Submitted by hai hai on

Bengcu menggugat Bandot

Ioanes Rakhmat VS GKI? BUKAN! Hanya Bandot VS BUNGLON di GKI. Boleh juga menyebutnya Petruk VS Dasamuka. Pdt. Albertus Patty, MA. M.Th.D.Min. adalah pendeta GKI (Gereja Kristen Indonesia). Dia adalah salah satu pengurus Sinode GKI yang terlibat dalam kasus PEMECATAN Ioanes Rakhmat. Ioanes Rakhmat adalah SUPER Pendeta GKI. Super adalah singkatan dari SUdah PERnah. SUPER Pendeta GKI artinya sudah pernah menjadi pendeta GKI. Kepada Ioanes Rakhmat, Albertus Patty membahasakan dirinya, “sahabatmu” dan menyebut sahabatnya itu “Pencari kesalahan dan borok.” Ioanes Rakhmat menggelari Albertus Patty “Munafik alias Sang Dasamuka”. Karena keduanya telah saling menggelari, nggak ada salahnya hai hai ikut nimbrung menggelari mereka bukan? Ha ha ha ha ha …..


Bapak Ioanes Rakhmat yang mulia, mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, karena anda menyatakan, “ratusan ribu orang warga GKI dan ratusan pendeta GKI bersatu hanya untuk melawan SEORANG IOANES RAKHMAT” maka izinkan saya, hai hai, jemaat GKI - Siliwangi mengungkapkan ISI hatinya dan PENGETAHUANNYA.

GKI mengaku imannya bahwa Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru adalah Firman Allah, yang menjadi dasar dan norma satu-satunya bagi kehidupan gereja. Tager dan Talak GKI Pasal 3:2  – Pengakuan Iman

Bapak Ioanes Rakhmat yang terhormat, pertama-tama, izinkan saya mengingatkan anda bahwa GKI (Gereja Kristen Indonesia) adalah sebuah Badan Hukum yang memiliki Tata Gereja (Tager) dan Tata Laksana (Talak). GKI bukan warung kopi tempat orang-orang nongkrong namun SESOSOK KEBERADAAN (badan) yang BERIMAN. Tersebut di atas adalah salah satu yang di-IMAN-i GKI.

Anggota GKI terdiri dari: a. Anggota baptisan, yaitu anggota GKI yang telah menerima baptisan kudus anak. B. Angota sidi, yaitu anggota GKI yang telah menerima baptisan kudus dewasa atau anggota baptisan yang telah menerima pelayanan pengakuan percaya/sidi. Tager dan Talak GKI Pasal 8:1 – Keanggotaan

GKI sama sekali tidak pernah MEMECAT anggotanya. Anggota-anggota yang melanggar Tager dan Talak (Tata Gereja Dan Tata Laksana) GKI akan digembalakan alias dibina hingga bertobat atau mati. Bertobat artinya kembali menaati Tager dan Talak GKI. Mati artinya meninggal dunia.

Jabatan gerejawi GKI terdiri dari: a. Penatua, b. Pendeta. Tager dan Talak GKI Pasal 9:1 – Jabatan Gerejawi

Pendeta dipanggil untuk melaksanakan pelayanan kepemimpinan dalam kerangka pembangunan gereja secara penuh waktu untuk mewujudkan visi dan melaksanakan misi dalam konteks masyarakat, bangsa dan Negara. Tager dan Talak GKI Pasal 98:2 – Kedudukan Dan fungsi

Pendeta tugas khusus adalah pendeta yang ditugaskan oleh Majelis Jemaat, Majelis Klasis, Majelis Sinode Wilayah, dan Majelis sinode dalam bidang-bidang pelayanan khusus seperti pelayanan dalam bidang keorganisasian gerejawi, pendidikan, pendidikan teologi, pembinaan, kesehatan, sosial, dan TNI/POLRI. Tager dan Talak GKI Pasal 120:1 – Pendeta Tugas Khusus – Pengertian

Pendeta melaksanakan pelayanan kepemimpian dalam Majelis Jemaat, Majelis Klasis, Majelis Sinode Wilayah, dan Majelis Sinode sampai ia diberi status sebagai pendeta emeritus atau jabatannya diakhiri atau jabatannya ditanggalkan. Tager dan Talak GKI Pasal 99 – Masa Pelayanan

Penanggalan jabatan pendeta dikenakan kepada pendeta karena sebab-sebab tertentu yang bersifat pelanggaran terhadap hakikat kependetaannya. Tager dan Talak GKI Pasal 139:2 – Pengakhiran dan Penanggalan Jabatan Pendeta – Pengertian

