Bom….Ada bom, ada bom…..
Rembulan menangis, kota Jakarta di teror bom pada pagi hari kemarin,Jumat. 17 Juli yang lalu, sekaligus di dua tempat dengan jarak hanya 2 menit: hotel JW Marriot dan Ritz Carlton. Jatuh 15 korban yang meninggal , kebanyakan orang bule, warga Negara asing dan puluhan orang lagi yang perlu dirawat di rumah sakit. Modus operandinya sama dengan bom Bali I dan 2 yaitu bom bunuh diri dan sasarannya adalah orang asing. Sehingga untuk sementara disimpulkan “mereka” mempunyai kaitan dengan jaringan teroris internasional : Al Queda.
Tujuan utama ”mereka” adalah membuat dunia takut dan tunduk pada ideologi mereka dan memaksakan kehendak mereka , melampiaskan kekecewaaan mereka dengan jalan kekerasan. “Mereka” benci terhadap kebijaksanaan Amerika sebagai Negara Adi kuasa yang selalu merecoki kedaulatan Negara lain.
Dan mengapa sering terjadi pengeboman di Indonesia ? Karena Indonesia adalah Negara anti teroris, sehingga “mereka” mau membalas dendam, dan “mereka” menganggap Indonesia membantu atau sekutunya Amerika dalam membasmi teroris.
Banyaknya perbedaan ideologi, agama di dunia ini; sehingga memaksakan satu ideologi kepada yang lain adalah hal yang salah, apalagi bila pihak yang mayoritas menekan yang minoritas. Bukankah Allah sendiri sudah menciptakan manusia dengan beragam fisik, warna kulit : merah, putih, kuning, hitam tetapi semua Allah cinta. Pada mulanya mereka hidup rukun damai,penuh kasih satu sama lain.
Memang dunia ini dan segala isinya sudah tua, dan akan lenyap, seperti alkitab katakan, pada akhir zaman akan ada banyak peperangan, bencana alam, bala kelaparan, satu bangsa melawan bangsa lain, terjadi kebobrokan moral, sakit penyakit dst. Hal ini sedang digenapi.
Kemudian, saya akan bagikan berkat yang saya dapat setelah mendengarkan acara Gilbert L, Melangkah Pasti yang diambil dari Gunung Hermon, suatu perbatasan Israel dan Syria, dengan tema yang menarik : Hidup rukun. Hidup dengan kasih, ada komunikasi 2 arah, bisa jalan bersama, saling menghormati, menghargai seperti kehidupan jemaat mula-mula.
Ayat yang diambil adalah Mazmur 133:1-3 Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun. Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab kesanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.
Bagaimana kita dapat hidup rukun ?
- Mempunyai hati yang mengampuni. Simpan kebencian, dendam, iri hati adalah seperti menyimpan bom yang siap untuk meledak
- Belajar mengerti dan peduli terhadap orang lain dan diri sendiri. Perbedaan adalah anugerah Allah, melihat perbedaan disertai dengan jiwa yang bersih, untuk dapat menerima perbedaan tersebut. Hal yang tak bertanggung jawab bila menghilangkan nyawa sendiri apalagi nyawa oranglain, karena semuanya adalah kepunyaan Allah sang Pencipta Agung. Tapi, bila kehilangan nyawa karena Nama TUHAN YESUS, maka kita akan beroleh kehidupan kekal di surga.
- Mempunyai hati yang penuh kasih, dengan tetap tinggal dekat dengan Allah, sumber kasih .
3. Mengapa kita tidak dapat hidup rukun ?
- Karena belum bertobat, belum mengenal TUHAN Yesus seutuhnya.
- Belum mengalami jamahan TUHAN secara pribadi.
- Orang yang tak mengerti rancangan Allah yang luar biasa. (Roma 8 :28)Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
3. Saya dapat simpulkan bahwa para teroris adalah orang-orang yang dipakai oleh si iblis untuk menghancurkan anak-anak Tuhan dan dunia ini sedang dibawa mereka kedalam kekacauan baik dari segi politik, ekonomi dan sosial-budaya. Bom adalah alat buatan manusia yang dapat dipakai untuk kebaikan dan kejahatan.Bom tidak dapat disalahkan, pemakainyalah yang harus mempertanggung jawabkannya, seperti setiap perbuatan kita masing-masing di dunia ini, harus dipertanggung jawabkan pada hari penghakiman kelak. Dan hidup rukun adalah cara yang tepat dalam menyongsong kedatangan Tuhan Yesus ke dua kali ,dengan tetap setia kepadaNya. Amin