Submitted by ebed_adonai on

 

Pembaca yang budiman, baru-baru ini saya mendapatkan sebuah pengalaman yang menjengkelkan, namun sekaligus juga mengasyikkan, dengan produk Telkomsel yang bernama TelkomselFlash.

 

Dalam pengembaraan saya di dunia maya selama ini, saya menggunakan koneksi wireless, untuk alasan kepraktisan. Anda tidak terikat dengan kabel, dan bisa terkoneksi ke dunia maya hampir di semua tempat, asalkan ponsel anda (paling tidak) sudah mendukung GPRS. Kebetulan (maaf ini bukan promosi), produk yang saya pilih adalah TelkomselFlash, lagi-lagi hanya untuk alasan kepraktisan juga, karena simcard ponsel saya berasal dari produsen yang sama. Agar dapat menyesuaikan dengan pekerjaan, saya menggunakan yang volume based. Jadi kapanpun laptop gaek Tecra 8000 saya harus ditinggal, tidak jadi masalah. Memang kalau harus mengunduh update antivirus yang agak besar (saya pakai NAV 2007, updatenya bisa sampai kira-kira 40 mb), saya masih harus pergi ke warnet, karena selain jatah saya bisa tekor, koneksi di rumah saya masih GPRS thok (belum 3G, apalagi HSDPA), lumayan lelet, bisa sampai berjam-jam untuk mengunduh file yang ukurannya besar-besar.

 

Penggunaannya juga cukup mudah. Menurut penjelasan mbak-mbak CS yang cantik-cantik di Gerai Telkomsel di kota saya, selain settingan kecil di ponsel anda (cukup set “telkomsel”/”internet” sebagai APN), anda cuma harus mengetik kalimat “flash on 5000”(contoh saja) dan dikirim ke 3636, tunggu balasan dari servernya, lalu konfirmasi lagi nomor yang sama dengan mengetik “flash ya”, tunggu balasannya lagi, cek statusnya dengan mengetik “flash info”, kirim, dan setelah mendapatkan balasan terakhir, selesai deh tugas anda, dan selanjutnya tinggal menyiapkan kopi/teh dan makanan kecil untuk menemani kegiatan surfing anda.

 

Ok, orang melayu bilang, so far so good. Semuanya lancar-lancar saja selama ini. Namun mulai dari kemarin sore, jangan kate mau koneksi, mau melakukan registrasi sebagaimana biasanya saja sulit. Apapun yang saya lakukan, selalu mendapat balasan yang kira-kira tulisannya begini: “Maaf, untuk saat ini sistem kami sedang mengalami….silakan mencoba lagi…” Semalam-malaman itu saya berusaha keras menghubungi 116, dan berharap mendapatkan penjelasan yang memuaskan. Namun, kalaupun tersambung, mereka terus mengatakan bahwa tidak ada gangguan dengan layanan TelkomselFlash di kota saya, dan malah menyalahkan ponsel saya (settingannya gak bener, harus direstart, dll).

 

Begitu terus, hingga akhirnya saya sudah tidak tahan lagi, dan tadi siang saya singgah ke Gerai Telkomsel, untuk komplain ke mbak-mbak CS yang cantik-cantik itu. Mulanya sama, mereka juga tampaknya ingin melemparkan kesalahan pada ponsel saya, sampai saat saya tunjukkan isi sms balasan dari 3636 tersebut, dan mereka saya persilahkan untuk mencoba sendiri mengisi paket TelkomselFlash lewat ponsel saya. Hmmm,…dengan enggan (tetap saja mereka katakan: ”Biasanya tidak kok, pak,…biasanya ok,” dll), akhirnya mereka mengaku juga bahwa ada sesuatu yang salah dengan server mereka. Kemudian saya disuruh mengisi sejenis form komplain, dan setelah meminta friendster, eh, salah, nomor ponsel saya, mereka menjanjikan untuk menghubungi saya setelah permasalahannya diselesaikan. Namun, bertolak-belakang dengan lagu lamanya Paramitha Rusady yang berjudul “Merpati Tak Pernah Ingkar Janji” itu, sampai sore ini saya tidak kunjung dihubungi lagi oleh mereka. Padahal sedari siang tadi saya coba-coba terus mengirim sms ke 3636, namun masalahnya masih tetap ada. Setengah jengkel, saat memulai tulisan ini, iseng-iseng saya coba mengisi paket saya, eh, tahunya “berhasil, berhasil, berhasil, horeeeee.” Saya lalu mengetik “flash info” untuk mengecek statusnya. Anda tahu, jawaban apa yang saya terima di layar ponsel saya? Anda boleh tidak percaya, saya mendapatkan jatah 100 MB lebih, yang setara dengan pengisian Rp. 50.000,-, padahal tadi saya cuma mengisi Rp. 5.000,- saja (5 MB), sekedar untuk coba-coba. Jadi mirip dengan situasi dimana kita menemukan sebuah dompet berisi uang di jalan. Namun kalau begitu, apakah saya juga harus melaporkannya lagi ke Telkomsel? Apakah boleh, saya menganggap itu berkat Tuhan untuk saya? Anyway,… terima-kasih Telkomsel.

 

                                                                                                Shalom!