Submitted by dReamZ on

Sering  terdengar kalo homoseks itu adalah salah dan dosa karena Alkitab sendiri mencatat seperti itu adanya. Yang menjadi pertanyaan, apakah homoseks yang di Alkitab itu memang menyebutkan seseorang yang mempunyai orientasi homoseksual. Dan yang lebih penting lagi, apakah yang disalahkan itu memang orang yang mempunya orientasi seperti itu atau ada faktor lain yang menyebabkan kenapa orang-orang seperti ini disalahkan di Alkitab.

Sebelum mencari jawaban dari pertanyaan tersebut, ada pertanyaan lain yang lebih medasar. Apa sih sebenarnya homoseks dan heteroseks itu? Keduanya terdiri dari manusia  yang sama, tapi kenapa ada manusia yang dikategorikan sebagai homoseks dan ada juga yang dikategorikan sebagai heteroseks. Kalau dilihat dari sistem klasifikasi kita, penggolongan ada  karena perbandingan satu sama lain. Dengan membandingkan persamaan dan perbedaan, sesuatu bisa ditempatkan di suatu kategori tertentu.

 Dan itu yang akan dilakukan untuk mengetahui jawaban dari pertanyaan di awal. Untuk mengetahui apakah orang yang mempunyai seksual orientasi homoseks memang termasuk dalam kategori homoseks yang dikatakan salah dan dosa di Alkitab, diperlukan perbandingan keduanya. Apakah keduanya adalah hal yang sama atau berbeda.

 Homoseks merupakan salah satu seksual orientasi yang kita kenal. Istilah homoseks bisa didefinisikan sebagai orang-orang yang bukan hanya mempunyai ketertarikan secara seksual tetapi juga suatu perasaan atau emosi yang dalam untuk mengasihi secara khusus  kepada seseorang yang mempunyai jenis kelamin yang sama. Kalau kepada jenis kelamin berbeda, disebut heteroseks.

 Berikut adalah perbandingannya dengan bagian di Alkitab yang sering dipakai untuk menunjukan homoseks itu adalah salah dan dosa.

1.  Surat-surat Paulus  di Roma 1:27 dan 1 Korintus 6:9. Ayat-ayat tersebut yang dipakai untuk menyatakan kalau homoseks adalah salah, dosa, dan tidak mendapatkan bagian dalam kerajaan Allah. Tapi sebelum sampai pada kesimpulan itu,  latar belakang dan kondisi pada jaman Paulus hidup bisa menjadi bahan pertimbangan juga. Paulus sendiri adalah penduduk Roma dan hidup pada kondisi jemaat Kristen mula-mula. Jemat Kristen pada waktu itu masih di bawah pengaruh  tradisi dan budaya setempat seperti Roman dan Greek. Tentunya pada awal kekristenan mulai terbentuk ada pemisahan dari beberapa pengaruh tradisi dan budaya setempat yang dianggap tidak sesuai dengan prinsip di kekristenan itu sendiri,dan surat Paulus kepada jemaatnya lahir dari beberapa masalah seputar ini. 

Elaine Pagels adalah seorang  ahli agama  terkenal yang menuliskan dalam bukunya kondisi jemaat Kristen mula-mula. Pada  waktu itu, sex biasa dilakukan oleh orang yang sudah menikah maupun yang tidak kepada siapa saja baik itu dengan jenis kelamin yang sama atau berbeda, dan bukan hanya kepada satu orang saja tetapi bisa juga kepada banyak orang. Prostitusi juga merupakan hal yang biasa dilakukan. Upacara ritual biasa melakukan hubungan sex, bahkan pada pesta-pesta yang diadakan juga hal yang biasa untuk melakukan sex pada siapa saja yang hadir disana. Anak-anak hasil hubungan ini terutama anak dari hasil budak, juga sudah hal yang biasa dibuang begitu saja sebagai sampah.

Pada waktu Paulus menuliskan homoseks dalam surat-suratnya, tentunya tidak bisa lepas dari kondisi ini. Yang menjadi pertanyaan, apakah memang Paulus mengecam orientasi homoseks atau budaya tradisi pada waktu itu. Kalau yang dikecam adalah orientasi homoseks, maka heteroseks yang melakukan gaya hidup seperti budaya dan tradisi pada waktu itu akan lepas dari kecaman Paulus. Dan hal ini tidak mungkin terjadi. Jadi rasanya kurang tepat kalau dikatakan Paulus mengecam orang-orang yang mempunyai orientasi homoseks, tapi lebih tepat mengecam gaya hidup yang mengikuti tradisi dan budaya pada waktu itu yang mengejar keinginan sex semata.

