Submitted by yujaya27 on

Kemaren hari Jumat malam di MPD(malam Puji & Doa), di dalam kotbah tentang doa Abraham untuk menyelamatkan Lot, karena sodom gomora akan dilenyapkan Tuhan, Pdt P mengeluarkan 1 kalimat, "Ngapain sih Tuhan sampe cape-cape mau tawar menawar dengan Abraham, padahalkan Tuhan pasti sudah tahu maksud hati Abraham, kan bisa tinggal langsung short cut aja ke angka 10", habis mendengar kalimat ini, jadi mengingatkan saya kembali kepada nabi Yunus, yang menurut saya salah seorang tokoh di dalam Alkitab yang cukup "unik" :)

Saya masih ingat ketika mengikuti seminar pembinaan iman Kristen Pdt ST, beliau mengatakan nabi Yunus boleh dikatakan seorang nabi yang sangat rendah hati dan jujur pada dirinya, karena berani menuliskan kisah kegagalannya dengan jujur dan apa adanya, sangat jarang orang yang mau bercerita tentang kegagalan dirinya dengan begitu gamblang, tanpa ditutup-tutupi, dibutuhkan sebuah kerendahan hati dan kejujuran sehingga punya keberanian untuk mengisahkannya ke dalam sebuah tulisan, yang akhirnya menjadi salah satu kisah yang terkenal, yang hampir setiap anak sekolah minggu pernah mendengarnya. 

Jikalau kita membaca kitab Yunus, yang hanya terdiri dari 4 pasal saja, dengan tokoh sentralnya adalah nabi Yunus yang dipanggil oleh Tuhan, maka kita akan melihat di dalam keseluruhan pasal tersebut semuanya berisi kegagalan Yunus untuk mentaati panggilan Tuhan, boleh dikatakan Yunus sebagai tokoh "antagonist"nya, seandainyapun akhirnya dia pergi ke Niniwe, itupun karena sudah dihukum oleh Tuhan, jadi boleh dikatakan keseluruhan kitab nabi Yunus ada berisi ketidaktaatan/kegagalan dirinya, tidak percaya silahkan baca saja pasal terakhirnya (pasal 4)

Kalau direnungkan sebenarnya Tuhan itu mau membuat orang Niniwe bertobat aja atau Tuhan juga mau membuat nabi Yunus "bertobat", membentuk dia? Kalau cuma hanya membuat orang Niniwe bertobat, kenapa harus perlu cape-cape nyuruh nabi Yunus, sampe maen kejar-kejaran, harus masukin nabi Yunus ke dalam perut ikan 3 hari lamanya. Sampe di sini saya rasa kita sudah tahu jawabannya, rasanya Tuhan tidak hanya ingin membuat orang Niniwe bertobat, tetapi juga ingin membuat nabi Yunus bertobat, membina dan membentuk dia.

Nabi Yunus adalah potret saya dan kita semua, biasanya ketika kita diberikan tugas pelayanan, ataupun ketika kita melayani dibidang tertentu, kita hanya terfokus untuk melayani orang, kita ingin memberikan kontribusi dengan melayani, kadang dengan 'sedikit kebanggaan' karena kita mampu atau mempunyai talenta tersebut, kita jarang bertanya kepada diri kita sendiri, sebenarnya Tuhan tuh mau membina dan membentuk kita dalam hal apa melalui pelayanan ini?

Misalnya ketika kita menyanyi di paduan suara, kita berlatih keras untuk lagu yang akan kita nyanyikan, kita berharap bisa bernyanyi dengan baik, dan lagu yang kita nyanyikan tersebut dapat menyentuh jemaat, begitupun dengan pelatih paduan suara pada umumnya terfokus supaya dapat mempersembahkan pujian dengan baik, ataupun guru sekolah minggu membuat persiapan untuk cerita dan aktifitas untuk anak sekolah minggu, fokusnya hanya bagaimana menyampaikan cerita kepada anak-anak sekolah minggu dengan baik.

Beberapa contoh di atas hanya terfokus untuk orang luar, kita jarang bertanya ataupun merenungkan (mengevaluasi), apa yang Tuhan ingin katakan kepada diri kita? Padahal mungkin saja di dalam lagu paduan suara yang kita nyanyikan, ataupun cerita yang kita sampaikan, baik menyanyikan/bercerita dengan bagus ataupun sebaliknya hasilnya mengecewakan kita, Tuhan ingin mengatakan sesuatu, ataupun mempunyai rencana untuk membentuk kita melalui pelayanan tersebut, maka dari itu sering-seringlah bertanya kepada Tuhan, terlepas apapun hasil pelayanan kita, apa yang Tuhan sedang kerjakan untuk membina/membentuk aku di dalam pelayanan, pekerjaan dan kehidupanku sekarang ini?

 

Singapore 22 Juli 2017