Dilema. Ketika ajaran yang bertentangan dengan pemahaman kekristenan yang sudah ada muncul di Sabda space ini.
Kita akan mengatakan sesat. Karena berbeda dengan pemahaman kekristenan yang sudah lama ada di benak kita.
Tetapi orang yang mengatakan sesat tidak bisa memberikan argumen atau menunjukkan kesesatannya. Hanya berkoar - koar sesat....sesat...sesat.....tanpa mau memahami secara teliti apa yang tertulis.
Pokonya kalau berbeda dengan yang sudah ada...berarti sesat.
ha...ha...ha....pokoknya....pokoknya dari hongkong ? ( meminjam kata - kata salah satu sentinel di SS )
Ketika penulis blog yang dianggap sesat mengajarkan dengan detail, kebanyakan dari kita menolaknya dengan memberikan argumen / pemahaman yang bukan datang dari pemahaman sendiri. Alih - alih hanya memberikan apa yang orang lain ajarkan untuk menentang blog dari orang yang dianggap sesat. Seolah - olah ajaran orang lain yang dijadikan bahan untuk menentang itu timbul dari pemahamannya sendiri.
Saya tertarik memberikan judul blog ini selain judul di atas yaitu " Saya paham apa yang saya imani. "
Apakah kita sudah paham akan Allah Tritunggal ? Kebanyakan akan menjawab ya....tapi dari apa kata orang ( dari ajaran orang ). Bukan dari kita menyelidiki Alkitab dan berusaha mengerti sendiri isi Alkitab.
Apakah kita sudah paham siapakah Yesus ? Kebanyakan akan menjawab ya....tapi dari apa kata orang ( dari ajaran orang ). Bukan dari menyelidiki dan berusaha mengerti sendiri isi Alkitab
Apakah kita sudah paham doktrin - doktrin kekristenan ? Kebanyakan akan menjawab ya....tapi dari apa kata orang ( dari ajaran orang ). Bukan dari menyelidki dan berusaha mengerti sendiri isi Alkitab.
Sehingga banyak orang yang mengambil praktisnya saja. Mencari buku - buku rohani dan Alkitab hanya pembanding saja. Prioritas lebih kepada buku - buku rohani. Bukan kepada Alkitab. Apalagi kalau pengarangnya sudah punya nama. wow.....laris manis.....
Apakah itu salah ? Tentu saja tidak. Namun kurang tepat.Saya ingat sekali seorang sentinel di SS ini pernah berkata kurang lebih demikian :
" Ajaran orang boleh kita terima sebagai kebenaran di dalam diri kita. Tetapi jangan semuanya. Lebih baik jadikan ajaran orang lain itu menjadi batu penjuru untuk mencari kebenaran yang benar - benar kita pahami dari Alkitab."
( Perkataan sentinel saya tambahi biar agak sedikit jelas)
Ketika kebenaran itu diperoleh dari Alkitab, maka sentinel itu mengatakan bahwa membaca Alkitab sungguh mengasikkan. Seperti membaca sebuah Novel.
Mari kita pahami kisah Yesus yang sedang bercakap - cakap dengan perempuan Samaria.
Yohanes 4 : 1 - 15
4:1. Ketika Tuhan Yesus mengetahui, bahwa orang-orang Farisi telah mendengar, bahwa Ia memperoleh dan membaptis murid lebih banyak dari pada Yohanes
4:2 --meskipun Yesus sendiri tidak membaptis, melainkan murid-murid-Nya, --
4:3 Iapun meninggalkan Yudea dan kembali lagi ke Galilea.
4:4. Ia harus melintasi daerah Samaria.
4:5 Maka sampailah Ia ke sebuah kota di Samaria, yang bernama Sikhar dekat tanah yang diberikan Yakub dahulu kepada anaknya, Yusuf.
4:6 Di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas.
Kata kunci pertama yaitu sumur Yakub.
4:7 Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya: "Berilah Aku minum."
4:8 Sebab murid-murid-Nya telah pergi ke kota membeli makanan.
4:9 Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: "Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?" (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.)
4:10 Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup."
4:11 Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu?
4:12 Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini kepada kami dan yang telah minum sendiri dari dalamnya, ia serta anak-anaknya dan ternaknya?"
Kata kunci kedua yaitu Sumur Yakub telah memberikan air sejak lama.
4:13 Jawab Yesus kepadanya: "Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi,
4:14 tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal."
4:15 Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air."
Marilah kita sedikit merendahkan hati kita. Bahwa kita sering berperilaku seperti perempuan samaria itu. Yang menikmati air dari sumur yakub. Dan air itu sebenarnya dihasilkan oleh orang lain (Yakub )
Dengan kata lain, air itu diwariskan turun temurun.
Kita hidup dengan doktrin kekristenan yang turun temurun. Tetapi sebenarnya semua itu dihasilkan oleh orang lain.
itulah gambaran orang yang senang mencari pemahaman Firman Tuhan dari apa kata orang. Lebih prioritas buku - buku rohani.
Dari generasi ke generasi air sumur Yakub dijadikan sumber kehidupan.
Apakah itu salah ?
Tidak. Yesus tidak melarang. Tetapi yang Yesus inginkan yaitu tertuang seperti di dalam ayat 14
4:14 tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal."
Yesus ingin kita menikmati air yang timbul dari diri kita sendiri, sehingga kita menikmatinya.
Buku rohani bukan prioritas. Tetapi bisa dijadikan batu penjuru untuk mencari kebenaran yang timbul dari pemahaman kita sendiri.
Carilah kebenaran Firman Tuhan jangan dari sumur Yakub. Atau dari apa kata orang.
Sehingga ketika kita akan menunjukkan kesesatan orang, bukan dari ajaran oran lain. Tetapi dari pemahaman kita sendiri.
GBU