Submitted by Nelson Panjaitan on

Bang Nelson, sayang sekali, setelah membaca ratusan buku, anda menjadi sombong, keras kepala dan merasa benar sendiri serta meremehkan orang lain. Ini hanya spekulasi, siapa tahu, setelah merasa diberkati Tuhan secara berkelimpahan, merasa Tuhan berbicara sendiri secara langsung kepada anda, menemukan sendiri kebenaran-kebenaran ajaran Alkitab dan kiat-kiat hidup berkelimpahan, anda mulai merasa sedikit erlalu percaya diri? Sekali lagi, ini hanya spekulasi, bukan menuduh, apalagi menghakimi. Sama sekali saya tidak berani.  Pak Hai, seperti yg saya katakan saya suka hal-hal yg sederhana dan to the point saja. 1. Dahulu ( sekali lagi dahulu),saya melihat diri saya menjadi sombong dan keras kepala. 2. Setelah menemukan 'rahasia' itu maka saya belajar utk tdk suka merumitkan sesuatu bagi pembenaran saya, maka akhirnya semakin saya diberkati dgn pikiran dan keyakinan yg lebih mantap dlm menjalani hidup. Dan salah satu BONUS yg saya terima adalah materi yg sering kita bahas. Saya harap anda paham dan tdk lari dr konteks lagi. Bang Nelson, saya hanya ingin memperkenalkan diri lebih lanjut kepada anda dan kepada teman-teman di sabdaspace. menurut para ahli, Alkitab selesai ditulis sekitar tahun 90 Masehi. Sejak Alkitab selesai ditulis hingga hari ini, telah berlalu + 1900 tahun. Jumlah orang Kristen sejak abad pertama hingga generasi ini, saya tidak tahu jumlah pastinya. Saya juga gak tau Pak brp jlh org kristen saat ini. Bagi saya jumlah tdklah penting (trmsuk uang), tapi kualitas. Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari. Adakah sesuatu yang dapat dikatakan: "Lihatlah, ini baru!"? Tetapi itu sudah ada dulu, lama sebelum kita ada. Pengkotbah 1:9-10 Ayat yg anda kutip diatas menjadi salah satu andalan saya dlm buku saya ttg Evolusi Pikiran. Clue yg saya mau share buat anda ttg itu (ini menurut saya lho, bisa saja salah) bahwa : " Kehidupan dengan segala isinya kalau berjalan dilihat dari sisi waktu maka bentuknya adalah melingkar (circle) tdk linier. Artinya apapun yg ada di dunia hakekatnya adalah pikiran, dimana pada saat bertambahnya waktu maka kehidupan kembali melingkar menuju (spt) awalnya " Pikiranlah yg membuat apa yg ada di depan mata anda saat ini. Apa saja, silahkan sebutkan. Uang bukanlah apa-apa ketika pikiran anda mengatakan tdk apa-apa. Percaya? Dalam bnyk session saya sering praktekkan ini secara physical dengan merobek-robek uang di depan audience saya. Bentuk dan model mobil, rumah, computer, handphone,dlsb...terserah anda sebutkan namanya. Itu semua lahir dari pikiran. Kalau pikiran anda mengatakan bhw : " Saya sanggup, dan tdk mau bercerai!...maka anda pasti sanggup dan tdk akan bercerai !" (tentunya sekehendak ALLAH). Disana akan anda lihat ALLAH bekerja lewat pikiranNYA yg sudah anda miliki. Saya cukupkan dulu karena ini hanya clue.... Saya tidak tahu bagaimana anda memahami kedua ayat tersebut di atas. Saya suka pepatah, sebab bagi saya yang tahu diri saya nggak pinter, maka pepatah sangat membantu saya untuk mengingat. Ada pepatah, namun saya lupa siapa yang menulisnya, bunyinya adalah. Orang pinter belajar dari pengalaman, orang bijaksana belajar dari pengalaman orang lain. Seperti yg saya tulis di awal kita 'kenalan': " Takut akan TUHAN adalah awal dari pengetahuan tetapi org bodoh menghina hikmat dan didikan" (Amsal 1:7)Meaning: Kalau mau tau RAHASIA ttg apapun, takutlah akan TUHAN. Semua motivasi