Submitted by Tante Paku on

Kalyana Resort

     SEBENARNYA saya menunggu teman-teman peserta menuliskan tentang hasil Kopdarnas Blogger SABDA Space 2010 terlebih dahulu, tapi kok belum pada muncul, apa masih di dapur sensor atau lagi males menuliskannya karena cape? Saya dulu terbiasa menulis dikejar deadline, jadi maunya kemarin saya ingin menuliskannya secara bersambung, tapi mengingat semua yang datang bisa menulis, saya penginnya menikmati saja hasil laporan teman-teman yang lain. Berhubung ada yang meminta karena pengin segera mengetahui kegiatan yang terjadi selama Kopdarnas, hari ini saya susun dari sudut pandang saya selama mengikutinya. Tentu saja saya berharap teman yang lain ikut menuliskannya agar tersusun suatu mozaik yang makin utuh tentang pertemuan setahun sekali ini.

26 Juli 2010

     Sepulang kerja, kutaruh HP di meja kerja, tiba-tiba ada SMS masuk, dari Joli, yang mengabarkan sudah ada peserta Kopdarnas Blogger SABDA Space datang ke RUMAH TURI, segera saya mandi untuk secepatnya menemuinya.



     Tiba di Rumah Turi saya lihat sudah ada 5 orang yang duduk di beranda rumah. Yang pertama saya salami adalah seorang lelaki muda yang belum pernah bertemu sama sekali, tapi saya sudah menduga kalau dia adalah salah satu The Godfather dari Bali yang berjuluk M23, benar juga! Kami berjabat erat seperti teman akrab yang lama tidak berjumpa darat.



     Ada cerita menarik yang bisa saya rangkai dari perbincangan dengan M23 ini, beliau membawa oleh-oleh yang sangat istimewa, selain Kopi Bali seri Gold, ada satu lagi minuman khas Bali yaitu Arak Bali yang dipesan secara khusus oleh Pak Wawan untuk jamu kuat. "Membawa arak Bali ke pesawat itu tidak mudah saat ini," katanya. Dan saya pun membayangkan cerita tentang arak Bali itu.



     Memang ada peraturan baru bahwa tidak diperbolehkan membawa Arak ke luar Bali dengan pesawat, padahal M23 sudah berjanji akan membawakan pak Wawan, tentu ia tidak ingin mengecewakannya. Setelah memutar otak akhirnya M23 nekat membawa jerigen 5 literan, dan bagian luar jerigen beliau tulis dengan spidol hitam



"AIR SUCI DARI PENDETA".



     Ketika petugas bandara Ngurah Rai menanyakan apa isi jerigen tentengan M23 itu, dengan tangkas ia menjawab,"Ini air suci dari pendeta saya untuk teman di Solo sebagai obat." Tapi petugas sangat curiga melihat barang yang tidak lazim itu, lalu segera membuka tutupnya dan mencium isinya. Petugas yang sudah terlatih itu langsung tahu bahwa bawaan M23 tersebut adalah ARAK.



     Dengan sangat sopan petugas berbisik agar tidak mengundang perhatian,"Pak, ini arak ya?"



     Dengan berlagak pilon M23 tanpa merasa bersalah pura-pura kaget : "Waow PUJI TUHAN!!!, ternyata hari ini telah terjadi mujizat besar, Tuhan sudah mengubah AIR menjadi ARAK!! Puji Tuhan, halleluya!!!!"



     Arak Bali pun bisa tiba dengan selamat di tangan yang berhak.



     Selanjutnya saya menyalami seseorang yang sudah tidak asing lagi, karena memang tahun kemarin sudah pernah berjumpa yaitu Suhu Hai Hai. Tidak ada perubahan yang banyak pada diri suhu ini, kecuali OTAK TENGAHnya, barangkali otak tengahnya semakin cerdas karena seringkali di aktivasikan.



     "Wah bengcu baru dapat rejeki banyak nih!" celetuk saya "Pasti menang taruhan rumah dan mobil kan?"



     "Ha ha ha ha.....mereka tidak berani bertaruh!" jawabnya sambil tertawa renyah.



     "Sudah bawa sumpit saktinya ndak?" tanya saya lagi.



     "Wah iya saya malah lupa, yang saya bawa malah SEDOTAN MINUMAN!" Begitulah walau yang dibawa sedotan tapi bukan sembarang sedotan, karena nanti akan dipakai juga untuk bermain SULAP tanpa PALUS eh maksudnya tanpa mantra.



