Submitted by Erfen Gustiawa… on

Wahai aku yang menyembah “AKU”,

Tidakkah engkau malu telah menyebut dirimu “AKU”?

Lihatlah betapa bodohnya dirimu

Keangkuhanmu menunjukkan kebodohanmu

Wahai aku yang memberkati “AKU”,

Engkau laksana anak durhaka pada orangtuamu

Karena menganggap dirimu sehakikat dengan SANG PENCIPTA

Banyaknya milenium yang kaulewati, tak menghapus kebodohanmu

Wahai aku yang menganggap “AKU” bijak,

Engkau merasa bijak, padahal tetaplah bodoh

Engkau masih tertipu dengan ia yang meliukkan perutnya di atas tanah

Sekarang pun engkau tertipu, dan tertipu lagi olehnya

Wahai “AKU”yang tertipu oleh malaikat jatuh,

Tipuan terbesarnya adalah sembunyi darimu

Membuatmu menganggapnya tidak ada

Membuatmu menganggap Sang Pencipta juga sirna

Wahai “AKU” yang angkuh,

Engkau menganggap KEBENARAN ada di dalam dirimu

Padahal kau tak lebih dari debu tanah tiada arti

Tetapi DIA telah mengangkatmu, sayangnya kembali kau tak berbudi

Wahai “AKU” yang berasal dari debu tanah,

Kapankah kau berbalik dari kedurhakaanmu?

Semua utusan-Nya kau tolak, bahkan kau tertawakan

Tidak kau tertawakan, tetapi kau hiraukan

Wahai “AKU” yang dikasihi oleh DIA,

Berbaliklah dari langkah yang kau anggap bijak

Karena pengejaran hikmat adalah sia-sia

Tetapi takut akan DIA adalah permulaan pengetahuan