Submitted by bintang seven on

orang kafir yang tidak mencari justru diberikan, tetapi orang Israel yang mencari keselamatan lewat taurat tidak memperoleh. Bukankah hal ini berlainan dengan yang dikatakan oleh Kristus, barang siapa yang meminta akan diberikan; yang mencari akan mendapat; yang mengetuk pintu akan dibukakan baginy (mat7:7)? paradox... yg nampak bukanlah yg sebenarnya.

Taurat itu diuraikan menjadi 613 dalil-dalil yang harus dipatuhi 9248 perintah, 365 larangan, Pada waktu orang Yahudi dan rabi-rabi mereka telah memaparkan segala kerumitan dan kesulitan, mereka telah
kehilangan fondasi dan prinsip yang terpenting. Betapa banyaknya peraturan-peraturan yang membuat manusia benci. Peraturan-peraturan itu bahkan mungkin menggoda manusia untuk melawannya. Semakin banyak peraturan, semakin membuat manusia berani melawan. Yesus Kristus menyimpulkan peraturan, perintah hanya dua, yaitu: kasihilah Tuhan Allahmu dan kasihilah sesamamu manusia. Ini melampaui semua peraturan. Ini merupakan prinsip yang mendasari semua prinsip, merupakan hukum di atas segala hukum, dan merupakan hukum yang menjadi dasar bagi semua hukum. Mereka mencari, tetapi mereka tidak memperoleh. Mengapa demikian? Karena ada satu kunci yang tidak mereka ketahui, yaitu batu yang menjadi sandungan itu telah Tuhan letakkan di Sion.Kasih menjadi dasar pembuatan hukum.

Taurat diberikan supaya manusia mengetahui betapa terbatas dirinya, betapalemah dirinya, betapa tidak mampu dirinya, betapa dia berada di dalam limitasi. Pada saat manusia masih belum pernah mengenal limitasi, dia selalu mempermainkan diri dan berperan seperti Allah. Pada saat manusia mulai sadar bahwa dirinya adalah manusia yang terbatas, dia tidak bisa, maka untuk pertama kalinya dia sadar bahwa dirinya hanyalah
manusia yang dicipta menurut peta dan teladan Allah. Dalam hal ini, diperlukan satu keseimbangan antara kedua hal yang kutub: yang Pertama, berjuang, yang kedua, mengenali diri. Manusia yang tidak mempunyai kekuatan untuk berjuang tidak mirip dengan manusia, tetapi mirip binatang. Karena binatang tidak mau berjuang. Sedangkan manusia yang berjuang dan tidak mengenal limitasi, sampai dia mengira dirinya adalah Tuhan Allah, adalah bahaya. Betapa banyak pemuda yang tadinya lancar, akhirnya jatuh total, seumur hidup tidak bisa naik lagi, karena dia hanya berjuang,
hanya mempunyai imajinasi dan kekuatan yang luar biasa, tanpa mengenal dirinya hanyalah manusia. Sambil kita berjuang, sambil menahan diri, sambil mengetahui saya mempunyai keterbatasan, batasan di mana saya tidak bisamelampaui; Hanya Allah yang tidak terbatas.Dari sini kita dapat simpulkan bahwa Taurat diberikan berdasarkan kasih. Tujuan Taurat adalah supaya manusia mengenal akan limitasi.

Pada waktu orang Yahudi membuat Taurat menjadi satu close-system, pada waktu mereka terus berada di dalam Taurat dan menganggapnya sebagai self-sufficient; kecukupan diri di dalam sistem Taurat. Sebenarnya mereka terus berkeliling di dalam Taurat, seperti nenek moyang mereka yang terus berkeliling di padang belantara, tidak pernah tembus, tidak pernah mencapai tempat Yang dijanjikan Allah.

Bukankah di dalam zaman ini kita melihat banyak orang Kristen yang seperti ini? Mengikuti semua persekutuan, kalau berdoa, sampai kursinya pecah, karena dipukul olehnya? lompat2 gak karuan? berdoa dg keras2 dan mengangkat tangan? tapi klo disimak, doanya tanpa pengertian yg benar!Paulus berkata, kamu giat, kamu berusaha, tetapi tanpa pengertian, maka akhirya kamu tidak takluk kepada kebenaran Allah. Orang yang sudah menjalankan, bukankah itu berarti sudah takluk? Orang sudah menjalankan Taurat, menjalankan tuntutan Tuhan, mengapa disebut sebagai yang tidak takluk kepada kebenaran Altar? Kuncinya terdapat pada Roma 10:4. Motivasi dan kesimpulan dari seluruh Taurat satu kata: kasih. Mengapa Allah berkata, jangan membunuh, jangan berzinah? Allah menyuruh kamu jangan berzinah bukan untuk merampas kebebasanmu, bukan mengganggumu, bukan mengadakan intervensi tetapi supaya kamu tidak tertular penyakit Aids. Allah yang mencintai manusia mengetahui seorang pria hanya bersetubuh dengan seorang wanita dalam seumur hidupnya, dia tidak mungkin terserang penyakit seksual sebab Dia yang menciptakan laki-laki dan perempuan. Maka Dia berkata berdasarkan kasih.


Jadi jelas Hukum Taurat itu berdasarkan kasih. Manusia diperintah untuk jangan ini, jangan itu, pagar-pagar itu semua diberikan agar kau menikmati keamanan, hidup yang begitu nikmat, baik, indah. Manusia dicipta oleh Tuhan dengan tubuh dan bentuk gerakan yang paling bebas, bahkan di dalam seks sekalipun, binatang tidak mempunyai kemungkinan, kebebasan seperti yang dimiliki oleh manusia. Tetapi diperintahkan bahwa kebebasan itu tidak boleh dipakai untuk berzinah. Seks yang begitu indah akan menghancurkan manusia dan bisa menjadi begitu buruk tanpa pengertian yg benar.

Jadi Tuhan mempunyai satu dasar mengapa Dia memberikan perintah, bukan untuk mengikat tetapi untuk membebaskan manusia.Di sinilah
kaitannya, jika Taurat didasarkan kepada cinta kasih, dan Taurat menunjukan bahwa kita tidak mungkin menjalankan, Taurat menunjukkan kesempumaan yang tidak mungkin dicapai oleh manusia, Taurat merupakan refleksi dari cinta Tuhan yang tidak mungkin dicapai oleh manusia.Taurat itu hanya digenapi oleh Yesus Kristus.

Maka di sini dikatakan bahwa Kristus adalah penggenap Taurat, dan hidup diberikan kepada setiap orang yang percaya. Kebenaran Allah datang dari Kristus kepada mereka yang takluk kepada-Nya, puji Tuhan! Jika demikian, apakah dasarnya untuk bermegah? Tidak ada. Berdasarkan apa? Berdasarkan perbuatan? Tidak, melainkan berdasarkan iman.Percaya kepada Kristus yang berada di dalam Taurat atau Kristus yang berada di
luar Taurat? Adakah Kristus di dalam Taurat? soli deo gloria