Submitted by paijobudiwidayanto on

Dari diskusi dengan beberapa kalangan, saya mendapati bahwa mereka mendasarkan kepercayaan mereka kepada Kitab Suci atau ajaran agama yang mereka anut pada Sains. Argumennya kira-kira sebagai berikut:

1. Kitab Suci / ajaran agama A (bisa Islam, Kristen, Hindu, Budha, dll) mengajarkan sesuatu yang nampak tidak masuk akal pada jamannya.
2. Sains di kemudian hari membuktikan bahwa yang diajarkan itu benar
3. Kesimpulan: Kitab Suci / ajaran agama A pasti benar

Ada beberapa kelemahan dari argumen seperti ini:

Pertama, apakah semua yang diajarkan dalam agama A atau dalam kitab suci agama A sesuai dengan ilmu pengetahuan? Kalau andaikata ada satu saja ajaran /kitab suci agama A yang tidak sesuai dengan sains, maka kitab suci atau ajaran agama A tersebut tidak dapat dipercaya. Andaikata mereka yang menganut agama A bersedia mengedit Kitab Suci tersebut dan/atau mengeluarkan ajaran yang bertentangan dengan sains dari dogma agama, maka Kitab Suci agama A bisa benar. Belum pasti benar.

Kedua, kalau argumennya demikian, maka yang mana yang lebih tinggi posisinya? Kalau ajaran agama/Kitab Suci baru benar apabila sesuai dengan sains, maka secara logis sains lebih tinggi kedudukannya daripada Kitab Suci. Kenapa tidak buang saja Kitab Suci agama A dan percaya pada sains?

Ketiga, kesimpulan-kesimpulan sains tidak didapatkan dengan kepastian logika deduktif dimana kesimpulan didapatkan diharuskan oleh premis, tetapi didapat dari prosedur induktif dan/atau abduktif yang tidak ada jaminan kebenarannya. Lebih parah lagi prosedur induktif merupakan sebuah kesalahan logika formal. Nah, kalau kesimpulan sains tidak pasti benar tetapi menjadi dasar untuk menilai ajaran agama/Kitab Suci dimaksud, maka pastilah Kitab Suci agama A salah dan tidak memberikan kebenaran. Dibuang ke laut aja. :)

Keempat, kalau ajaran agama A atau Kitab Suci agama A sedemikian lemahnya mengapa saya harus percaya ajaran agama A?