     Kemudian saya menyalami seorang wanita seumuran Joli, tapi saya sudah diceritakan bahwa wanita ini turut membantu banyak kemudahan dalam jumpa darat ini yaitu Mama Nia. Lalu saya beralih menyalami suami Mama Nia yang melihat rautnya pasti ramah, walau semula tampak kaget ketika Mama Nia bilang bahwa, "Ini Tante Paku!" Saya maklum, dipanggil Tante kok nggak kayak tante-tante ha ha ha ha......Begitulah yang sering terjadi bila berjumpa dengan saya, apa boleh buat dunia maya dan dunia nyata kadang bisa berbeda, mestinya saya pakai Make Up kaya HUDSON Jessica agar penampilan semakin tambah menghebohkan. Kami bersalaman erat seolah sudah pernah jumpa seraya terbahak bersama.



     Kami terlibat pembicaraan sebentar, untuk kemudian kembali menyimak cerita Hai Hai yang sempat terpotong dengan kedatangan saya tadi. Sambil ngobrol kami menikmati oleh-oleh yang dibawa Hai Hai Kue Semprong Kw 2 bikinan mamahnya dan kue istimewa Bikang AMbon. Tak berapa lama Ari Thok datang, menyusul Theo, kemudian IiK j mengabarkan kedatangannya untuk dijemput di dekat Hotel Arini dan Ari pun bertugas menjemputnya. Heran, Iik kok senangnya berhenti di dekat hotel ya?



     Lalu kami berangkat bersama untuk mencari makam malam, kali ini yang dipilih NASI LIWET di daerah Widuran. Di tempat lesehan nasi liwet itu masih ada Blogger SS yang berdatangan. Ari Thok pun bertugas kembali menjemput NONI, kali ini hatinya agak bergetar, mungkin batinnya berbisik, "Apa motor gua kuat yang diboncengin Noni?"



     Sebelum Ari dan Noni datang, muncul Ibu Yulia dan Mark serta Jessica, Jessica ini punya talenta menggambar dengan gaya Manga, di tempat itu dia membuat sktesa wajah-wajah kami dengan cepat dan hasilnya bisa terlihat. Tak lama kemudian datang OKULASI sendirian dan langsung bergabung untuk memesan Es Teh, nasi liwet ia lewatkan karena baru saja makan. Noni pun muncul dengan membawa satu kardus teh yang siap ia tukarkan dengan sejumlah uang untuk pelayanannya sementara Ari memeriksa sepeda motornya, rodanya masih bulat atau sudah BENJO, shock brekernya masih kuat atau sudah loyo? Dan Ari Thok pun makan dengan lahapnya karena lelah setelah menjadi tukang ojek dengan 2 penumpang yang berbeda beratnya.



     Setalah menikmati nasi liwet kami kembali ke rumah turi untuk melanjutkan berbagai topik obrolan. Tentu saja kami pasti menyebutkan nama-nama blogger SS yang tidak bisa datang dan blogger-blogger baru dengan berbagai kekurangan dan kelebihannya. Tak segan kami memujinya atau mentertawakannya. Apakah nanti Mujizat datang? Kiem datang? Alvares datang? Namun Pniel katanya nggak bisa datang ada kepentingan mendadak. Saya sudah menduganya bahwa mereka pasti tidak datang, mungkin SAMA SAMA TAKUT, agar tidak mengesankan takut tentu mereka akan memakai alasan klasik seperti Pniel, ada kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan. Tetapi kalau mereka datang, saya akan meminta Iik menghubungi RONGGOWARSITO agar datang untuk membawa LAYANAN TANDU, AMBULANS, plus BURIAL PACKAGE-nya.



     Tak lama kemudian DANIEL yang hari minggunya akan melangsungkan resepsi pernikahan datang sendirian dan itu menjadi santapan empuk para blogger untuk menggodanya. Tawa riuh rendah pun bersahutan.



     Malam semakin larut, Mamania dan sang suami pamit pulang, Joli tak lama menyusul pulang, Iik dan Noni pamit mandi dan terus istirahat tanpa keluar lagi.  Daniel pun pamit juga, kemudian Arithok serta Theo mengikutinya. Maklum besok masih ada  perjalanan ke tempat Kopdarnas yaitu di Resort Kalyana Kaliurang Jogyakarta, maka saya pulang bareng Okulasi tepat jam 24.00, kami berdua tamu terakhir yang menemani ngobrol M23 dan Hai Hai, saya berharap mereka bisa beristirahat untuk menjaga kondisinya, walau dalam hati saya mengatakan MUSTAHIL mereka tidur dengan cepat, karena pasti masih  terjadi ritual ngobrol sampai pagi.



