Submitted by erick on

Ini ceritaku, dan pengalaman bersama Bpk Amin Tjung disatu hari natal.

Pagi itu setelah renungan pagi aku terburu-buru karena temanku sudah menungguku. Kami ada acara PI.

Ini bukan pertama kali aku PI. Cuma begitu special karena dilakukan pada hari natal.

Kalu tidak salah jam 8 sudah di gereja, dan kami dibagi perkelompok ke beberapa lokasi yang sebelumnya pasti sudah disiapkan.

Kelompokku terdiri dari 6 orang, dan kami saling asing, karena baru berkenalan disaat itu juga. Satu dalam kasih, satu dalam tujuan, entah bagaimana kami kompak dengan komposisi 2 cewe 4 cowo.

Kendala yang kami temui adalah, alamat yang diberikan pada kami tidak disertai keterangan apapun, sehingga kami kesulitan menemukan “target” kami di daerah padat penduduk tersebut.

Hari menjelang siang, hujan turun. Kami hanya berteduh di warung yang tutup karena hari raya. Kami menyadari perut kami lapar, namun kami begitu terpusat pada tujuan kami memPI, sehingga salah satu hero, memPI bapak yang sedang berteduh bersama kami. Ketika hujan sedikit mereda, pemimpin kelompok memberikan istruksi kelompok dibagi dua, agar nama-nama dalam list yang akan di PI terlayani. Namun kelompokku yang sudah kecil tersebut juga tetap memiliki kesulitan menemukan obyek kami, karena setelah alamat ditemukan, penjaga rumah menyatakan bahwa nama yang kami sebut tidak ada, sedangkan pemilik rumah sedang liburan keluar kota.

Sesuai rencana, kami pun kembali ke meeting point pertanda selesainya kegiatan. Dan,… siapa yang begitu sibuk dengan semua itu? Bpk Amin Tjung. Beliaulah yang memimpin PI saat itu. PI saat natal. Sepenggal acara yang pernah ku ikuti dibabawah pimpinannya.

Au dieu Monsieur!