Pendeta adalah pejabat gerejawi alias KARYAWAN yang DIGAJI untuk melakukan suatu pekerjaan. Ada tiga jenis pendeta di GKI yaitu pendeta jemaat, pendeta tugas khusus dan pendeta emeritus alias pendeta pensiunan. Pendeta bukan jabatan seumur hidup. Ketika mencapai umur tertentu dia harus di-emeritus alias dipensiun. Pendeta tugas khusus berakhir jabatannnya ketika masa tugas khususnya berakhir. Pendeta yang pelayanannya tidak diperlukan lagi atau tidak dikehendaki lagi atau dianggap tidak mampu menjalankan tugasnya atau melanggar Tager dan Talak GKI akan diakhiri atau ditanggalkan jabatannya. Pendeta GKI bukan PEMIMPIN gereja namun KARYAWAN yang DIBAYAR untuk melakukan TUGAS kepemimpinan, itu sebabnya bila kepemimpinannya tidak memuaskan Jemaat berhak menolaknya bahkan memecatnya sesuai dengan Tager dan Talak GKI.

Bersedia melaksanakan tugas pendeta secara penuh dan dengan kesetiaan dalam peran sebagai gembala, pengajar, teladan dan penatalayanan. Tager dan Talak GKI Pasal 102:1:d – Syarat (Pendeta)

Komitmen d. Bersedia memegang ajaran GKI. Tager dan Talak GKI Pasal 102:1:d – Syarat (Pendeta)

Komitmen e. Bersedia memahami, menyetujui, dan menaati Tata Gereja dan Tata Laksana GKI. Tager dan Talak GKI Pasal 102:1:e – Syarat (Pendeta)

Pelengkap b. Bersedia untuk tidak bekerja dalam bidang lain yang tidak ada hubungannya dengan pelayanan gerejawi. Tager dan Talak GKI Pasal 102:5:b – Syarat (Pendeta)

Dalam rangka pembangunan gereja untuk melaksanakan pelayanan kepemimpinan, tugas pendeta adalah: a. Melaksanakan pemberitaaan Firman Allah. Tager dan Talak GKI Pasal 101:1:a – Tugas (Pendeta)

Tugas Umum a. Memelajari dan mengajarkan  firman Allah. Tager dan Talak GKI Pasal 101:2:a – Tugas (Pendeta)

Tugas Umum k. Memperhatikan dan menjaga ajaran. Tager dan Talak GKI Pasal 101:2:a – Tugas (Pendeta)

Penggembalaan khusus terhadap pejabat gerejawi dilaksanakan kepada penatua dan pendeta yang: a. Kelakuannya bertentangan dengan Firman Allah dan atau b. Menganut serta mengajarkan ajaran yang bertentangan dengan Firman Allah dan ajaran GKI, termasuk menyalahgunakan dan atau mengingkari jabatannya sehingga menjadi batu sandungan bagi orang lain, agar ia bertobat. Tager dan Talak GKI Pasal 37:3 – Penggembalaan Khusus

Tersebut di atas adalah sebagian ayat-ayat Tager dan Talak GKI yang mengatur syarat dan tugas pendeta GKI. Pendeta-pendeta yang melanggar atau tidak mampu memenuhi tuntutan ayat-ayat tersebut di atas atau ditolak JEMAAT akan digembalakan. Ada dua jenis penggembalaan di GKI yaitu: Pengembalaan umum dan penggembalaan khusus. Bila penggembalaan tidak berhasil maka jabatan pendetanya akan diakhiri atau ditanggalkan.

Bapak Ioanes Rakhmat yang terhormat, sebagai pendeta GKI anda dituntut untuk memahami Tager dan Talak GKI dengan baik dan menaati serta memenuhi tuntutannya. Walaupun menaati dan memenuhi tuntutan Tager dan Talak GKI dengan baik, namun bila JEMAAT tidak menghendaki PELAYANAN anda lagi maka anda harus berjiwa besar untuk diakhiri atau ditanggalkan jabatannya. Bolah-boleh saja menganggap hal itu tidak adil namun, bukankah anda sudah tahu hal itu dan siap menanggung resikonya sejak menerima tawaran untuk  menjadi pendeta alias KARYAWAN GKI?