27 Juni 2010



     Saya memang mau dijemput ke rumah, rencana yang disusun berangkat sekitar jam 10.00 atau 11.00 pagi,tetapi sampai jam 12.00 siang jemputan belum ada tanda-tanda datang. Ternyata mereka hampir melupakan saya, karena mobilnya sudah kebablasan, untung masih dekat jadi mereka putar untuk ke rumah saya. Karena tidak begitu jauh, tak berapa lama 2 mobil datang dan berhenti tepat di depan rumah. Mereka pun disambut gonggongan rombongan ANJING BLOGGER yang WATON BENGOK itu,  saya tak ingin memberi kesempatan para Anjing Blogger itu keluar, nanti dikuatirkan bisa terjadi debat yang menyita waktu. Saya segera masuk mobil dan langsung tancap gas.



     Mobil yang di depan saya, Hai Hai, Joli dan Iik, mobil di belakangnya My Bojo, M23, Nobita dan Noni. Sementara Ari thok berangkat naik sepeda motor untuk menjemput Riyanti ke Jogya dan langsung ke TKP. Semobil bersama Hai Hai jelas tak akan kehabisan topik, tapi topik yang paling lama dibicarakan yaitu membahas Iik J dan penginjilannya yang penuh WARNA itu. Toh selama perjalanan Joli selalu saja HPnya berbunyi, karena ditunggu peserta lain yang sudah dari jam 9 pagi tiba di tempat. Beginilah selalu kejadiannya, bila kopdarnas dengan Blogger SS, waktu bagai tak berlaku. Toh peserta yang datang duluan ada hiburannya yaitu bermain bola di lapangan rumputnya, pastinya sangat mengasyikkan.

RESORT KALYANA



     Tanpa makan siang terlebih dahulu, rombongan kami langsung bergabung dengan peserta dari YLSA yang sudah menunggu, Tak lama

kemudian Viksion, PWijayanto, Mamania dan Papania, Ari Thok dan Riyanti tiba dan acara pun dimulai. Mulai dengan bernyanyi, berdoa dan selanjutnya memberi penjelasan tentang seluk beluk CD SABDA. Dan peserta pun mendapatkan 12 paket CD secara GRATIS yang terdiri :



  1. Audio Alkitab MP 3 King James Version.

  2. Audio Alkitab MP 3 Bahasa Yunani.

  3. Drama Audio Kitab Suci MP 3 Indonesia Shellabear.

  4. Drama Audio Alkitab MP 3 Bahasa Malay.

  5. Drama Audio Alkitab MP 3 Bahasa Mandarin.

  6. Drama Audio Kitab Suci MP 3 Jawa Suriname.

  7. Drama Audio Alkitab MP 3 Bahasa Aceh.

  8. Drama Audio Kitab Suci MP 3 Bahasa Sunda.

  9. Drama Audio Kitab Suci MP 3 Bahasa Jawa.

 10. Drama Audio Alkitab MP 3 Bahasa Madura.

 11. Drama Audio Alkitab MP 3 Bahasa Bali.

 12. Drama Audio Alkitab MP 3 Bahasa Nias.



     "Freely you have received, freely give."




     "Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma." (Matius 10:8b)



     To GOD be the Glory



     Setelah acara selesai, acara berikutnya FOTO BERSAMA di depan villa yang terhampar rerumputan  hijau  itu. Para blogger SS bagai selebritis, banyak kamera mengarah ke kami dengan berbagai angle-nya. Karena banyaknya peserta, tentu gambar para bloggernya tidak bisa jelas kelihatan wajahnya, itu saja sebagain sudah ada yang pulang karena ada acara lain. Saya jadi terpikirkan, kenapa fotonya tidak dari awal tadi ya? Seandainya acara pertama kali adalah FOTO BERSAMA, pasti semua peserta punya dokumentasi yang lebih lengkap tentang kebersamaan

ini. Sayang sekali ya?



