Yesus menyembuhkan orang sakit pada hari sabat. Yesus menyelamatkan orang pada hari sabat. Itu merupakan kesalahan besar karena melakukannya pada hari sabat. Kehidupan baru yang diberikan Yesus menjadi salah karena Dia melakukannya dengan melanggar aturan hari sabat.
Ternyata kejadian yangs ama sering saya lihat dalam kehidupan. Baru-baru ini saya mengajukan pelanggaran aturan karena saya melihat kehidupan orang lain. Bersyukurnya, pelanggaran itu akhirnya menjadi legal, menjadi aturan baru yang boleh saya lakukan. Seharusnya sanksi keras diterapkan untuk orang yang saya layani. Hanya saja saya ingin memastikan bahwa orang tersebut tetap berada di dalam Tuhan sebelum saya terapkan aturan.
Aturan adalah suatu rambu-rambu yang dibuat oleh manusia berdasarkan pemahaman manusia. Jika kita melihat adanya aturan gereja, itu adalah rambu-rambu yang dibuat oleh manusia berdasarkan pemahamannya terhadap Tuhan. Aturan itu sangat perlu, tetapi bagaimana kita bisa mengutamakan kehidupan orang lain diatas peraturan.
Ketika saya pergi ke Surabaya, saya bertemu dengan seorang ibu yang merindukan Firman Tuhan. Saya pun menanyakan, mengapa selama ini tidak datang ke gereja? Gereja mana saja yang dia suka, datanglah kesana. Ibu tersebut memiliki anak kecil sekitar 2 tahun dan tidak memungkinkan dirinya untuk meninggalkan anaknya ketika dia pergi ke gereja. Pastilah dia akan mengajak anaknya bersamanya.
Ibu itu pun bercerita, “saya ditegur ketika datang ke sebuah gereja karena anak saya ribut.” Saat kebaktian berlangsung, anaknya rewel (bukankah hal itu sudah biasa) dan karena rewel, pengurus gereja tersebut merasa tertanggu dan meminta ibu itu membawa anaknya keluar. Sejak saat itulah ibu tersebut tidak mau datang lagi ke gereja. Saya pun menghubungi sebuah gereja untuk mau melayani ibu beserta anaknya.
Terkadang kita terlalu keras dengan aturan tanpa melihat kehidupan yang akan didapatkan oleh orang yang kita layani. Terkadang kita juga terlalu mengutamakan kenyamanan untuk diri kita sendiri tanpa memebrikan toleransi untuk orang-orang yang sedang bertumbuh.
Saya pun merenungkan, jangan-jangan saya juga mengutamakan aturan daripada memberi kehidupan. Tetapi saya juga tidak mau hidup saya tidak memiliki aturan. Jangan sampai saya hidup tanpa ada rambu-rambu dan akhirnya saya salah arah.
Dalam memulai pelayanan ICL (Indonesian Christian Leadership), saya mempunyai aturan yang sering berubah. Saya tidak terlalu mempermasalahkan perubahan aturan, yang perlu saya pertahankan adalah panggilan Tuhan. Selama saya masih melakukan panggilan Tuhan, tidak masalah buat saya mengubah aturan. Tapi saya tetap melakukannya dengan hati-hati. Perubahan aturan dengan alasan apapun harus diperhatikan supaya saya tetap melakukan kebenaran dan tetap dalam panggilanNya.
Bagaimana menurut Anda?