Submitted by manguns on

Keempat tulisan yang jelas-jelas ngawur tapi serius ini, ini terinspirasi tulisan di situs SS ini hujatan kepada Pdt. Dr. Ioanes Rakhmat, buku Membedah Soteriologi Salib (MSS).

si Luther pada masanya menuangkan pikirannya dalam buku yang bertentangan dengan doktrin/dogma gereja saat itu dan diburu otorittatif saat itu, tapi beruntung dilindungi bangsawan (kuat) jerman sponsornya. Dan sejarah menunjukkan dia menjadi Bapak Protestan.

(ngelencer lagi ... protestan itu kristen nggak yach? Ada sodara kita bertanya Tuhan Yesus ,kristen apa tidak? Kristen Protestan itu letterleknya berarti Pengikut Kristus Tukang Protes? Walah... gue nggak mau ah ngaku protestan... gue kristen aja dah... terserah yang laen, walaupun gw GPIB gw nggak mau ngaku protestan... gw kristen..titik.).

Tapi Bapak Protestan ini setelah melihat kerusuhan yang memakan korban ratusan ribu jiwa umat kristen akibat tulisan2nya, juga  akhirnya menyatakan penyesalannya. Memang menyesal selalu dibelakang. Paragraf ini ditujukan bagi Om IR

Dogma protestan ttg Soteriologi Salib, dimata saya jemaat kristen awam, yang birokrat dan (merasa) intelek, telah mengakibatkan umat kristen protestan (setidaknya di kota besar Indonesia) terbius janji manis keselamatan tanpa diimbangi dogma dan pemahaman bahwa Allah menunggu ungkapan syukur umatnya  melalui kerya-karya yang mempermuliakan DiriNya. Adalah penipuan masal terselubung (delusional) yang menyatakan kita (HANYA) beribadah di gereja. Karena yg ngomong dimimbar itu punya kepentingan banyaknya kolekte.  Kristen yang diselamatkan, beribadah sepanjang nafas kehidupannya, wajib bersyukur dan berkarya tidak hanya di gedung gereja. Paragraf ini ditujukan bagi jemaat.

Bagi para hamba Tuhan: Pendeta, selaku jemaat sy memahami perintah Tuhan Yesus kepada para pendeta: Gembalakanlah domba-dombaku. Perintah ini diulang sampai tiga kali, karena demikian stratejiknya. Pendeta jangan hanya berkhotbah (ngomong doang). Analisis terminologi GEMBALAKAN, ada unsur kebutuhan jasmanai, keamanan,  kesejahteraan,  menuntun. Ada kok di mazmur 23.