     Acara berikutnya, tentu makan bersama, maklum perut kami sudah keroncongan, saya sudah tidak dapat menyimaknya tadi dengan baik karena lapar. Papania pun datang membawa beberapa kardus nasi dengan menu Ayam panggang dan goreng. Kami pun melahapnya dengan cepat, ada yang di ruangan villa, namun sebagian besar di kursi taman sebelah villa. Karena sudah senja, penerangan yang remang dari lampu taman dan beberapa lampu minyak tradisional yang sengaja di tata berjajar agar tampak artistik, mata kami harus awas untuk menyendoknya. Si Hai Hai ini rupanya punya

perbekalan lapangan, ia membawa senter kepala, hingga ia bisa menikmati makan tanpa takut keliru dengan apa yang masuk ke mulut, sementara M23 pun menyalakan korek api gasnya yang ada lampunya. Toh terang atau remang, semua nasi pun tandas masuk ke dalam perut. Ini memang masakan special dari Mamania, lidah saya sangat cocok dengan rasanya. Mamania memang punya usaha catering, jadi tidak mengherankan lagi kalau beliau punya resep khusus.



ACARA HIBURAN.



     Setelah selesai makan, maka Papania memberikan beberapa botol bekas kepada Hai Hai untuk dipecahkan dan dipilih yang memenuhi kriteria sebagai alat dalam acara hiburan MENGINJAK BELING TANPA TRIK. Untuk pertunjukkan sulap  biarlah blogger yang lain menuliskannnya deh. Karena saya sudah tau beberapa triknya.



     Saya selalu terbeban untuk bertahan tidak menulis tentang trik-trik beberapa sulap, karena itu mengingatkan seorang teman saya yang pekerjaannya menjual alat-alat sulap di kaki lima, di Sekatenan maupun di sekolah-sekolahan. Ia melakukan itu untuk menghidupi keluarganya yang hidupnya sangat sederhana, ia bisa dapat penghasilan cukup bila ada yang mengundang untuk acara pesta ulang tahun anak-anak atau mengisi acara-acara setiap memperingati hari kemerdekaan Indonesia di setiap bulan Agustus. Tapi memang paling sering ia menjajakannya di kaki lima, saya sering menontonnya dan akhirnya menjadi sahabat.



     Persahabatan ini membuat saya diajari beberapa trik sulap yang dikuasainya. Permainannya tak kalah dengan yang professional, kecepatan tangannya melebihi kecepatan mata melihat, maklum memang sehari-hari ia melakukan itu. Bahkan ketika saya menemaninya, pernah tidak laku alat-alat sulapnya sama sekali, saya pun membelinya beberapa alat sulapnya dengan memakai alasan teman saya pesan.



     "Kenapa tidak beli dari tadi? Kalau tadi beli kan aku bisa langsung pulang, enggak cape bermain! Tadi yang nonton banyak, yang beli nggak ada," ujarnya seperti menyesalkan sikap saya.



     "Aku senang nonton caramu bermain kok, kalau langsung tak beli aku tidak bisa mempelajari trik-trikmu itu!" Ia pun tertawa dan segera menuju warung nasi untuk membeli beberapa bungkus nasi.



     "Aku pulang dulu ya, anak-anakku dari siang tadi belum makan, maklum sepi. Besok aku jualan ke alun-alun Selatan, kamu datang lagi ya, siapa tahu bawa rejeki he he he....."



OBROLAN MASA DEPAN



     Setelah semua pertunjukkan selesai, acara pun bebas, mau ngobrol dengan siapa saja boleh. Seperti sudah jadi tradisi, dimana ada blogger disitu pasti ada laptop. Lucunya, barangkali beginilah cara ngobrol di masa depan. Mereka yang di depan laptop, Iik, Noni, Nobita dan Arithok masuk ke Shoutbox SS dan Facebook untuk ngobrol, padahal mereka berada di ruangan yang sama!



     Beruntung di kotak ijo SS ada yang masih belum tidur, yaitu minie serta  test dan si minie pun dikeroyok oleh gadis-gadis ini tanpa bisa tau bahwa mereka berada di ruangan yang sama! Si minie memang paling mudah dikerjain di kotak ijo kok. Sementara pak Wawan juga memakai laptop untuk memasang foto-foto yang dijepret sore tadi. Ari Thok juga sibuk menempel Video  Streamingnya, sayang nggak seperti yang diharapkannya, hingga menuai kritik dari Y-Control yang menunggunya di tempat jauh, "Yang keluar kok wajahnya Ari Thok, bikin nggak bisa tidur!" katanya di kotak ijo.