yg kita miliki sungguh-sungguh utk kebenaran itu sendiri 'kebenaran' bukan diri sendiri. Saya mengenal diri sendiri, saya melihat peluangnya tipis bagi saya untuk menjadi orang pinter, namun saya menemukan peluang untuk menjadi orang bijaksana, maka sayapun mulai belajar dari pengalaman orang lain. Saya memulainya dengan pengalaman para nabi dan para rasul penulis Alkitab. Saya percaya, sebelum saya, sudah ada ribuan, mungkin ratusan ribu bahkan ratusan juta orang yang menghadapi masalah seperti yang saya hadapi. Mungkin fenomenanya berbeda dalam setiap generasi, namun esensinya tetap sama. Di antara orang-orang dari generasi sebelumnya, maupun dari generasi ini, pasti ada yang menuliskan pergumulan mereka sebagai orang Kristen. Nah, saya tinggal menemukan orang-orang demikian, yang dipakai oleh Tuhan untuk bergumul dan menuliskan kebenaran. Pengalaman siapapun itu, perceraian tdklah menjadi BENAR. Proses sesaat sebelum anda putuskan bercerai itulah yg terpenting. Saat anda kuat dan tahan maka benar anda akan kuat dan tahan! Kalau lebih dulu memori anda memancing anda utk lebih melihat keuntungan pribadi, maka jatuhlah anda saat anda ikuti dia. Sikap hati anda timbul oleh memori anda yg biasanya bertindak sesuai pola yg selama ini anda lakukan. Sebelum anda bertekad utk BERTAHAN maka anda tdk akan pernah kuat. Seperti yang saya katakan, bang Nelson, saya orang Tionghua, dari suku Hokian, kakek saya adalah seorang petani di Tiongkok. Ketika menghadapi bencana kekeringan, banjir terutama tanah yang tidak subur, suatu hari dia mendengar bahwa bumi ini bulat, utara ada di atas dan selatan ada di bawah. Kakek saya bukan orang bodoh, dia hanya tidak pinter, maka dengan cara pikirnya yang sederhana, dia lalu mengajak dua orang sahabatnya untuk pergi ke selatan. Menurutnya, semua kesuburan tanah pasti sudah mengendap ke bawah, ke selatan. Dengan berbekal beberapa karung beras dan masing-masing sepotong ikan asin, maka kakek saya lalu menumpang kapal yang berlayar ke selatan. Ketika mendarat di Indonesia, mereka menemukan hal yang luar biasa, tanah yang subur loh jinawi. Ketika kakek saya meninggal, pada saat itu ayah saya baru berumur 2 tahun, dia berpesan kepada handai taulannya demikian, "Tanah yang memberi engkau makan, itulah negerimu, jagalah baik-baik." Nenekku membesarkan ke 8 anaknya, 7 laki-laki dan 1 perempuan sebagai petani. Kita semua bersaudara, berasal dari tempat yg sama. Itu sebab saya dan adalah sama! Sim sio dalam bahasa hokian artinya berpikir. Sim artinya hati, sio artinya berpikir. Ketika orang hokian berpikir dengan otaknya, dia juga menggunakan hatinya, ketika orang hokian merasakan dengan hatinya, dia juga berpikir dengan otaknya. Ajaran ini adalah sebuah ajaran yang agung. Ajaran ini bukan saja tidak bertentangan dengan ajaran Alkitab, namun sesuai dengan ajaran Alkitab. Berpikir dgn hati dan otak adalah CARA lamiah siapapun, suku manapun, golongan manapun dan bangsa manapun! Karena kita memiliki 'GEN' yg sama. (saya kasih tanda kutip spy jgn setback lagi ttg GEN) Sejak kecil saya diajar untuk berpikir secara sederhana, untuk melihat fakta-fakta secara cermat, untuk mempertimbangkan segala sesuatu dengan hati dan akal. Sebenarnya, suku-suku bangsa di Indonesia juga telah mengajarkan hal yang sama sejak purbakala. Akal dapat dipisahkan dari budi, namun ketika berbicara tentang seorang ksatria, maka selalu digunakan kata akal budi. Budi pekerti adalah