Submitted by Debu tanah on

Kejadian 3:1 Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"

Apa yang terbersit dalam pikiran kita waktu membaca kisah kejatuhan manusia? Ayo, jujur deh.. Bagi saya membaca kisah kejatuhan manusia ke dalam dosa dalam Alkitab adalah persis seperti dongeng pembawa tidur yang saya dengar waktu saya masih kecil: ada pohon pengetahuan yang baik & yang jahat, ada pohon kehidupan, kemudian manusia tergoda oleh ular yang bisa bicara untuk makan buah pengetahuan yang baik dan yang jahat. Setelah berdosa mereka diusir dari Taman Eden, kemudian Allah menempatkan beberapa kerub dengan pedang yang menyala-nyala dan menyambar-nyambar untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan. Mirip kisah dongeng serial kungfu klasik bukan?

Mirip dongeng bagi saya (mungkin kita), tetapi tidak bagi Adam dan Hawa, segala hal adalah hal baru bagi mereka. Mereka belajar banyak hal dengan hanya ada satu-satunya larangan bagi mereka yaitu: jangan makan buah pengetahuan yang baik dan yang jahat. Alkitab menceritakan bahwa Allah memang menjadikan ular yang paling cerdik itu yang akan menggoda manusia sehingga jatuh kedalam dosa.

Bagaimanakah cara Allah menjadikan ular yang bisa bicara itu? Inilah “dongeng” selengkapnya :

Wahyu
12:1 Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.
12:2 Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan.
12:3 Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.
12:4 Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.
12:5 Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya.
12:6 Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.


12:7 Maka timbullah peperangan di sorga. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga itu  dibantu oleh malaikat-malaikatnya,
12:8 tetapi mereka tidak dapat bertahan; mereka tidak mendapat tempat lagi di sorga.
12:9 Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya.

12:10 Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata:  "Sekarang telah tiba  keselamatan dan kuasa  dan pemerintahan Allah kita,  dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya,  karena telah dilemparkan ke bawah  pendakwa saudara-saudara kita,  yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita.
12:11 Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba,  dan oleh perkataan kesaksian mereka.  Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut.


12:12 Karena itu bersukacitalah,  hai sorga dan hai kamu sekalian yang diam di dalamnya,  celakalah kamu, hai bumi dan laut!  karena Iblis telah turun kepadamu,  dalam geramnya yang dahsyat,  karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat."
12:13 Dan ketika naga itu sadar, bahwa ia telah dilemparkan di atas bumi, ia memburu perempuan yang melahirkan Anak laki-laki itu.


12:14 Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.
12:15 Lalu ular itu menyemburkan dari mulutnya air, sebesar sungai, ke arah perempuan itu, supaya ia dihanyutkan sungai itu.
12:16 Tetapi bumi datang menolong perempuan itu. Ia membuka mulutnya, dan menelan sungai yang disemburkan naga itu dari mulutnya.
12:17 Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.
12:18 Dan ia tinggal berdiri di pantai laut.

 
Naga besar, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan adalah julukan Kitab Wahyu untuk malaikat yang memberontak itu. Mulanya dia berada di sorga, tetapi dia memberontak dan melawan Allah, setelah kalah dia dan malaikatnya itu dilemparkan ke bumi, ke Taman Eden dalam bentuk binatang yang sangat cerdik, ular yang bisa berbicara. Adam dan Hawa memang tidak tahu bahwa ular itu adalah iblis yaitu malaikat yang telah memberontak kepada Allah. Tetapi kita tahu karena Allah menyingkapkannya ribuan tahun kemudian (dalam kitab Wahyu).

Kitab Kejadian menceritakan bahwa binatang yang disebut ular itu (= Iblis menurut kitab Wahyu, bukan Adam yang sedang menyamar, hehehe..) telah memperdaya Hawa sehingga makan buah pengetahuan yang baik dan yang jahat. Adam sama sekali tidak tergoda, Adam belum berdosa waktu Hawa sudah berdosa. Faktanya Hawa lah yang tergoda (I Timotius 2:14), Hawa memang tidak dirancang Allah untuk menang terhadap ular. Allah tahu bahwa Hawa akan tertipu oleh ular (Iblis). Lalu Hawa makan buah pengetahuan itu. Dan Adam tidak dirancang untuk mampu menolak rayuan Hawa! Faktanya Adam takluk oleh rayuan Hawa atau Adam takut kehilangan Hawa?. Dan Allah adalah mengetahui segalanya sebelum semua itu terjadi!

I Timotius
2:13 Karena Adam yang pertama dijadikan, kemudian barulah Hawa.
2:14 Lagipula bukan Adam yang tergoda, melainkan perempuan itulah yang tergoda dan jatuh ke dalam dosa.
2:15 Tetapi perempuan akan diselamatkan karena melahirkan anak, asal ia bertekun dalam iman dan kasih dan pengudusan dengan segala kesederhanaan.


Tetapi sebelum semua kejadian itu, Allah telah merancang keturunan perempuan yaitu Anak Manusia untuk mengalahkan si ular tua alias iblis.

Kejadian  3:15 Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."


Allah mengadakan permusuhan antara “ular” (= Iblis) dan “perempuan” (= manusia), antara “keturunan ular” (= Iblis) dan keturunan perempuan (= Yesus Kristus). Dan keturunan perempuan (Anak Manusia) akan meremukkan keturunan ular (Iblis).

Itulah kisah “dongeng” bagaimana manusia jatuh ke dalam dosa dan bagaimana Allah menyelamatkan manusia. Sekarang tergantung kepada kita masing-masing, apakah kita percaya atau tidak?

I Korintus 1:18 Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.

Tetapi penulis merenung, kenapa Kitab Kejadian ditulis seperti kisah dongeng dan penuh dengan misteri? Kenapa Alkitab penuh dengan simbol-simbol dan perumpamaan?

Contohnya, kenapa disebutkan bahwa yang menggoda Hawa adalah ular, kenapa tidak dikatakan terus terang bahwa ular itu adalah iblis? Kenapa baru ribuan tahun kemudian disingkapkan kepada kita? Bila dengan eksplisit disebutkan bahwa ular adalah iblis, mungkin tidak akan ada orang yang menuduh bahwa Adam, nenek moyangnya sendirilah menyamar sebagai ular yang bisa berbicara? Hehehe..

Contoh lain, kenapa Kitab Kejadian ditulis dengan alur atau urutan cerita yang membingungkan bahwa dalam Kejadian 1 disebutkan Allah menciptakan manusia, kemudian dalam Kejadian 2 disebutkan lagi bahwa Allah membentuk manusia dari tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya. Bila tidak ditulis dengan cara demikian, mungkin tidak akan ada orang yang membuat spekulasi sangat konyol, bahwa Adam bukan manusia pertama, bahwa ada manusia tanpa roh yang disebut NEFILIM?

Pernah kah kita berpikir bila Alkitab ditulis secara eksplisit, kebenaran dinyatakan secara gamblang, tanpa simbol-simbol atau perumpamaan-perumpamaan, maka mungkin semua orang akan percaya dan selamat?


Renungan Alkitab:

Lukas
16:27 Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku,
16:28 sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini.
16:29 Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu.
16:30 Jawab orang itu: Tidak, Bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat.
16:31 Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati."