Submitted by Maryza Pamungkas on

Sahabat sabda, semoga tulisan saya bermanfaat bagi para sahabat dan pembaca website ini.. kiranya Tuhan berkenan memberkati dan menguatkan iman kita dari hari ke hari :)

Saya adalah seorang mahasiswa pasca sarjana di Taiwan dengan beasiswa penuh dari TETO (Taipei Economic and Trade Office). Usia saya 26 tahun, saya dilahirkan dari keluarga muslim dan mulai mengenal Tuhan Yesus sejak usia 19 tahun dari pacar saya.

Ya, sudah 7 tahun kami pacaran hingga saat ini! Seingat saya, umur 22 atau 23 tahun saya mulai rajin ke gereja dan berdoa secara kristen, saya mulai percaya dan mengimani Tuhan Yesus sebagai Allah saya. Sampai sekarang hubungan kami berdua belum direstui oleh keluarga saya, apalagi iman Kristiani saya. Ibu saya pernah "mengancam" akan membunuh saya apabila saya nekat pindah agama. Sehingga akhirnya saya memutuskan untuk mengimani Tuhan Yesus secara diam-diam sambil belajar dan menyerap sebanyak-banyaknya.

Selama 7 tahun pacaran, kekasih saya adalah orang yang telah menginspirasi saya dalam banyak hal. He has such a wonderful heart, i feel an unconditional love. Tidak hanya kekasih saya, tetapi keluarganya juga sangat berbeda dengan keluarga saya.. Setiap kata dan tindakan mereka didasari cinta kasih, sesuatu yang jarang saya dapatkan di keluarga saya. They inspired me in such a myterious way, and everytime i met him and his family.. i feel bunch of love in my heart. Bisa dikatakan, saya berubah menjadi wanita yang lebih baik karena pengaruh kekasih saya :')

Hingga akhirnya.. tanggal 28 april 2012..

Hari itu tepat seminggu anniversary tanggal jadian kita (unyu ya pake acara anniversary :D)

Selama beberapa minggu di bulan april 2012 pacar saya menjadi berubah, saya bisa merasakan bahwa ia menjaga jarak dsb, tapi saya berusaha positif thingking karena memang ia sibuk bekerja..

Namun di hari itu saya mengetahui bahwa selama 3 minggu ia dekat (baca:selingkuh) dengan wanita lain. Wanita yang jauhhhhh lebih cantik dari saya, seorang aktivis gereja, dilahirkan secara kristen, dan banyak hal-hal lainnya yang lebih daripada saya.

I cried for many days. Doing nothing, eating nothing, no sleeping, i lose 5-6 kilos of my weights.. Feeling miserable because i am not good enough, not beautiful enough, i was not born as christian, and feel selfish because i chose to study aboard rather than stay in Indonesia for him. Intinya, saya merasa down dan jujur sempet beberapa kali kepikiran ingin mati, which is stupid >.<

Tapi atas kuasa Tuhan Yesus, saya dipulihkan. Selama tinggal di Taiwan saya beribadah di sebuah gereja khusus ekspatriat dan saya rajin mengikuti pendalaman Alkitab setiap minggu. Dalam keadaan sesak hati, saya menceritakan semuanya ke pendeta saya, juga ke ibu dari pacar saya (such an inspirational woman i've ever known), dan mereka setia mendoakan juga menasihati saya agar kuat dan tidak bertindak gegabah.

Hingga saat ini saya percaya apa yang terjadi sejak akhir april sampai hari ini adalah mukjizat Tuhan. Tangan Tuhan Yesus lah yang menggerakkan hati dan pikiran saya untuk googling setiap renungan dan ayat dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Hingga akhirnya saya mengerti bahwa saat-saat yang saya alamai adalah jawaban atas doa saya. Selama ini saya berdoa ingin menjadi pribadi yang lebih baik dan berkenan di hadapanNya. Dan Tuhan memberi saya kesempatan untuk menyelidiki hati saya, mengevaluasi karakter saya..

Saya baru menyadari bahwa masalah terbesar saya selama ini adalah: 

1. Saya terlalu mencintai pacar saya melebihi apa pun, bahkan mungkin Tuhan Yesus. Yes, my boyfriend always influenced me to be a better person. But, it is a GOD's will. Selama ini semua sedih, senang, rasa syukur saya kebanyakan berhubungan dengannya. 