Pimpinan a. Dalam wujud Sinode, GKI dipimpin oleh Majelis Sinode yang anggota-anggotanya terdiri dari keseluruhan Majelis Sinode Wilayah dalam Sinode. Pimpinan harian Majelis Sinode adalah Badan Pekerja Majelis Sinode yang diangkat oleh dan bertanggungjawab kepada Majelis Sinode. Tager dan Talak GKI Pasal 10:1:d - Kepemimpinan

Sebagai anggota dan pendeta GKI bolah-boleh saja menuduh para Majelis munafik, dasamuka, haus kekuasaan, haus darah atau seperti saya, menuduh beberapa orang di antara mereka BUNGLON, namun faktanya mereka adalah orang-orang yang dipilih untuk menduduki jabatannya secara demokratis. Bolah-boleh saja mengeritik kinerja mereka namun MENYANGKAL kekuasaan mereka dengan menentang alias mbalelo keputusan mereka adalah perbuatan tolol sebab mereka dipilih secara demokratis ala GKI, sesuai dengan Tager dan Talak GKI.

Bila menganggap keputusan Majelis salah yang harus dilakukan jemaat atau pendeta GKI adalah melakukan prosedur BANDING dan atau PENINJAUAN ulang. Berteriak-teriak mengadu ke seluruh dunia hanya membuktikan bahwa yang bersangkutan tidak mengenal GKI dengan baik sehingga menganggapnya UJUNG GANG di mana orang-orang boleh nongkrong seenak jidatnya.

Bapak Ioanes Rakhmat yang mulia, bila melamar menjadi supir maka harus menjadi supir sesuai tuntutan jabatannya. Walaupun bisa nyetir dengan baik namun bila orang yang dilayani tidak menyukai pelayanannya, maka harus berjiwa besar ketika dipecat. Supir nggak boleh nyambi jualan bakso. Bila kekeh jumekeh jualan bakso lalu dipecat MUSTAHIL menuduh penggajinya SIRIK karena MEMBERANGUS kebisaannya mencari duit bukan?

GKI beriman bahwa Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru adalah Firman Allah, yang menjadi dasar dan norma satu-satunya bagi kehidupan gereja. GKI mempekerjakan anda, Ioanes Rakhmat, sebagai pendeta untuk:

  1. Bersedia memahami, menyetujui dan menaati Tata Gereja dan Tata Laksana GKI.
  2. Bersedia memegang ajaran GKI.
  3. Memelajari dan mengajarkan firman Allah.
  4. Melaksanakan pemberitaaan Firman Allah.
  5. Memperhatikan dan menjaga ajaran GKI.

Setelah sepakat menjadi pendeta alias KARYAWAN GKI, anda lalu nyambi menjadi free thinker dan ketika ditegur oleh JEMAAT GKI, anda kekeh jumekeh nyambi jadi free thinker serta mengajarkan ajaran free thinker bahkan MENGHINA dan MENGEJEK jemaat yang MENEGUR anda seenak jidat anda.

Bapak Ioanes Rakhmat yang terhormat, masalahnya bukan ajaran anda SESAT atau lurus; anda benar atau SALAH; Anda bebas berpikir dan menyatakan pendapat atau DIBERANGUS. Masalahnya anda PENDETA alias KARYAWAN GKI. Tugas PENDETA GKI adalah MELAYANI Jemaat GKI dengan melakukan fungsi KEPEMIMPINAN. Walaupun MEMIMPIN namun, JANGAN lupa bahwa anda adalah KARYAWAN GKI, bukan PENGUASA GKI. Bila tidak menaati dan memenuhi tuntutan Tager dan Talak GKI itu berarti anda tidak memenuhi kualifikasi untuk menjadi karyawan GKI. Bila tidak mampu memuaskan Jemaat GKI, itu berarti anda tidak memenuhi kualifikasi untuk menjadi karyawan GKI. Mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, cara sebagian Jemaat GKI mencaci-maki anda dan cara Majelis Sinode MEMECAT anda memang KEN AROK banget namun saya, hai hai, jemaat GKI Siliwangi, MENDUKUNG pemecatan anda karena anda memang tidak COCOK untuk karyawan GKI. Bila saatnya tiba, saya akan tunjukkan kesalahan mereka agar KETOLOLAN demikian tidak terjadi lagi di waktu-waktu yang akan datang.

Sebagai pendeta GKI anda SESAT karena Tager dan Talak GKI adalah Standard kebenarannya. Anda TELAH melanggarnya walaupun menurut anda itu dilakukan dengan ITIKAD baik untuk MEMPERBARUI pemikiran Gereja Kristen Indonesia. Sebagai PENDETA GKI anda SESAT karena menyangkal IMAN GKI bahwa Alkitab Perjanjian Lama (PL) dan Perjanjian Baru (PB) adalah Firman Allah yang menjadi dasar dan norma satu-satunya bagi kehidupan gereja. Sebagai PENDETA GKI anda SESAT karena alih-alih melaksanakan pemberitaaan firman Allah (Alkitab) anda justru mengajarkan FIRMAN ALTERNATIF. Sebagai PENDETA GKI anda SESAT karena alih-alih memelajari dan mengajarkan firman Allah (Alkitab) anda justru memelajari dan mengajarkan FIRMAN ALTERNATIF.

