Masih ingat dengan pelajaran SMA: Hukum Newton? Hukum Newton ternyata adalah hukum yang bisa diterapkan dalam hal rohani lho. Tidak tahu barangkali Newton dapat wangsit dari Alkitab waktu merumuskan hukumnya tersebut? Hukum alam adalah natur alam, kodrat alam, bila kita melanggar hukum alam bisa dipastikan kita akan menerima dampaknya, kecuali kalau ada mujizat tentunya.

Manusia sering melakukan kesalahan dan tidak menyadarinya waktu mereka melanggar hukum tersebut, namun mereka kaget dan tidak menyangka kenapa mereka menerima dampak dari hukum tersebut.
HUKUM NEWTON pertama – Hukum Kelembaman berkata “Bila resultan gaya = 0, benda yang sedang diam akan tetap diam, benda yang bergerak lurus beraturan akan tetap bergerak lurus beraturan.” Lalu apa hubungan dengan masalah rohani?
Kesalahan pertama kita adalah menggampangkan pertobatan (merubah tingkah laku). “Kelembaman” adalah natur alam atau hukum alam. Hukum ini berlaku juga pada tabiat manusia. Tingkah laku manusia tidak mudah berubah. Orang baik tidak mudah berubah menjadi jahat, sebaliknya orang jahat juga tidak mudah berubah menjadi baik. Manusia cenderung pada keadaannya semula. Kita sering salah dan sesat dan tidak paham hukum kehidupan ini. Kita salah bila mengira bahwa merubah tingkah laku itu gampang. Kita bermimpi bila dengan mudah orang jahat akan berubah menjadi baik! Orang Israel melakukan kesalahan itu:
Yeremia 2:36 Alangkah ringannya kaupandang untuk mengubah tingkah langkahmu! Juga karena Mesir engkau akan menjadi malu, seperti engkau telah menjadi malu karena Asyur.
Benda mempunyai massa (berat) sehingga cenderung diam, dibutuhkan gaya tertentu untuk menggerakkan benda. Bila kita menerapkan gaya dengan besaran tertentu maka benda akan mulai bergerak. Demikian juga Hukum kelembaman menyebabkan tabiat yang baik akan sulit berubah menjadi jahat, sebaliknya tabiat yang jahat juga sulit berubah menjadi baik. Tetapi bila kita bertekad dengan bulat maka benda (tabiat) kita akan mulai bergerak (berubah).
HUKUM NEWTON KE 2, dalam notasi matematis a = F / m berkata: “Benda akan bergerak dengan percepatan sebanding dengan besarnya gaya dan berbanding terbalik dengan massa benda.”
Kesalahan ke dua adalah kita keliru bila dengan pedenya tetap bergaul dengan orang berkelakuan buruk dan merasa akan tetap baik. Bila gaya dianalogikan sebagai pengaruh baik dan pengaruh buruk. Massa adalah kualitas iman atau prinsip hidup. Semakin besar gaya semakin cepat benda bergerak. Semakin kecil massa semakin cepat benda bisa digerakkan. Semakin besar dan lama pengaruh buruk semakin cepat tabiat baik berubah menjadi buruk.
I Korintus 15:33 Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.
Hukum kelembaman berkata bila resultan gaya = 0 atau bila tidak ada gaya yang bekerja maka benda akan cenderung diam pada tempatnya. Tetapi hukum Newton ke dua berkata bila gaya tidak sama dengan 0, maka benda akan mulai bergerak ! Demikian pula bila ada pengaruh buruk terus menerus, lambat laut tabiat kita akan berubah menjadi buruk pula!
HUKUM NEWTON KE 3 – Hukum Aksi Reaksi berkata, “bila suatu gaya dikenakan pada suatu benda, maka benda akan memberikan gaya yang besarnya sama dengan gaya yang diberikan tetapi berlawan arah.” Benda yang diletakkan di atas lantai mempunya gaya berat yang menekan lantai, menurut hukum Newton 3, lantai memberikan gaya yang besarnya sama dengan gaya berat tersebut tetapi arahnya berlawanan yaitu ke atas, gaya ini disebut Gaya Normal.
Bila kita mencoba menggerakkan sebuah lemari, yaitu dengan memberikan gaya (mendorong) dengan besaran tertentu maka lemari belum akan bergerak, tetapi bila kita terus menambahkan gaya (dorongan), maka pada besaran tertentu lemari akan mulai bergerak. Apa yang sebenarnya terjadi?
Dorongan (gaya) kita akan mendapat perlawanan berupa gaya gesekan yang besarnya adalah sebesar Gaya Normal X koefisien gesekan lantai (dengan lemari).
F = N x Koefisien gesek lantai.
Kesalahan ke tiga adalah tidak menyadari resistensi yang dalam taraf tertentu adalah kebebalan. Merubah kebiasaan itu sulit. Bila kita mencoba mempengaruhi orang atas kebiasaan nya yang buruk supaya menjadi lebih baik, selain faktor kelembaman, faktor ke dua adalah adanya resistensi, yang sebenarnya muncul akibat orang tersebut tidak sadar bahwa mereka memang salah.
Bagi orang bijak satu hardikan bisa mencairkan resistensi ini, tetapi pada taraf tertentu resistensi ini adalah suatu kebebalan yang sangat sulit untuk dicairkan.
Amsal 17:10 Suatu hardikan lebih masuk pada orang berpengertian dari pada seratus pukulan pada orang bebal.
Demikianlah sekelumit renungan yang mengaitkan hukum Fisika yaitu hukum Newton tentang gerak dengan kehidupan Iman Kristen. Meminjam motto Tante Paku (mudah-mudahan tidak ditagih royaltinya), “Semoga bermanfaat walau tidak sependapat! ”