PERTARUNGAN antara Pendekar Samber Geledek dan Pendekar Pedang Api masih berlangsung sengit. Keringat sudah deras mengucur, hingga celana kolor dan kaos sport yang mereka kenakan basah kuyub, toh belum ada tanda-tanda siapa yang akan menyerah.
"Hoss...hos...hosss.....(Sialan, kuat bener tenaga si gendut ini, gua sampai cape menghadapinya)" demikian keluh Kiem dalam hati sambil terus pasng kuda-kuda siap melancarkan serangan berikutnya.
"Bwa ha ha ha ha......belum nyerah juga kau Kiem, nafas sudah senin kemis gitu masih nekat mau maju? Bwa ha ha ha......(Sial banget, udah tuwir gitu masih belum menyerah juga, kuat bener si Kiem ini)" Samuel pun ngedumel di balik tawanya yang masih menggelegar itu.
Kiem pun langsung menerjang dengan gerakan pedang yang semakin cepat.
"Sing-sing.... siuuuut.... trang-trang-trang..!" Gulungan sinar pedang yang menyambar ke arah tubuh Samuel dapat ditangkis oleh gulungan sinar Pedang Samber Geledek yang telah diputar dengan cepatnya . Kiem terkejut ketika merasakan betapa telapak tangannya menjadi panas dan nyeri setiap kali pedangnya tertangkis. Hal ini menandakan bahwa Samuel benar-benar amat lihai dan memiliki tenaga sakti yang amat kuat.
Dalam suatu kesempatan, sebuah tendangan keras mengenai punggung Kiem hingga terpental jatuh, dengan cepat Samuel mengarahkan pedang ke arah tubuh Kiem. Dalam keadaan genting itu, tiba-tiba berkelebat 3 bayangan yang langsung menangkis pedang Samuel.
"Siuuut trang-trang-trang...!" Samuel melenting ke belakang dan melihat siapa lawan yang barusan datang itu. "Siapa kalian ikut campur urusan kami hah?!" tanyanya lantang.
"Perkenalkan saya malaikat Mujizat-el."
"Saya malaikat Deta-el!"
"Dan saya malaikat Pni-el. Kami berempat adalah penjaga pintu taman Eden ini. Ketika melihat kegaduhan di gerbang sebelah Timur ini, kami bersama menuju kemari untuk melihat ada kejadian apa. Ternyata anda tengah bertarung dengan saudara kami Makimpos Gael yang bertanggung jawab di pintu sebelah Timur ini. Ada apa gerangan taihiap (pendekar besar) memerangi saudara kami ini?"
"Bwa ha ha ha.....rupanya ini 4 Malaikat Pedang Api yang kesohor itu. Ya saya ingin masuk untuk merasakan buah Pohon Kehidupan yang ada di dalam taman Eden ini, tapi temanmu ini melarangku masuk."
"Taihiap, tidak seorangpun yang diijinkan untuk masuk taman Eden ini, lebih-lebih untuk mengambil buah dari Pohon Kehidupan. Tuhan kami melarangnya, siapa pun yang masuk harus ditumpas. Dan kami berempat yang bertanggung jawab menjaga perbatasan taman ini. Silahkan taihiap mengurungkan niatnya kalau ingin selamat." ujar malaikat Pni-el dengan tegas.
"Bwa ha ha ha ha....sudah kepalang basah, umurku habis untuk mencari keberadaan tempat ini, setelah kutemukan bersama suhengku itu, apakah cukup dengan ucapanmu itu aku gentar? Bwa ha ha ha....silahkan kalian maju berempat kalau menghalangiku...."
"Dasar sok! Pendekar bandel, mari kita sikat aja sekalian!" sahut malaikat Deta-el meluap emosinya.
Mereka pun bergerak mengurung dan mengelilingi Samuel, sambil bergerak berkeliling mereka menyusun serangan berantai yang susul menyusul dan yang datangnya dari arah yang tidak tertentu. Diam-diam Samuel terkejut. Sejenak dia menjadi bingung. namun dia sudah dapat mengenal dasar jurus 4 malaikat yang terkenal itu dan ia menggerakan pedangnya secara otomatis untuk menangkis semua pedang yang datang menyambar. Akan tetapi sekarang,sukar sekali menentukan dari mana serangan akan datang, dan gerakan mengelilinginya itu benar-benar mendatangkan rasa pusing.
Marahlah Samuel, tiba-tiba mengeluarkan pekik yang amat dahsyat, dan tubuhnya mendadak membalik, pedangnya menyambar dibarengi tangan kirinya mendorong ke depan.
