Submitted by erick on

Ketika membaca Amsal 31 : 10-31, ada nama Abigail di otakku, sebagai nominasi perempuan yang mungkin memenuhi smua kriteria yang tertera didalamnya.

Tetapi, kalau ditelaah lebih lagi,..... Kualitas diri Abigail menurutku melebihi kriteria yang ada di Amsal 31 : 10-31 itu ternyata!


Ini mungkin hanya penilaian lebih yang aku dapatkan ketika mencari data tentang seorang Abigail, yang tercatat dalam Kitab 1 Samuel 25

 

  • Abigail perempuan bijak dan cantik. 
  • Abigail pandai cari waktu yg tepat mencipta kedamaian. Di 1 Samuel 25 ayat 19 tertulis  “..."Berjalanlah mendahului aku; aku segera menyusul kamu."” Lalu setelah bertemu dengan Daud, ia berkata “"Aku sajalah, ya tuanku, yang menanggung kesalahan itu. Izinkanlah hambamu ini berbicara kepadamu, dan dengarkanlah perkataan hambamu ini. 25:25 Janganlah kiranya tuanku mengindahkan Nabal, orang yang dursila itu, sebab seperti namanya demikianlah ia: Nabal namanya dan bebal orangnya. Tetapi aku, hambamu ini, tidak melihat orang-orang yang tuanku suruh.25:26 Oleh sebab itu, tuanku, demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu yang dicegah TUHAN dari pada melakukan hutang darah dan dari pada bertindak sendiri dalam mencari keadilan, biarlah menjadi sama seperti Nabal musuhmu dan orang yang bermaksud jahat terhadap tuanku! 25:27 Oleh sebab itu, pemberian yang dibawa kepada tuanku oleh budakmu ini, biarlah diberikan kepada orang-orang yang mengikuti tuanku. 25:28 Ampunilah kiranya kecerobohan hambamu ini, sebab pastilah TUHAN akan membangun bagi tuanku keturunan yang teguh, karena tuanku ini melakukan perang TUHAN dan tidak ada yang jahat terdapat padamu selama hidupmu. 25:29 Jika sekiranya ada seorang bangkit mengejar engkau dan ingin mencabut nyawamu, maka nyawa tuanku akan terbungkus dalam bungkusan tempat orang-orang hidup pada TUHAN, Allahmu, tetapi nyawa para musuhmu akan diumbankan-Nya dari dalam salang umban. 25:30 Apabila TUHAN melakukan kepada tuanku sesuai dengan segala kebaikan yang difirmankan-Nya kepadamu dan menunjuk engkau menjadi raja atas Israel, 25:31 maka tak usahlah tuanku bersusah hati dan menyesal karena menumpahkan darah tanpa alasan, dan karena tuanku bertindak sendiri dalam mencari keadilan. Dan apabila TUHAN berbuat baik kepada tuanku, ingatlah kepada hambamu ini."

             Aku kebayang, seorang perempuan berkata “Aku sajalah, ya tuanku yang menanggung kesalahan itu......”

  • Abigail alim dan tahu apa itu hukum. Di ayat 26 pasal yang sama, dia berbicara tentang hukum.
  • Kenal siapa nabi Tuhan. Abigail kenal siapa dan bagaimana Daud! Abigail lah yang berujar bahwa “tidak ada yang jahat terdapat padamu selama hidupmu” Pandai sekali Abigail ini. Perbedaan kehidupan Saul dan Daud salah satunya adalah Daud tidak merancang kejahatan, sedang Saul sampai berbohong menutupi rancangan kejahatan, dan ketakutannya.

            Poin plus dari kenal siapa nabi Tuhan,.... Abigail juga tahu bahwa Daud itu seorang pemaaf!  Di ayat 28, Abigail meminta maaf atas kecerobohannya. Menurutku Abigail tidak ceroboh.

  • Abigail memandang jauh kedepan. Abigail tetap pulang ke rumahnya seperti yang di perintahkan Daud kepadanya. Padahal, ia tahu apa yang akan terjadi pada suaminya. Nabal akan mati tidak lama lagi.
  • Abigail punya cita-cita. Mau tahu cita-cita Abigail? Abigail Cuma mau menjadi budak yang mencuci kaki para hambanya Daud! Janda kaya,  mau jadi tukang cuci kaki di rumah orang lain!!!!.

Namun sayang, suami pertama Abigail, Nabal adalah laki-laki yang cinta diri dan uang, dursila, bebal, berhati keras. Dan suami kedua Abigail adalah Daud, yang memiliki banyak istri. Ketika Daud mengirim orangnya untuk menjemput Abigail sebagai istrinya -hanya karena mengikuti adat-istiadat yang berlaku pada jamannya-, Daud pada saat itu telah memiliki banyak istri. Dan setelah menikahi Abigail pun, Daud mengambil lagi beberapa perempuan sebagai isterinya.

Percaya atau tidak Alkitab menuliskan bahwa akibat dari memiliki banyak istri adalah penderitaan sepanjang hidup seperti yang dilalui seorang nabi bernama Daud.


Kemudian aku berfikir lagi, adakah pentingnya kualitas sekaliber Abigail?, atau memang kriteria yang tertulis di Amsal 31 itu sudah standart baku?

Abigail, sungguh engkau memiliki kualitas itu.


* Mazmur 141: 5