bukti lainnya. Ketika suku-suku lainnya menggunakan elang, gajah, harimau dan lainya sebagai simbol, orang-orang Batak justru menggunakan cecak sebagai simbol. Nah, sebagai seorang penyandang marga Panjaitan, menurut saya anda lebih pantas untuk menjelaskan ajaran agung di balik simbol cecak tersebut. Ajaran Agung sudah saya miliki yakni ALKITAB. Itu sebab berkali-kali saya utarakan bhw TIDAKlah perlu lagi bagi saya belajar dari tempat lain, kalaupun saya baca/pelajari hal lain saya selalu tekankan lewat hati/pikiran saya bahwa TAKUT akan TUHAN adalah awal dari pengetahuan. Saya tdk mau terjebak dgn pikiran dan logika2 manusia yg berkembang secara halus dan nyaris tak terdengar yg ujung2nya membawa pada kesesatan. ( baca saja di amsal banyak sekali ayat ttg ini) Dalam 9 tahun terakhir ini, cinta dan perceraian adalah salah satu hal yang paling banyak saya renungkan dan gumulkan. Dari perenungan-perenungan dan pengalaman pribadi dan teman-teman, lalu saya menuliskannya, beberapa di antaranya telah saya upload di blog ini, apabila anda membaca tulisan secara teliti, maka anda akan menemukan, bahwa hampir semuanya berbicara tentang cinta, berbagai bentuk cinta. Mungkin banyak pembaca yang kecewa, karena sistematika dan terutama gaya bahasa yang saya gunakan adalah gaya bahasa yang biasa digunakan di pasar, di jalanan, di terminal, bukan bahasa yang digunakan di dalam gereja di atas mimbar, di persekutuan-persekutuan. Itulah kelemahan saya, ketidak mampuan saya. Itulah akibatnya bila ADIDAS, anak desa ingin dasyat. Menurut saya,bukan bahasa anda yg membuat itu tapi 'sesuatu' yg di 'dalam'. Sudah baca posting saya ttg Hidden Energy?? INNER POWER(TUHAN) itulah ULTIMATE POWER! Perkawinan, kapan sebuah perkawinan menjadi sah? Ketika dua anak manusia mengambil keputusan untuk hidup bersama lalu meminta doa restu Tuhan melalui Gereja dan atau ketika pejabat Catatan Sipil menandatangai dokumen perkawinan? Menurut saya, Crucial Point atau titik terpenting dari sebuah perkawinan adalah keika dua anak manusia mengambil keputusan untuk hidup bersama dan sepakat untuk memproklamasikannya kepada dunia di hadapan Tuhan. Kondisi ini sama seperti ketika kita bertanya, kapan seseorang dianggap sah sebagai orang Kristen? Ketika dia berdoa secara pribadi menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, atau ketika dia dibaptis dan atau di Sidhi? Apa yang menjadikan sebuah baptisan menjadi sah? Kalimat "aku membaptis engkau dalam nama Bapa Putera dan Roh Kudus", dari seorang pendeta atau jumlah air yang digunakannya?Kalau anda memang seorang kristiani sejati, maka perkawinan sah buakn karena kesepakatan anda dgn istri, namun karena ada "NOTARIS AGUNG" yg menyetujuinya. Silahkan anda beli tanah (atau apapun)tanpa notaris atau org yg wewenang akan hal itu maka barulah itu dikatakan sah! Sebenarnya anda sudah tau perihal pernikahan tsb, namun anda tdk terima hidup anda karena expectation anda tdk spt yg anda harapkan saat itu! Pak Hai, tdklah selalu ketika keinginan,cita-cita dan tujuan kita tdk tercapai lantas meyalahkan keadaan yg ada. Ksatria adalah ketika dia berani mengahadapinya sampai titik darah penghabisan! Lihatlah di film, cerita2, dongeng2,dls ... semua ksatria adalah org yg memiliki "INNER POWER" yg sampai titik adarh penghabisan tetap berjuang. Bahkan ada diantarnya tdk melihat hasil perjuangannya namun setalh dia wafat, lahirlah secara besar apa yg menjadi pengajaran dan cita-citanya.  