Submitted by crucifianode on

Dikhianati, bisa dikatakan hampir sebagian manusia pernah merasakan bagaimana dikhianati. Sakit, perih, rasa tidak percaya, bahkan amarah menyatu dalam kesemuanya itu, terkadang dapat menimbulkan rasa benci dan dendam terhadap orang yang mengkhianati kita. Dan yang lebih menyakitkan dan tidak bisa diterima jika yang melakukannya itu adalah orang yang sangat kita kasihi. Baik itu keluarga, pacar, dan sahabat. Pengkhianatan dapat terjadi dimana saja, kapan saja, dan kepada siapa saja, dalam setiap hubungan yang ada dan lingkungan tempat kita bersosialisasi.

Pengkhianatan dapat menghancurkan harmonisasi suatu hubungan, apalagi sudah terjalin dalam waktu yang sudah berlangsung cukup lama, beserta komitmen yang terpelihara di dalamnya. Sisi kepercayaan dalam diri kitalah yang menjadi korban pertama dan terutama secara langsung dalam masalah ini. Tak jarang kebanyakan dari kita tidak bisa menerima situasi dan keadaan seperti ini, karena kita tidak akan pernah menyangka untuk berada dalam posisi ini. Sanggupkah kita jika hanya dengan membayangkannya saja, bagaimanakah rasanya seandainya dikhianati, sebelum semuanya akan terjadi?

Tuhan Yesus-pun pernah dikhianati dan tahu persis bagaimana rasanya dikhianati itu, malah sudah terlebih dahulu mengetahuinya, yang akan dilakukan oleh salah satu murid-murid kesayangannya. Tapi bagaimana Dia bisa menjalankan kehidupanNya bersama-sama dengan orang yang kelak akan mengkhianati diri-Nya? Bagaimana Dia bisa memaafkan muridnya bahkan jauh sebelum kejadian itu akan berlangsung?

KASIH memang satu-satunya senjata paling ampuh dalam menghadapi hal yang menyakitkan seperti ini. Seperti sebuah goresan yang meninggalkan bekas yang belum tentu akan bisa hilang dalam waktu dekat. Bagi kita manusia yang tidak sempurna sepenuhnya ini, hanyalah tinggal masalah waktu untuk dapat melupakan kepedihan dan menjalankan kembali hubungan seperti sedia kala, dan menyisihkan sebuah ruang di hati yang masih tersisa untuk membangun kembali tembok kepercayaan yang pernah runtuh.

Semoga saja... Jika kita meminta Kekuatan dari Dia yang sudah pernah mengalaminya.