     Saya duduk dekat Nobitea dan ngobrol akrab, walau baru kenal tapi Nobitea mudah akrab, maklum bie anak Jakarta yang sering mangkal di Ancol, jadi sangat berani, pulang pergi sendirian dari Jakarta-Solo-Jakarta. Saya memang tidak pernah pegang laptop, maklum saya juga anggota KKG (Komunitas Kaum Gaptek) jadi memang tidak memerlukan laptop dalam keseharian. Saya pun disuruh bie on line ke SS untuk ikut ngobrol, bahkan M23 pun menyuruh untuk menggoda minie ha ha ha ha ......



     Saya diajari bie memakai laptop, pertama agak kaku, akhirnya bisa juga. Untuk melemaskan jemari saya coba bikin blog PUISI, kalau bikin blog yang lain takut nanti malah kehapus karena kecerobohan, cape-cape nulis kalau hilang kan sayang.



     Malam semakin dingin, satu persatu peserta berguguran untuk melepaskan penat. Iik pamit mau tidur tapi masih  bisa menyempatkan diri bikin blog di SS dan langsung di postingkan. Mamania dan suami pamit pulang jam 2 pagi. Setelah itu Iik  naik ke lantai atas bersama bie, tak berapa lama di susul Noni. Joli juga pamit tidur menyusul my bojo ke villa satunya lagi. Kemudian dengan berjingkat-jingkat pak Wawan pilih tidur menyusul para gadis tadi. Tak berapa lama terdengar dengkur pak Wawan, artinya memang tidur beneran, kalau tidak terdengar dengkurnya, saya

pasti mengeceknya, kuatir kalau para ponakan gue di he he he he......



     Hai Hai masih betah ngobrol sama M23 dan Pwijayanto. Sambil mendengarkan Pwijayanto tiduran di sofa panjang sampai tidur beneran. Saya kemudian masuk ke kamar untuk melihat bola sambil tidur di sofa, tak berapa lama Ari Thok menyusul. Karena gambar di televisi kurang bagus, saya pun enggan menonton pertandingan bola itu. Saya pejamkan mata sambil masih mendengarkan obrolan Hai Hai dan M23, sesekali terdengar tawa keras mereka memecah kesunyian. Saya tidak tahu jam berapa mereka ke luar untuk ke villa satunya lagi, menurut keterangan setelah sampai di villa itu mereka bukannya langsung tidur, tapi masih meneruskan

obrolannya. Jadi teringat film The Gods must be crazy 2, ada dua sahabat yang selalu memisahkan diri untuk bermain kartu dalam kondisi apa pun, baik jam istirahat maupun waktu baku tembak. Konon, keduanya tidur jam 7 pagi!



     Jam 6 saya terbangun ketika mendengar suara riuh di lapangan rumput villa, banyak keluarga sudah pada berolah raga, ada yang main bola, ada yang berenang, bulutangkis atau sekedar rebahan saja. Ari Thok ikutan bangun sebentar terus tidur lagi. Saya pun mandi berendam dengan air panas, nikmat sekali pagi ini suasananya. Setelah mandi saya keluar kamar, melihat masih ada satu buah apel, ah bagus untuk mengisi perut yang kosong sebagai sarapan pembuka. Saya melihat Pwijayanto mesih tidur di sofa, sesekali terdengar, entah ngelindur atau ngedumel, "YHWH

dibacanya Yahwe bukan Jehova....."



     Saya pun naik ke lantai atas untuk mengecek keberadaan penghuninya. Pelan-pelan saya naik agar tidak menimbulkan suara saya harus berjingkat satu demi satu anak tangga. Tidak terdengar dengkur pak Wawan lagi, artinya sudah bangun atau sebentar lagi pasti bangun. Ternyata masih tidur di kasurnya sendirian, saya tahu karena pintunya tidak ditutup. Sementara kamar yang satunya pintunya sudah terbuka, saya lihat 3 gadis tadi sudah mulai menyisir rambutnya artinya baru bangun. Ah sepertinya tidak terjadi apa-apa, saya pun turun kembali.

 

    Pwijayanto sudah bangun dan langsung keluar untuk duduk di taman. Saya pun menemaninya dan terlibat obrolan yang mengasyikan. Tak lama kemudian pak Wawan sudah bergabung dengan kami.



(Bersambung)

 

Semoga Bermanfaat Walau Tak Sependapat