Sebagai free thinker yang MENUNTUT kebebasan berpikir dan menyatakan pendapat serta ingin memperbarui dunia, anda benar-benar GENIUS ketika MEMBERANGUS orang-orang yang MEMAKI-MAKI anda membabibuta dan orang-orang yang tidak anda sukai dengan meng-kick mereka seenak jidat anda dari daftar FRIEND Face Book anda. Bila hendak MEMPERBARUI dunia maka orang-orang MENYEBALKAN itulah yang harus anda TOBATKAN. Bila anda MENOLAK mereka, lalu siapa yang akan MENGAJARI mereka, Ooooooh …. Ioanes Rakhmat  sang PEMBAHARU Pemikiran Gereja Yang Mulia?!

Bila Ioanes Rakhmat BERHAK untuk SESAT, kenapa orang-orang itu TIDAK berhak untuk TOLOL? Bila Ioanes Rakhmat minta dihargai HAK-nya, kenapa dia justru mengabaikan HAK orang-orang TOLOL itu?

Anda mau memperbarui dunia atau membangun KONSPIRASI. MUSTAHIL memperbarui dunia bila siang dan malam anda hanya sibuk saling MENJILAT dengan para penggemar anda.

Bukankah anda menjadi pendeta karena ingin memperbarui gereja? Bukankah anda memilih GKI sebagai benteng dan medan perjuangan anda? Bukankah anda sudah berjuang selama 25 tahun? Apa hasil perjuangan anda?

K’cian dech lu!

Anda DIPECAT!

Ha ha ha ha ha ha …..

Silahkan gembar-gembor ke seluruh dunia sampai kuda gigit jari bahwa anda TELAH di-DZOLIMI GKI. Faktanya adalah anda TIDAK memenuhi kualifikasi untuk menjadi pendeta GKI sesuai Tager dan Talak GKI. Itu hanya pemutusan hubungan kerja antara PENGGAJI dan DIGAJI bukan GKI mendzolimi Ioanes Rakhmat.

Silahkan berteriak-teriak sampai pohon semangka berdaun sirih bahwa GKI memberangus kebebasan berpikir dan menyatakan pendapat anda. Faktanya adalah sampai hari ini anda masih BEBAS berpikir dan menyatakan pendapat. Sebagai pemberi gaji, GKI hanya menuntut anda untuk menjadi pendeta sesuai Tager dan Talak GKI. Bukankah itulah kesepakatan kerja yang telah anda setujui? Bukankah ayat-ayat Tager dan Talak GKI yang saya kutip di atas menyatakan dengan gamblang kenapa anda tidak memenuhi KUALIFIKASI sebagai KARYAWAN GKI?

Silahkan mengagul-agulkan diri sebagai orang JUJUR dan memaki-maki pendeta GKI lainnya DASAMUKA sampai burung bangau pulang ke kandang setahun sekali. Faktanya adalah KARYAWAN GKI dibayar untuk KINERJANYA alias PELAYANANNYA. Faktanya adalah, Bapak Ioanes Rakhmat yang terhormat, anda dibayar oleh GKI untuk Bersedia memahami, menyetujui dan menaati Tata Gereja dan Tata Laksana GKI, Bersedia memegang ajaran GKI, Memelajari dan mengajarkan firman Allah, Melaksanakan pemberitaaan Firman Allah, Memperhatikan dan menjaga ajaran GKI. Anda sama sekali tidak dibayar oleh GKI untuk menjadi free thinker. Bila anda memang SEJUJUR yang anda SANGKA, maka anda PASTI sudah mengundurkan diri sebagai pendeta GKI begitu menemukan FAKTA bahwa keyakinan anda BERTENTANGAN dengan IMAN GKI bahwa Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru adalah Firman Allah yang menjadi dasar dan norma satu-satunya bagi kehidupan gereja.

Silahkan meyakini dan mempertahankan ajaran yang anda anggap benar sampai kiamat. Mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, bila selama 25 tahun ini anda MERASA kebebasan berpikir dan menyatakan pendapat anda TERGANGGU karena menjadi KARYAWAN GKI. Bila anda benar, maka GAJI  yang kami berikan SELAMA itu memang tidak SEBERAPA bila dibandingkan dengan PENGORBANAN anda. Namun, bukankah sejak semula anda MENYETUJUINYA, itu sebabnya anda menjadi KARYAWAN GKI?

