"Mom, ternyata menjadi suami-istri itu nggak enak ya?"
"Napa emang?" tanyaku
"tuh banyak yang tengkar, lalu cerai seenaknya lagi.."
"tahu nggak om dan tante Tono, temen mama tuh, sekarang si om pergi ke luar kota nggak pulang lagi. Pisah mom, mereka pisah. Sekarang Tira (anak perempuan Tono, teman karib Clair) jadi pendiem, udah gitu ya mom, dia sekarang nggak suka cowok, maunya punya pacar cewek aja.." cerita Clair.
"mosok? nggak lah, dia hanya tomboy aja.."
"beneran, dia sendiri yang cerita kok"
"sekarang pacarnya cewek"
.......................
"Lagi, mama ingat Bom2 yang mama suka itu? sekarang nakal sekali loh, kemarin ketangkep polisi gara-gara ketahuan oret-oret tembok. Itu juga papa mamanya tengkar terus, papanya suka ama mamanya Joice. Sekarang mau cerai.."
"Mom kenapa sih mereka begitu? Ihhh jadi ngeri ya jadi suami istri bila nantinya hanya saling tengkar.."
"Lihat Papa mama, om tante Toni, Om-Iik.. lihat lagi, apakah semua mengerikan?"
"iya nggak juga sih"
"Nah.. emang begitulah dunia, warna warni, coreng moreng, dan memang harus di hadapi dan di jalani.."
"Lah mama dulu bisa sama papa piye? tahu nggak ini besok tengkar atau tidak, cerai atau tidak?"
bla...bla.. bla...bla.. bla..
=======================================================
Memang ada banyak cerita tentang teman-teman Clair, setelah mereka ngumpul kembali. (Clair, anak Joli selama 1,5 tahun lalu sekolah di China)
Bukan hanya Clair saja yang heran dengan kenyataan ini. Joli pernah mendengar hal anak-anak yang menjadi korban ketidak harmonisan keluarga, mengkompensasikan perasaannya dengan menjadi tidak semestinya. Namun ketika mendengar bahwa ada yang mulai mengekspresikan dengan kesukaan sesama jenis, itu hal baru bagi Joli. Ada satu kerinduan besar untuk menolong mencegahnya, tapi bagaimana caranya? ini hal baru buat-ku.
Don't know what to do.. :(