Submitted by esti on

Malam itu dia mengadu ke saya:”bu hati saya sedih banget…bu bisakah kita telponan? Jawabku: kenapa lagi sih….ya bisalah ini no hpku o8xxxxx.

Lalu kamipun telponan, dia cerita kalau habis ditipu laki-laki, baik secara materi maupun hatinya disakiti. Lalu saya Tanya siapa laki-laki itu? Eh..eh.. ternyata salah satu dari muridku yang selama ini kelihatannya sangat baik, sopan dan saleh.

Weleh bagaimana ini? memang benar cinta itu buta tidak bisa melihat betapa jauh perbedaan usia diantara mereka, yang wanita sebut saja riri 39 th yang pria sebut saja Udin 24 th…

Riri adalah janda ditinggal mati suaminya dengan anak satu, Udin memang kelihatan masih perjaka dalam arti belum menikah. Riri bekerja untuk kehidupannya bersama anak perempuannya, sedangkan Udin mahasiswa yang butuh biaya. Jadi selama satu tahun belakangan ini semua ongkos dan biaya kuliah si Udin ditanggung sama Riri....wah ..wah..wah.. enak banget si Udin.

Cerita diatas adalah kisah nyata dari salah satu sahabatku, sebenarnya sudah sering saya mendengar, membaca kisah cinta ”buta” maksudku mata terbuka tapi tidak digunakan sebaik-baiknya....jadi bisa dikatakan tidak ada bedanya dengan orang buta.

Saya sendiri bingung apa yang mesti saya sarankan ke sahabatku ini, aku Cuma berkata bahwa dia masih cukup cantik dan masih banyak pria lain yang nanti bisa jadi pasangan yang cocok, sudahlah berhenti mengharapkan Udin, anggap saja dia sebagai adik....dan lupakan semua hutang atau kebaikan yang pernah diberikan ke Udin dan jangan diungkit-ungkit lagi, tapi juga jangan mau memberikan uang lagi ke Udin.

Mulailah dengan melihat kenyataan bahwa hidup ini bukan Cuma sekedar cinta buta saja, masih banyak hal-hal indah yang belum diungkapkan, jadi marilah kita menemukan keindahan hidup yang dianugerahkan Tuhan kepada kita....weleh sok tau banget nih neney..

Biar si nenek nggak sok tau...jadi teman-teman di SS yang pakar di bidang penyembuhan ”cinta buta” tolong tambahkan nasehat, saran atau apa gitu yang bisa meringankan beban sahabatku si Riri....sebelum dan sesudahnya terima kasih ya.

Salam”