Ikutan kecewa, karena ITIKAD baik dan perjuangan anda selama 25 tahun MEMPERBARUI pemikiran GKI gagal TOTAL! Mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat karena selama 25 tahun itu GKI seolah-olah memberi harapan bahwa itikad baik dan perjuangan anda akan berhasil namun FAKTANYA anda DIPECAT!

Di mata seorang PEJUANG, Anda GAGAL!

Bapak Ioanes Rakhmat yang mulia, anda seorang PEJUANG bukan? Bukankah anda menjadi pendeta karena berpikir bisa menjadi seorang pembaru pemikiran gereja? Bukankah sejak awal anda SUDAH tahu SIAPA dan APA lawan-lawan anda? Ha ha ha ha ha ha ha ….. Anda benar-benar pejuang ANEH BIN AJAIB. Setelah berjuang selama 25 tahun dan GAGAL memperbarui GKI anda lalu MERENGEK-RENGEK mengadu ke seluruh dunia. Siang malam MEMUJI-MUJI lawan setinggi LANGIT bahkan menggelari mereka DASAMUKA. MEMUJI-MUJI betapa GENIUSNYA Jemaat GKI karena bukan hanya tidak mau DIBARUI bahkan membuktikannya dengan MEMECAT Ioanes Rakhmat yang mulia.

Bapak Ioanes Rakhmat yang terhormat, pernahkah anda mendengar pepatah yang bunyinya, “berjanggut namun tidak berjubah” yang artinya nafsu gede tenaga kurang? Si pincang ngomel, “Jalan nggak rata!” Ha ha ha ha ha ha …. Jadilah pejuang namun, seorang KSATRIA tidak pernah menyalahkan lawan yang nggak ngalah atas kekalahannya.

Di mata seorang PEDAGANG, Anda BANGKRUT. DAGANGAN nggak LAKU bahkan cara berdagang pun dianggap MENGGANGGU ketentraman, itu sebabnya LAPAK anda digusur.

Ioanes Rakhmat yang terhormat, ada seorang preman  yang buka lapak ayam di pasar. Dengan jumawa dia mengagul-agulkan kesaktian ayam-ayam yang dijualnya sambil menunjukkan betapa payahnya ayam-ayam jualan pedagang lain sambil menggelari mereka dasamuka alias munafik. Karena terus dipaksa untuk membeli, maka pembeli pun menyatakan bahwa mereka nggak suka dagangannya apalagi caranya berdagang. Alih-alih mawas diri, preman itu justru dengan pongahnya mengejek mereka bodoh dan bebal karena selain nggak mampu mengenali barang bermutu juga mudah ditipu oleh para pedagang dasamuka. Karena semakin banyak pedagang dan pembeli yang mengeluh akhirnya pengelola pasar pun menggusur lapak preman itu.

Anda tahu yang dilakukan oleh preman itu, bapak free thinker yang mulia? Ha ha ha ha ha ha ….. Dia menantang pengelola pasar dan pedagang lain serta para pembeli untuk membuktikan bahwa ayam dagangannya adalah ayam pecundang. Karena keinginannya ditolak dan lapaknya digusur maka preman itu pun lalu menjadi pedagang asongan. Siang malam dia mengasong-asong di pinggir pasar sambil berteriak, “Saya happy sekali karena sekarang bisa menjadi pedagang asongan. Lapak saya  DIGUSUR sewenang-wenang oleh dasamuka karena menjajakan ayam-ayam jagoan. Saya menang karena berhasil menunjukkan bahwa para pembeli di pasar ini sama dengan pembeli di pasar sebelah, maunya makan ayam kampung doang, nggak mau makan ayam Bangkok.” Karena menganggap perilakunya lucu maka banyak pengunjung pasar yang memuji-muji dan menyemangati preman itu. Saya, hai hai, jemaat GKI Siliwangi, hanya bisa ngakak dan berkata kepada preman itu, “Ayam Bangkok nich ye?” Ha ha ha ha ha …   

Di mata hai hai, jemaat GKI Siliwangi, anda ibarat KARYAWAN bloon yang menyangka dirinya HEBAT. Alih-alih berusaha menjadi karyawan yang baik anda justru JUALAN. Alih-alih bekerja sesuai job description yang telah disepakati anda justru MENGASONG-ASONGKAN dagangan SENDIRI sambil MENGAGUL-AGULKAN diri karyawan GKI sementara menunjukkan betapa tidak bermutunya barang dagangan GKI.

