Submitted by hiskia22 on

Hidup bermasyarakat adalah hidup yang harus kita jalani.

Masyarakat yang ada memiliki berbagai macam adat dan kepercayaan.Adat dan kepercayaan yang ada sering bertentangan dengan keimanan kita. Haruskah adat dan kepercayaan itu kita hancurkan demi menjaga iman kita ?

Tentu saja jawabannya tidak.

Hidup di Surabaya, ternyata memiliki keunikan tersendiri. Kadang diantara rekan - rekan sekerja sering terjadi guyon - guyonan. Diantaranya tentang anak.

Alkitab mengajarkan.....bahwa memiliki anak adalah karena kemurahan Tuhan. Tuhan memberikan anak laki - laki ataupun perempuan, semua adalah sesuai kehendak Tuhan......

Tetapi adat berkata lain.....

Kenapa memiliki anak perempuan ?

Kebanyakan orang - orang Surabaya berkata bahwa bapaknya ketika masih bujang adalah seorang playboy....sering mainin cewek.....karena itu bapaknya diingatkan dengan anak perempuan. Agar berhenti mainin cewek. Kalau masih nekat.....maka imbasnya / karmanya akan kembali ke anak perempuannya. Kalau dipikir ada benarnya juga......Tetapi sebenarnya itu menjadi masalah ketika mempercayai hal itu. Bagaimana dengan kita - kita kaum Adam yang setia mengikut Tuhan dari masa muda. Tidak pernah pacaran. Setelah dewasa menjadi seorang pendeta. Menikah pun mendapatkan seorang pendeta juga. Dan memiliki 6 orang anak. Semuanya perempuan........

Nah loh....bagaimana ini ?......hi...hi...hi.....

Tetapi sebaliknya ketika memiliki anak laki - laki. 

Biasanya yang dikomentari adalah bapaknya. Sang bapak jagoan....sang bapak dahsyat di dalam bercinta.....sang bapak siiiiiiiippppppppp.....

Tetapi bagimana dengan si ibu ?

Ketika memiliki anak perempuan, berarti sang bapak ketika masih bujang adalah seorang yang nakal.

Tetapi ketika memiliki anak laki - laki, berarti sang ibu ketika masih bujang adalah seorang yang nakal.......ha...ha...ha....

Benarkah demikian ?

Itulah adat dan kepercayaan yang ada di dalam kehidupan bermasyarakat.

GBU