Submitted by guestx on

aku tidak mengenalnya, tapi aku mengetahui kisahnya. tidak seluruhnya kisahnya, hanya bagian akhirnya. bagian akhir hidupnya.

(Tuhan kiranya memberikan kedamaian bagi jiwanya dan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkannya)

hidupnya berakhir di usia 20-an di tangan sekelompok lelaki yang merampas harta bendanya yang tak seberapa. tak seberapa, tapi cukup untuk membuat bajingan-bajingan itu merenggut nyawanya dan dengan biadab menistai entah tubuhnya atau jasadnya di atas angkutan kota.

kota-kota kita sudah jadi sarang para bandit. sepak terjang para bandit jadi berita yang tak pernah habis di media cetak dan elektronik.

media mengabarkan hidupnya diakhiri oleh begundal-begundal yang datang entah dari mana, tapi mereka ada di setiap sudut kota kita mengintai sesiapa yang waspada maupun yang tak waspada.

aku memang tidak mengenalnya. hanya tahu kisah akhir hidupnya yang tragis. akhir yang tragis membuatku menangis, berduka dan terluka sangat dalam.

terluka, karena ini adalah lingkungan sosial tempat aku juga hidup dalam ketakutan hari ini dan seterusnya.

dan seterusnya, karena kebanyakan penduduk dan penguasa negeri ini sudah berhenti peduli tentang siapa yang mati dan teraniaya, mulai dari demi sesuap nasi dan syahwat hingga demi kerakusan harta dan kuasa tanpa batas.

demi perut, kelamin dan statusnya sendiri, para bandit, bajingan dan begundal akan terus merampok, memerkosa dan membunuh perempuan-perempuan yang kita sayangi, anak-anak yang kita cintai, dan orang-orang yang kita kasihi.

akhir hidupnya yang tragis - meskipun kita tidak mengenalnya - mengingatkan kita bahwa kita tak jauh dari hal-hal sedemikian. karena Tuhan dan hukum tak berkenan menyembelih para penganiaya itu, tahulah kita bahwa setiap saat hidup kita ada dalam ancaman. bagaimanakah caranya kita bisa tahan (endure) dan bertahan (survive) ?

 

# by : guestx

# negeriku, 29 Agustus 2011