Bapak Ioanes Rakhmat yang terhormat, MEMECAT anda adalah cara terbaik GKI untuk memberi anda kebebasan sebebas-bebasnya untuk berpendapat dan menyatakan pendapat bahkan menjual pendapat anda. Memecat anda sama sekali bukan CARA GKI untuk MEMBERANGUS kebebasan anda berpendapat dan menyatakan pendapat. Benarkah anda telah berhasil memperlihatkan bahwa di dalam GKI kebebasan berpendapat diberangus? Bila yang anda katakan benar, bukankah itu berarti mustahil terbit buku yang berjudul: Membedah Soteriologi Salib? Bila anda tidak membual, bukankah itu berarti mustahil menemukan blog-blog anda di Internet? Free Thinker yang mulia, buku anda dan blog-blog anda di Internet adalah bukti bahwa GKI tidak pernah MEMBERANGUS kebebasan berpendapat dan menyatakan pendapat anda. Izinkan saya, hai hai, jemaat GKI Siliwangi bertanya, kapan anda akan berhenti membual bahwa anda telah berhasil memperlihatkan bahwa di dalam GKI kebebasan berpendapat diberangus?

Di GKI untuk Think (berpikir) dan menyatakan buah pikiran memang Free (gratis). Itu sebabnya anda bukan satu-satunya Free Thinker di GKI. Semua jemaat GKI adalah Free Thinker. Di face book, apa yang anda lakukan terhadap orang-orang yang tidak anda sukai? Anda tendang mereka seenak jidat anda dari daftar teman-teman bukan? Wow ….. Apakah perilaku itu anda pelajari dari GKI? Mereka mungkin TOLOL dan BEBAL. Karena tolol dan bebal maka kebebasan berpendapatnya anda BERANGUS? Itukah cara anda menegakkan pengakuan atas hak orang untuk mengungkapkan pandangan dengan bebas?

Anda merasa BERDAULAT dan BEBAS untuk MEMBERANGUS kebebasan berpendapat orang lain di wall Face book anda bukan? Kenapa anda melakukan hal demikian? Karena menurut anda pendapat orang-orang itu tidak berguna bagi anda dan fans anda bukan? Anda tahu kenapa anda dipecat? Karena sebagian besar jemaat GKI menganggap anda tidak berguna. Bukankah anda sudah membuktikannya selama dua tahun? Tidak ada yang mencari anda. Berapa banyak jemaat yang mendukung agar anda tidak dipecat? Berapa banyak jemaat yang menuntut agar anda dipecat? Perlukah GKI mengadakan REFERENDUM untuk membuktikan kepada anda bahwa anda memang DIANGGAP tidak berguna bagi GKI itu sebabnya Jemaat keberatan uang GKI digunakan untuk menggaji anda? Jumlahnya memang tidak banyak, namun, walaupun tidak banyak tetap itu uang GKI, bukan?

Anda mau tahu perasaan orang-orang yang menandatangani surat pemecatan anda? Ha ha ha ha ha ha ha …. Anda mau tahu perasaan saya yang menyetujui pemecatan anda? Ha ha ha ha ha ha ha …. Anggaplah sama dengan perasaan anda ketika menendang seenak jidat anda untuk memberangus orang-orang yang ingin menyatakan pendapatnya di wall face book anda. Ha ha ha ha ha ha ha ….

Bapak Ioanes Rakhmat yang terhormat, anda pernah makan kerang rebus? Saya suka makan kerang rebus namun benci setengah mati dengan kerang rebus yang disukai oleh banyak teman saya. Mereka memilih kerang-kerang yang sudah mati dan busuk untuk direbus dan dimakan. Menurut saya baunya busuk sekali namun bagi mereka itu benar-benar wangi. Anda tahu ada banyak orang yang suka makan telur busuk setengah matang? Anggaplah Soteriologi Salib adalah kerang atau telur busuk sementara Soteriologi Alternatif anda adalah kerang dan telur sejati. Silahkan yakin sampai kiamat bahwa soteriologi alternative anda akan tetap benar, namun KETAHUILAH Jemaat GKI tidak perlu membuktikan kesalahan Soteriologi Alternatif untuk tidak menyukainya apalagi memecat anda bukan?

Ioanes Rakhmat: DINA, saya memilih menjadi pendeta dulu, krn berpikir saya bisa menjadi seorang pembaru pemikiran gereja. Saya konsisten sejak awal, berpikir liberal dan berkhotbah liberal. JEFFRY, tak ada gaji gratis di dunia ini, juga gaji pendeta. Juga tak ada beasiswa gratis di dunia ini sebab si penerima beasiswa harus kerja keras dan berjerih lelah belajar lalu mengajar setelah selesai. Anda kok seperti anak baru kemarin lahir, tak tahu keadaaan ini.