"Prak-prak...dessss!" Dua orang pengeroyok menjerit dan roboh. Namun tak lama dia pun kena tendangan dari malaikat Pni-el dan terpelanting jatuh.
"Hentikan!!" Suara menggelegar itu datang dari lelaki berkuda yang tadi tengah menonton pertandingan sambil mengisap cerutu, kini dengan gerakan yang sangat ringan dan indah tatkala meloncat dari punggung kuda itu, kini sudah berdiri di hadapan mereka.
"Para lojin eden, harap hentikan sejenak perkelahian ini. Istriku sebentar lagi datang..."
"Bah, apa pulak hubungannya dengan istri lu , hei pendekar rambut panjang?" Sahut malaikat Deta-el sengit.
"Hari ini ulang tahun suteku ini, harap kalian menghormatinya. Istriku datang membawa kue ulang tahun dan beberapa teman-teman kami pun sudah mengetahui keberadaan kami di sini. Hentikan sejenak untuk kita menikmati apa yang dibawa teman-teman nanti." Usai berkata demikian, tiba-tiba dari arah kerimbunan pepohonan melesat seorang wanita dengan gerakan yang cukup ringan.
Melihat gerakan wanita yang membawa Kue Tart ulang tahun tanpa merusak sedikit pun kue tersebut, menandakan betapa tinggi ilmu ringan tubuhnya. Tiba-tiba dari arah berlainan muncul banyak pendekar yang namanya cukup terkenal, berdatangan dengan membawa aneka makanan yang cukup special.
Ada pendekar Priska yang membawa Empek Empek.
Pendekar Clara Anita yang membawa Steak dan Salad.
Pendekar Erick membawa Chicken Gordon Bleu.
Pendekar Vantilian pun hadir membawa Chinese Food.
Pendekar Joli membawa Udang Gulung Mayonais.
Pendekar Jurus Pasir Sandman membawa Sup Tom Yam.
Pendekar Hiskia22 juga membawakan Nasi Goreng Keju.
Pendekar Iik J pun membawakan Nasi Goreng Kare Kambing.
Pendekar Raissa Eka Fedora membawa Nasi Goreng Tom Yam.
Pendekar Evilya Hardy juga membawa Nasi Goreng Sapo Ayam.
Pendekar Sumpit Sakti Godarmy membawakan Bakmi Goreng Campur.
Pendekar Gedalia Lynch membawakan Nasi Goreng Masir.
Juga datang Ki Purnawan dan Ki Purnomo, masing-masing membawa Ciu Bekonang dan Kamput cap Tikus.
Sementara pendekar-pendekar yang lain, yang tidak membawa apa-apa, juga hadir, karena memang mereka sudah terjalin pertemanan sebagai orang yang membawa misi untuk mengajar Jalan Kehidupan Abadi kepada semua umat manusia.
"Handai taulan, mari kita nikmati bersama hidangan yang telah tersedia di depan kita ini. Para lojin eden, silahkan bergabung bersama kami. Lupakan sejenak urusan kita ini." Ujar pendekar berambut panjang mempersilahkan dengan lemah lembut.
"Bagaimana ini?" Tanya Pni-el ragu-ragu.
"Udah deh sikat aja, lagian gue laper juga abis berkelahi dari tadi." Sahut Kiem mendesak. Akhirnya mereka sepakat untuk ikut dalam perjamuan khusus itu.
"Ini ulang tahun suteku yang ke berapa, biarlah menjadi rahasianya. Tanggal berapa pun tetapi tetap bulan November ini. Mari kita bersama-sama berdoa dan kemudian menyanyikan lagunya JAMRUD yang berjudul Selamat Ulang Tahun bersama-sama......"
Dan mereka pun bernyanyi bersama dengan hati gembira. Makanan melimpah ruah diiringi nyanyian yang indah, senyum mereka pun merekah.
SELAMAT ULANG TAHUN (Samuel Franklyn)
Hari ini, hari yang kau tunggu
Bertambah satu tahun, usiamu,
Bahagialah slalu
Yang kuberi, bukan jam dan cincin
Bukan seikat bunga, atau puisi,
Juga kalung hati
Maaf, bukannya pelit,
Atau nggak mau bermodal dikit
Yang ingin aku, beri padamu
Do`a s`tulus hati …
Reff:
Smoga Tuhan, melindungi kamu
Serta tercapai semua angan dan cita citamu
Mudah mudahan diberi umur panjang
Sehat selama lamanya..
(Selamat ulang tahun yaaa…Semoga panjang umur selalu.. )
Selamat Ulang tahun …. Selamat Ulang tahun …
Semoga Bermanfaat Walau Tak Sependapat



