Submitted by
putra hulu
on
Saat ini salah satu umat beragama di Indonesia sedang melaksanakan ibadah puasa. Saya kaget juga mendengar ada beberapa anak Tuhan/gereja yang meminjamkan ruang ibadah mereka untuk dipergunakan tempat melaksanakan tarawih. Inikah yang dinamakan toleransi beragama?
Toleransi beragama sangatlah baik dalam batas-batas/pengertian "menghormati, mengasihi dan tidak memaksakan satu kepercayaan". Tapi IMAN bukanlah satu hal yang boleh di "toleransi-kan"! Kita beriman bahwa hanya di dalam Tuhan Yesus ada keselamatan dan jalan menuju Bapa Surgawi. Iman Kristiani mengatakan di luar Yesus Kristus tidak ada jalan lain ke surga.
Tapi.., lalu kita memberi pinjam alat/ruang tempat kita beribadah (milik kita) kepada orang lain untuk dipakai menyembah apa yang mereka percaya (yang mereka sembah tentu saja bukan Tuhan Yesus). Artinya, disadari atau tidak, kita sudah "menerima/mengakui" apa yang mereka sembah. Ini namanya kacau!, ini yang disebut toleransi IMAN!, bukan toleransi beragama!
Waktu umat Tuhan beribadah menyembah Bapa Surgawi di dalam nama Tuhan Yesus, maka kerajaan Allah ditegakkan di atas pujian serta Roh Allah hadir. Lalu hari berikutnya tempat itu dipergunakan untuk menyembah "sesuatu yang lain" di luar Yesus Kristus. Kira-kira 'roh' apa yang hadir di situ? Dan bukankah hati Tuhan Yesus akan sedih melihat hal itu?
Toleransi beragama sangatlah baik dalam batas-batas/pengertian "menghormati, mengasihi dan tidak memaksakan satu kepercayaan". Tapi IMAN bukanlah satu hal yang boleh di "toleransi-kan"! Kita beriman bahwa hanya di dalam Tuhan Yesus ada keselamatan dan jalan menuju Bapa Surgawi. Iman Kristiani mengatakan di luar Yesus Kristus tidak ada jalan lain ke surga.
Tapi.., lalu kita memberi pinjam alat/ruang tempat kita beribadah (milik kita) kepada orang lain untuk dipakai menyembah apa yang mereka percaya (yang mereka sembah tentu saja bukan Tuhan Yesus). Artinya, disadari atau tidak, kita sudah "menerima/mengakui" apa yang mereka sembah. Ini namanya kacau!, ini yang disebut toleransi IMAN!, bukan toleransi beragama!
Waktu umat Tuhan beribadah menyembah Bapa Surgawi di dalam nama Tuhan Yesus, maka kerajaan Allah ditegakkan di atas pujian serta Roh Allah hadir. Lalu hari berikutnya tempat itu dipergunakan untuk menyembah "sesuatu yang lain" di luar Yesus Kristus. Kira-kira 'roh' apa yang hadir di situ? Dan bukankah hati Tuhan Yesus akan sedih melihat hal itu?

putra hulu