Bapak Ioanes Rakhmat yang terhormat, mohon maaf tanpa mengurangi rasa hormat, anda konsisten sejak awal, berpikir liberal dan berkhotbah liberal? Anggaplah itu benar, namun pernyataan anda, “tak ada gaji gratis di dunia ini, juga gaji pendeta, juga tak ada beasiswa gratis di dunia ini sebab si penerima beasiswa harus kerja keras dan berjerih lelah belajar lalu mengajar setelah selesai” juga konsisten lho!

Ha ha ha ha ha ha ha ha …….

NB.

Bapak Ioanes Rakhmat yang terhormat, pernahkah TERPIKIRKAN untuk MENGUJI apakah SEMUA doktrin gereja MEMANG benar-benar DIAJARKAN oleh Alkitab? Atau doktrin yang ada SAAT ini hanya TAFSIR belaka? Pertimbangkanlah hal itu SEBELUM mencari FIRMAN ALTERNATIF.

Wall Face Book Ioanes Rakhmat 11 Januari 2011

 

Ioanes Rakhmat: ?15 Nov 2010, kependetaan sy dilepaskan krn sy tlh menulis sbh buku berjudul Membedah Soteriologi Salib. Tanpa dialog, tanpa diskusi ilmiah terbuka, buku MSS ini dinyatakan oleh pimpinan Gereja Kristen Indonesia (GKI) sebagai sbh buku sesat dan berbahaya, dan si penulisnya diekskomunikasi. Saya menang krn berhasil memperlihatkan: GKI sama dg gereja kuno & gereja Abad Pertengahan, memberangus pemikiran alternatif.

Ioanes Rakhmat: Robert Setio, Ph.D., dosen di UKDW, adalah penandatangan surat pencopotan kependetaan saya. Wuiiih!

Ioanes Rakhmat: DINA, saya memilih menjadi pendeta dulu, krn berpikir saya bisa menjadi seorang pembaru pemikiran gereja. Saya konsisten sejak awal, berpikir liberal dan berkhotbah liberal.

Ioanes Rakhmat: Ya, HERRY, itu alasan yang disebut dalam surat penanggalan jabatan kependetaan saya. Saya menolak bentuk penggembalaan khusus apapun atas diri saya krn telah menulis buku MSS itu. Saya tak melihat diri saya salah; jadi mengapa harus tunduk untuk digembalakan khusus?

Ioanes Rakhmat: TEO, cara berpikir anda itu sama dengan cara berpikir para birokrat di GKI yang telah melepaskan kependetaan saya. Anda mau tahu cara berpikir yang benar? Nih: sebelum ada keputusan penggembalaan khusus atas diri saya, lakukanlah diskusi terbuka untuk membedah buku MSS itu dengan menghadirkan saya di dalamnya. Diskusi inilah (mungkin dua atau tiga kali) yang akan menentukan apakah buku saya itu sesat atau tidak, lalu apakah saya akan digembalakan khusus atau tidak. Gitu loh kalau mau berpikir lurus dan berintegritas.

Ioanes Rakhmat: TEO, anda tahu, selain Robert Setio, Ph.D., penandatangan surat pencopotan kependetaan saya juga seorang doktor hukum gereja lulusan Belanda, namanya Dr. Lazarus Purwanto. Hukum gereja baginya adalah pemberangusan heterodoksi dan pencopotan kependetaan setiap pendeta yang ggak mau tunduk pada dogma-dogma kuno.

Ioanes Rakhmat: IMMA, memang ada gereja yang memandang jabatan penatua dan jabatan pendeta adalah jabatan-jabatan seumur hidup. Tetapi GKI tak menganut hukum gereja semacam itu. Tetapi, sekali lagi saya ingin tegaskan, tanpa jabatan kependetaan, sekarang saya malah bebas menulis dan berpikir apapun untuk kemajauan peradaban manusia. I am happy now.