2. Saya adalah orang yang sangat keras terhadap diri saya sendiri dan khususnya orang-orang di sekitar saya. Adalah hal yang biasa bagi saya untuk marah, mengeluh, menggerutu, dendam, berpikiran negatif, dan lain-lain.

Hingga suatu hari, tepatnya hari rabu 23 Mei 2012 ketika saya merasa lelah dan capek dengan semua masalah ini.. saya menemukan sebuah website (www.godtalkstoyou.com) yang menulis bahwa mereka bisa membantu kita untuk berkomunikasi dengan Tuhan. Saya pikir, kenapa tidak saya coba.. tidak ada salahnya..

Di meditasi yang penuh tangis, hari itu saya berkomunikasi dengan Tuhan Yesus.. Saya bertanya kepadanya "Tuhan Yesus, apa yang ingin saya lakukan selanjutnya?" Tuhan menjawab "Forgiving. Be a forgiving person, My Child" artinya "Mengampuni. Jadilah orang yang pemaaf, anakKu"

Hati saya berdebar karena gembira, shock, dan surprise. Kemudian saya buka alkitab untuk mengkonfirmasi.. dan ayat yang saya baca adalah: 1Yohanes2:7-14. Saya kutip beberapa ayatnya: "(9) Barangsiapa berkata, bahwa ia berada di dalam terang, tetapi ia membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan sampai sekarang. (10) Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang, dan di dalam dia tidak ada penyesatan (11) Tetapi barangsiapa membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan dan hidup di dalam kegelapan. Ia tidak tahu ke mana ia pergi, karena kegelapan itu telah membutakan matanya."

Sebelum saya mendengar Tuhan berkata tentang mengampuni. Saya punya perasaan marah yang besar terhadap pacar saya, saya kecewa dengan sikapnya selama ini. dan khususnya, saya marah dan dendam terhadap si wanita lain ini.. Karena dia sudah tahu hubungan kami tapi tetap nekat.. Hati ini begitu penuh dengan amarah sehingga sedikit saja ada yang "menggesek" saya, saya bisa jatuh dalam tangis seharian.

Tetapi melalui ayat ini, saya diingatkan kembali bahwa Tuhan begitu mencintai setiap hambaNya.. mengapa saya harus membenci saudara-saudari saya sendiri? Saya juga sering bersalah terhadap Tuhan, tapi Tuhan justru memelihara saya dengan berkat dan cinta kasih yang berkelimpahan. Saya merasa begitu kecil di hadapannya.. dan malu...

Selama beberapa hari berikutnya saya kerap berusaha membuka hati untuk mendengarkan apa yang Tuhan Yesus inginkan. Ia juga berkata langkah berikutnya adalah agar saya MENGASIHI. Semua pergumulan ini membantu saya dalam memahami apa yang Ia inginkan bagi saya. Dan saya merasa begitu damai setiap kali mengingat komunikasi kami..

Tuhan Yesus juga menjawab keraguan saya terhadap hubungan saya dengan pacar saya. Dia menjawab "yes, he is the one" 3 kali dan itu cukup buat memantapkan hati saya melangkah..

Minggu dini hari tanggal 27 Mei 2012, saya merenungkan kembali semua yang terjadi dalam hidup saya. Bagaimana Tuhan begitu begitu mencintai saya sehingga ia ingin agar saya tidak terjerumus dengan mencintai dunia dan dalam kemarahan yang saya ciptakan sendiri. Dan saya merasa damai, tenang, ringan.. Segera saya email pendeta saya dan menginformasikan kepadanya bahwa saya ingin dibaptis.

Sahabat Sabda, minggu ini tanggal 3 Juni 2012 saya akan dibaptis di Djutien English Worship, Taiwan. 

Saya mohon doakan saya agar saya semakin dikuatkan dan bisa menjadi wanita Kristen yang baik sesuai dengan kehendak Tuhan.. Khususnya agar kehidupan saya pasca dibaptis bisa menjadi berkat bagi orang-orang di sekitar saya, khususnya keluarga saya :)

Perjalanan saya masih panjang, masih belum minta ijin dan restu dari orang tua tentang pindah keyakinan. Tapi entah mengapa, sekarang saya lebih berani dan "ayo aja!" I have a Mighty God. I do not need to be afraid or discouraged :))