands; the word "your" is rightly supplied (John Gill’s Exposition of the entire bible)

Perhatikan konteks selanjutnya :

(Yoh 8:45-59)

Tetapi karena Aku mengatakan kebenaran kepadamu, kamu tidak percaya kepada-Ku.

Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa? Apabila Aku mengatakan kebenaran, mengapakah kamu tidak percaya kepada-Ku?

Barangsiapa berasal dari Allah, ia mendengarkan firman Allah; itulah sebabnya kamu tidak mendengarkannya, karena kamu tidak berasal dari Allah."

 

“kata kamu tidak berasal dari Allah” BUKAN MERUJUK PADA ASAL MUASAL/KETURUNAN.

 

Orang-orang Yahudi menjawab Yesus: "Bukankah benar kalau kami katakan bahwa Engkau orang Samaria dan kerasukan setan?"

 

Alasan utama bangsa Yahudi menyebut Yesus sebagai orang Samaria adalah karena kebencian bangsa Yahudi terhadap bangsa Samaria. (bandingkan dg Yoh 4:9)

 

Jawab Yesus: "Aku tidak kerasukan setan, tetapi Aku menghormati Bapa-Ku dan kamu tidak menghormati Aku.

Tetapi Aku tidak mencari hormat bagi-Ku: ada Satu yang mencarinya dan Dia juga yang menghakimi.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya."

Kata orang-orang Yahudi kepada-Nya: "Sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan. Sebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi, namun Engkau berkata: Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.

Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kita Abraham, yang telah mati! Nabi-nabipun telah mati; dengan siapakah Engkau samakan diri-Mu?"

Jawab Yesus: "Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikitpun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata: Dia adalah Allah kami,

padahal kamu tidak mengenal Dia, tetapi Aku mengenal Dia. Dan jika Aku berkata: Aku tidak mengenal Dia, maka Aku adalah pendusta, sama seperti kamu, tetapi Aku mengenal Dia dan Aku menuruti firman-Nya.

Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita."

Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: "Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?"

Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada."

Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.

 

Indikasi yang mendasar dari argumentasi antara Yesus dan orang Yahudi adalah KEPERCAYAAN. Yesus mendasarkan pada prinsip iman Abraham (Gal 3:6-7), sedangkan orang Yahudi pada hal lahiriah (ditambah dengki)