Dua hari yang lalu, Rabu, 11 Maret 2009, terjadi kecelakan yang menimpa mobil yang saya tumpangi. Sehari sebelumnya saya ada tugas di Padalarang, malam harinya saya menginap di kota Bandung karena besoknya ada survey lagi di Tasikmalaya.

Dengan mengendarai kendaraan travel sebuah Kijang Innova diesel berwarna hitam, kami meluncur dari Bandung kira-kira jam 8:30 WIB menuju Tasikmalaya. Saya dan rekan saya duduk di kursi paling belakang. Kami asyik ngobrol hingga pada kira-kira jam 10.05 WIB, saya mendengar suara tabrakan keras pada sisi kanan mobil dan merasa mobil oleng dan terbanting, terseret sambil terpuntir dan berhenti setelah membentur sesuatu, ternyata mobil kami bagian belakang membentur sebuah tiang telepon!
Sekian detik kemudian, saya merasakan lengan dan bahu saya nyeri karena secara refleks saya menahan laju tubuh dengan bertumpu pada kursi di depan saya. Saya mendengar erangan ibu yang duduk di kursi tengah sebelah kiri sambil memegangi kepalanya. Beberapa saat kemudian, kami keluar dari kendaraan, dan melihat mobil yang kami tumpangi rupanya ditabrak oleh sebuah sedan Suzuki Swift dari arah berlawanan di sebuah tikungan. Sedan tersebut rusak berat di bagian sisi kanan depan dengan posisi melintang di tengah jalan, sedangkan mobil kami rusak berat dibagian pintu dan roda belakang kanan sehingga nyaris copot dengan posisi juga melintang dengan bagian depan ke arah jalan dan bagian belakangnya melesak di sebuah tiang telepon.
Sebelum kejadian itu rekan saya sempat melihat bahwa mobil sedan tersebut melaju dari arah berlawan dengan terlalu ke kanan mengambil jalur kami, sehingga walau supir kami telah berusaha menghindar, tetapi tabrakan tetap terjadi walau tidak frontal muka dengan muka.
Syukurnya tabrakan yang kami alami tidak fatal, saya, rekan saya dan penumpang yang lain tidak terluka berarti, demikian juga dengan pengemudi sedan Suzuki Swift dan penumpangnya (tidak tahu bila ada yang luka/ pendarahan dalam lho). Kemudian kami melanjutkan perjalanan dengan menggunakan mobil lain yang dikirim dari Tasikmalaya untuk menjemput seluruh penumpang.
Hikmahnya
Hingga malam hari, saya sama sekali tidak merasakan ada hikmah yang luar biasa dari kejadian ini selain dari ucapan syukur karena selamat, tidak luka atau cedera yang berarti selain lecet sedikit di siku kanan. Karena seperti biasanya, sebelum berangkat ke luar kota saya selalu berdoa kepada Tuhan, menyerahkan hidup saya kepada perlindungan-Nya. Jadi menurut saya sih, biasa saja bila Tuhan melindungi anak-anakNya. (Halah sombong banget sih…). Tapi bener sih, saya memang berprinsip dan percaya bahwa hidup dan mati ada di tangan Tuhan, semuanya oleh anugerah Tuhan.
Setelah kecelakaan itu, saya langsung menelepon isteri saya. Tentu saja isteri saya terkejut bukan kepalang dan menanyakan keadaan saya. Setelah tenang karena ternyata saya tidak apa-apa, isteri saya bertanya apa tadi pagi tidak lupa berdoa? Saya bilang berdoa. Tapi omong-omong, apa pengaruh kalo lupa berdoa, kejadiannya akan berbeda?
Malam itu saya menonton acara TV yang menceritakan seorang gadis yang duduk dikursi roda karena kecelakaan yang menimpa dia bertahun-tahun yang lalu. Kecelakaan tersebut telah membuat pinggangnya patah dan membuat dia lumpuh hingga sekarang. Oh, saya langsung sangat bersyukur bahwa Tuhan telah melindungi saya dari kecelakaan yang fatal.
Saya bertanya-tanya bagaimana seandainya kecelakaan tersebut berakibat fatal kepada saya? Inilah yang saya rasakan setelah menonton program tersebut. Sekarang saya tahu, Allah masih memberikan banyak tugas buat saya yang belum saya selesaikan. Tuhan masih punya rencana buat saya.
Mazmur 146:2 Aku hendak memuliakan TUHAN selama aku hidup, dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada.
Filipi 1:6 Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.
Saya tahu Tuhan mengijinkan saya hidup karena banyak hal yang Tuhan masih ingin saya kerjakan. Saya masih harus membesarkan anak saya yang masih belum berusia 2 tahun, merawat dan mengasihi isteri dan keluarga besar kami. Dan tugas-tugas lainnya, antara lain menuliskan blog ini, menyampaikan kesetiaan-Nya dalam hidup saya kepada saudara-saudara sekalian!