Perceraian, kapan sebuah perceraian disebut perceraian? Kebanyakan orang menganggap perceraian adalah ketika suami istri menandatangi surat cerai yang disahkan pengadilan. Itukah perceraian yang dilarang Tuhan? Menurutku, perceraian sudah terjadi ketika salah satu atau keduanya dari sepasang suami istri yakin di dalam hatinya, bahwa dia tidak mungkin hidup bahagia lagi dengan pasangannya. Walaupun tetap tidur dalam satu ranjang, tinggal dalam satu rumah, keduanya akan menjalani hidupnya dengan saling menyakiti dan akhirnya saling membenci. Inilah yang kumaksudkan dengan musuh dalam selimut. Mungkin pada waktu-waktu tertentu, suami istri tersebut masih melakukan hubungan sex, namun, maaf, menurut pengalamanku dan kesaksian banyak teman, maka aku menyimpulkannya sebagai hubungan sex, melampiaskan nafsu birahi, bukan bersetubuh, itulah yang kusebut selingkuh dengan istri sendiri. Pak Hai,indah sekali apa yg anda katakan. Seandainya bpk blm bercerai maka saya katakan : Just do it Pak, jangan cuma di pikiran tapi DO IT! Daripada hidup dalam kemunafikan, untuk menjaga nama baik, lalu hidup dalam kepura-puraan, walaupun tinggal bersama, namun saling menyakiti, lebih baik hidup berpisah, bila perlu nyatakan itu kepada dunia melalui surat perceraian. Perpisahan atau perceraian secara legal adalah pilihan terakhir untuk menyelamatkan perkawinan. Memori anda menyuruh anda melakukan pola yg sama ketika anda menghadapi banyak masalah. Ketika memori anda bilang ini masalah kecil maka itu menjadi kecil dan anda sanggup bereskan. Namun ketika memori anda dgn segala expectation anda mempengaruhi anda dan anda katakan ini berat sekali maka itu akan menjadi berat, anda akhirnya GIVE UP!  Dalam frustasi saya pernah bilang, "Gereja tidak berhak untuk mencegah sebuah perceraian, karena gereja tidak pernah mengajar dengan benar tentang cara berpacaran yang benar dan menjalani pernikahan yang benar kepada jemaatnya." Ketika saya menyampaikan kritik tersebut kepada Tuhan, terlintas tanya dalam hati saya, kenapa saya tidak memulainya dulu? Maka sayapun memulainya, karena tidak ada teman-teman yang mau turut serta, maka saya memulainya sendiri.Saya pikir tdk perlu dikomentari, karena anda memang frustasi kan saat itu? Bang Nelson, bagi saya, perceraian hanyalah gejala, bukan inti masalah. Minimal, perceraian adalah suatu pengakuan jujur sepasang suami istri bahwa mereka telah memulai perkawinan dengan cara yang salah dan atau menjalani perkawinan dengan cara yang salah. Kalau saja sepasang suami istri mau mengakui hal itu sejak dini dan mencari bantuan pada orang-orang yang tepat, itu bagus, namun biasanya keduanya berusaha menyembunyikannya dan saling menyalahkan pihak lainnya.  Ada banyak orang yg saya tau lewat buku, film, kesaksian di gereja dan kaset2 yg mengalami hal yg luar biasa NAMUN akhirnya mereka keluar sbg pemenang! Perceraian tetaplah dosa. Teori apapun yg membantahnya tdk akan mengubah esensinya! Bang Nelson, kebanyakan teman-teman bilang saya gila, karena saya bercita-cita dan perlahan-lahan mewujudkannya. Tulisan-tulisan saya tentang cinta bukan hasil analisa dari buku-buku yang saya baca semata, namun juga adalah kesimpulan dari pengalaman saya, pengalaman ratusan orang, seratus lebih pasangan suami istri, puluhan pasangan cerai yang saya amati dan saya ajak diskusi. Bila Tuhan berkenan, suatu saat nanti, dan saya berusaha untuk mewujudkannya segera, saya