Hadiah Valentine terindah yang pernah kudapatkan adalah badai di Jum'at sore 13 Februari itu...
***
Aku pasti terlambat!! Aku nyaris berteriak ketika melihat angka di layar ponselaku telah menunjukkan waktu 03:03 -- angka cantik yang berarti aku telah terlambat 3 menit untuk memenuhi janji berkumpul bersama teman-teman untuk berangkat menghadiri pembarkatan nikah seorang teman. Untung saja, jam digital itu telah sengaja kupercepat 10 menit untuk mengantisipasi kebiasaanku yang suka menunda pekerjaan; artinya aku masih punya kesempatan bergegas menuju tempat pertemuan.
Angin memang sangat galak sore itu. Beberapa kali, bahkan, sackdressku nyaris tersibak oleh hembusannya yang entah mengapa begitu kuat sore itu. Tapi aku tak punya waktu untuk memperhatikan detail-detail yang biasanya tak luput dari perhatianku itu. LARI!!! hanya itu yang ada di benakku. Aku memang biasa terlambat, namun di acara sekali seumur hidup temanku itu aku tak mengijinkan hal itu terjadi.
Beberapa meter sebelum aku mencapai tempat pertemuan kami, aku dibuat penasaran oleh segerombolan orang yang mengarahkan kamera ponselnya ke langit timur --tempat tempat tinggalku berada. Aku pun berhenti dan ikut memperhatikannya sejenak.
Aku terperanjat. Pusaran angin hitam itu membumbung tinggi memenuhi langit. Pekat dan kuat. Tampak berbagai benda terjebak di dalam pusaran dan ikut melayang di angkasa, menanti saat jatuhnya. Secepat kilat kuraih ponselku untuk menghubungi ibu dan adik bungsuku yang ada di rumah. Tak ada jaringan. Aku pun tak dapat menghubungi mereka. Akhirnya terpikir untuk menghubungi nomor pesawat telepon rumah. Puji TUHAN, panggilan itu terjawab. Syukurlah, ibu dan adik-adik tidak kurang satu apa pun.
Anehnya, justru mereka yang mengkhawatirkanku. Pasalnya, angin puting beliung itu melintas di jalur perjalananku-- artinya aku telah berjalan sangat dekat dengan pusat angin puting beliung itu.
Sepulang dari gereja, ibu bercerita bahawa seluruh rumah di RT sebelah telah porak poranda. RT sebelah yang jalannya kulalui ketika badai mengamuk --- dan aku bahkan tidak menyadarinya...
Ah.. TUHAN memang teramat kasih padaku. Badai itu menjadi hadiah Valentine terindah yang pernah kudapat. Betapa TUHAN kadang memberi damai dalam badai.
Lalu, mengapa aku harus takut badai ketika DIA di sisiku?