2.  Sodom Gomora di Kejadian 19.  Sering didengar dipakai untuk menunjukan Tuhan menghancurkan kota itu karna penduduk disana adalah homoseks yang disimpulkan dari penduduk kota itu yang meminta malaikat yang diutus untuk diserahkan kepada mereka.

Pertanyaannya apakah benar Sodom dan Gomora dihancurkan karena dosa homoseks atau faktor yang lain. Kalau dibandingkan dengan cerita yang ada di Hakim-hakim 19, cerita yang mirip dapat ditemukan. Seorang Lewi melewati kota Gibea di tengah perjalanannya. Salah satu penduduk di tempat itu yang adalah seorang pendatang menawarkan orang Lewi beserta gundik dan bujangnya untuk menginap dirumahnya. Kejadian yang mirip seperti di Sodom Gomora, orang-orang dikota itu mendatangi rumah itu dan juga meminta orang yang menginap dirumahnya diserahkan ke mereka. Dan kejadian yang mirip juga, pemilik rumah disana menawarkan anak gadisnya  yang masih perawan dan gundiknya  orang itu sebagai pengganti orang Lewi itu. Akhirnya gundik orang itu diperkosa semalaman, dan ditemukan mati pada pagi hari tergeletak didepan pintu.

Kalau memang Sodom Gomora dihancurkan karena penduduk Sodom Gomora adalah homoseks, kenapa kota Gibea tidak dihancurkan juga dengan kejadian yang mirip.Dan pertanyaan yang lain apa memang kejadian itu terjadi karena perbuatan para homoseks? Kalo memang karna homoseks, apa itu berarti kalau perbuatan yang sama dilakukan oleh heteroseks akan dibenarkan? Kalau memang homoseks kenapa masih mau melakukan hubungan sex dengan seorang lawan jenis? Apa seorang yang berorientasi homoseks pasti akan melakukan perbuatan yang sama seperti penduduk di Sodom Gomora dan Gibea?

Kejadian  18:20. Sesudah itu berfirmanlah TUHAN: "Sesungguhnya banyak  keluh kesah orang tentang Sodom dan Gomora dan sesungguhnya sangat berat dosanya. 18:21 Baiklah Aku turun untuk melihat, apakah benar-benar mereka telah berkelakuan seperti keluh kesah orang yang telah sampai kepada-Ku atau tidak; Aku hendak mengetahuinya.

Diatas hanya tertulis “sangat berat dosanya”, tetapi tidak  mengatakan dosa yang dimaksud adalah dosa homoseks.

3. Awal penciptaan  Adam & Hawa di Kejadian juga sering dipakai untuk menunjukan larangan hubungan sejenis, dan dihubungkan dengan perintah memenuhi bumi dengan beranak cucu. Yang jadi pertanyaannya, apakah sesuatu diluar dari perintah di awal penciptaan adalah dosa. Bagaimana dengan Yesus sendiri yang mengatakan dilarang perceraian kecuali zinah, yang bisa dibilang dilarang bercerai walupun tidak mempunyai anak. Dan juga pilihan selibat. Memang tidak ada disebutkan masalah homoseks disini, tetapi bukannya tidak menutup kemungkinan sesuatu yang diluar perintah awal penciptaan boleh dilakukan termasuk hubungan dengan sesama jenis.

4. Mirip seperti yang disebutin di Efesus 5:22-33 yang hanya membahas konteks hubungan heteroseks dimana kasih Kristus adalah dasar hidup suami istri, tetapi tidak menjelaskan sesuatu diluar konteks seperti hubungan sesama jenis.

 

Kalau di Alkitab tidak ada menyebutkan orang yang mempunyai orientasi seksual homoseks (orang yang bukan hanya mempunyai ketertarikan secara seksual tetapi juga suatu perasaan atau emosi yang dalam untuk mengasihi secara khusus  kepada seseorang yang mempunyai jenis kelamin yang sama, sama seperti heteroseks), maka tidak ada kejelasan kalau hubungan sejenis itu memang pasti salah dan dosa.  Yang jelas tidak diperbolehkan adalah perbuatan yang seperti disebutkan diatas dan itu berlaku sama sapa saja lepas dari orientasi orang tersebut.

 

Credit: Elaine Pagels, Richard Dawkins, PlainBread (AP & SS), Nephilim (AP), Google.

Note: my first blog, many bolong n my amburadul indo, but at least I try *menghibur diri* hihihi ^^