akan mengajak sesama anak Tuhan untuk membentuk sebuah kantor konsultan pranikah untuk melayani anak-anak Tuhan, di mana minimal 60% pasangan yang datang akan menunda atau membatalkan rencana pernikahannya atau mereka memasuki pernikahan dengan kesadaran penuh akan resiko yang akan dihadapinya dalam pernikahan.Tulisan yg anda tulis memang akan selalu 'baik' karena itu pengalaman anda, namun motivasi di belakangnya membuat itu berbeda.Soal gereja, sudah sejak kecil saya ketahui ada konseling pra-nikah. Jangan anda katakan bhw gereja tdk kasih solusi hanya karena jawaban anda tdklah disetujui oleh gereja. Ingat MOTIVASI yg terutama. Dalam frustasi saya pernah bilang, "Gereja tidak berhak untuk mencegah sebuah perceraian, karena gereja tidak pernah mengajar dengan benar tentang cara berpacaran yang benar dan menjalani pernikahan yang benar kepada jemaatnya." Ketika saya menyampaikan kritik tersebut kepada Tuhan, terlintas tanya dalam hati saya, kenapa saya tidak memulainya dulu? Maka sayapun memulainya, karena tidak ada teman-teman yang mau turut serta, maka saya memulainya sendiri. Sekali lagi saya beritahu: saya, bapak saya dan kakek saya diajar dgn baik oleh gereja sebelum masing2 kami menikah. FYI, Kakek saya lahir thn 1915 dan dia sudah diajar  pra-nikah. (Saya pikir mohon jangan generalisasi sesuatu oleh keterbatasan anda sehingga anda salahkan gereja).Bang Nelson, saya bukan orang hebat seperti anda, ketika mendaki gunung, saya melakukannya selangkah demi selangkah. Saya dan teman-teman melakukannya pada malam hari, supaya tidak perlu melihat rintangan-rintangan yang harus kami tempuh. Kami hanya melihat sejauh cahaya senter, namun kami yakin, takkan lari gunung di kejar, gunung lari takkan terkejar. Cara demikian cocok buat saya, karena yang perlu saya lakukan hanya terus melangkah, selangkah demi selangkah. Saya adalah cucu petani, anak petani, sejak kecil saya belum pernah melihat ada tumbuhan yang sejak ditanam langsung berbuah dalam waktu semalam, tumbuhan itu harus dirawat hari demi hari. Semakin lambat tumbuhan itu tumbuh, maka semakin kokoh dia nantinya. Sepanjang saya mengandalkan TUHAN maka saya memang hebat karena TUHAN hebat, dan saya anakNYA! Dan saya tdk memilih melakukan sesuatu di 'malam hari' karena saya tdk mau hindari, saya mau melihat semua rintangan yg ada tanpa harus menutupinya karena saya tau saya mampu bersamaNYA. Apapun yg terjadi dlm hidup ini pastilah atas rancangan dan otoritasNya, saya mau jadi org yg luar biasa. Firman TUHAN katakan : Hendaklah kamu sempurna sama seperti ALLAH adalah sempurna. (Masih ingat kan ayat ini, waktu kita baru 'kenalan') Untuk mencegah perceraian tidak cukup hanya dilakukan dengan mengajarkan, bahwa apa yang sudah dipersatukan Tuhan tidak boleh dipisahkan manusia. Semua suami istri Kristen yang menikah di gereja pasti telah mengetahui hal itu. Menakut-nakuti atau mengiming-imingi tidak akan menyelesaikan masalah, mereka harus diajak selangkah demi selangkah melihat masalah mereka dan menyelesaikannya selangkah demi selangakah. Tahu bukan berarti anda mengerti dan memahaminya! Gereja tdk mengimingi atau menakuti umatNYA. Ketakutanmu bukan timbul karena gereja menakutimu. Anda takut karena pikiran anda meminta anda takut! Btw, dlm Evolusi Pikiran saya banyak mengambil contoh pikiran negatif spt yg anda miliki. Dan 100% orang yg saya consultacy mengatakan reason yg sama dgn anda. Semoga memberi pencerahan. GBU