Ioanes Rakhmat: Pak PETER, saya ingin tegaskan dua hal. Pertama, saya berbahagia sudah dilepaskan dari kependetaan saya. Kedua, para birokrat GKI itu sudah mengumumkan minimal dua kali ke seluruh GKI (di Pulau Jawa dan di Sumatra) bahwa saya ini sesat dan sudah kehilangan kependetaan saya serta akibat-akibatnya bagi saya dan anggota keluarga saya. Apakah ihwal yang kedua ini bukan sebuah character assasination yang dilakukan gereja atas nama Yesus dan atas nama dogma ttg Yesus? Salam

Ioanes Rakhmat: Ya, MAX, dogma resmi gereja apapun ttg Yesus tak bisa dilepaskan dari kepentingan gereja mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan politis. Untuk mempertahankan kekuasaan politis GKI, maka para birokrat GKI memperlihatkan taring kekuasaan mereka dengan mencopot kependetaan saya. Bagi mereka, Ioanes Rakhmat sangat subversif dan bisa meruntuhkan fondasi GKI. Jadi, mari kita habiskan dia!! Tapi Ioanes Rakhmat is stiil alive and healthy !! Salam

Ioanes Rakhmat: BENHARD JEFFRY, jadi memang ada dua tahap yang saya sudah alami. Pertama, akibat menulis di Koran Tempo dua kali ttg makam Talpiot (yang dihipotesiskan sebagai makam keluarga Yesus), saya tidak bisa ditempatkan di jemaat lagi, dan karenanya, sebagai jalan terbaik, saya dipensiunkan (sebutan di gereja, saya di-emeritasikan). Sesudah saya berstatus pendeta emeritus, saya menulis buku MSS itu, yang mengakibatkan pencopotan kependetaan saya tanpa didahului diskusi terbuka ttg buku MSS itu. Jadi, memang saya konsisten sejak dulu, berpikir bebas dan menulis juga dg bebas.

Ioanes Rakhmat: IRIANTO, pandangan anda ini sama persis dengan pandangan para birokrat GKI itu. Hemat saya, pemikiran bebas perlu dihadapkan dengan pemikiran tandingan, bukan dengan memberangus pemikiran ini dan mengekskomunikasi si pemikirnya. Masak gereja kalah dengan lembaga-lembaga non-agamawi yang malah menyambut pemikiran-pemikiran baru. Tentu saja, seperti sudah saya tulis di status saya di atas, GKI memang tak beda dari gereja kuno dan gereja Abad Pertengahan dan gereja pada umumnya. Anda benar sekali. Salam

Ioanes Rakhmat: JEFFRY, tak ada gaji gratis di dunia ini, juga gaji pendeta. Juga tak ada beasiswa gratis di dunia ini sebab si penerima beasiswa harus kerja keras dan berjerih lelah belajar lalu mengajar setelah selesai. Anda kok seperti anak baru kemarin lahir, tak tahu keadaaan ini. Salam

Ioanes Rakhmat: HOKAGE, justru buku MSS saya lain: sebagai alternatif dari soteriologi salib yang berpusat pada kematian Yesus yg diklaim sebagai satu-satunya jalan yang Allah Bapanya kehendaki, saya ajukan sbh soteriologi yang didasarkan pada Yesus sebagai manusia biasa, betul-betul manusia. Rupanya anda belum membaca buku MSS saya ya? Baca dulu dong baru beri komentar. :)) Salam

Ioanes Rakhmat: SITA, very good! Klaim bhw sebuah kitab atau sebuah doktrin berasal dari wahyu Allah, di mana-mana memang selalu memblokir pemikiran kritis alternatif dan mengekskomunikasi para pemikirnya. Kalau makin banyak orang menyadari hal ini, makin baiklah dunia ini. Salam

Ioanes Rakhmat: HOKAGE, waktu menulis buku MSS itu, saya masih belum definitif memutuskan untuk masuk ke tahap post-religious. Tetapi kalaupun saya sudah masuk ke tahap ini, mengkaji Yesus sebagai suatu sosok historis tidaklah berarti si pengkajinya seorang religius Kristen. Ada sejumlah pakar pengkaji Yesus sejarah yang bukan orang beragama, tetapi ateis. Dalam pengamatan saya, semakin seorang mengambil jarak dari agama Kristen, dan dari komitmen iman terhadap Yesus, semakin kuat bobot objektivitas kajian-kajian mereka mengenai Yesus. Nah, posisi inilah yang saya terus usahakan saya ambil. Salam

Albertus Patty: Ioanes, orang besar adalah orang yang berkata benar. Aku, teman sekelasmu, duduk di Sinode dan selalu menganggap diri sebagai sahabatmu. Akulah yang mendorong agar Sinode berdialog dengan anda. Tiga kali surat untuk bercakap-cakap kami kirimkan ke anda. Kami bahkan meminta anda untuk bercakap cakap dimana pun sesuka anda. Yang penting ada percakapan. Semuanya didasari pada penghormatan kami kepada anda, karena melihat anda sebagai potensi besar yang mesti dijaga dan karena persoalan anda, kami anggap bukan persoalan moral. Ini persoalan intelektual yang hanya butuh kematangan dan kerendahan hati!

Tetapi, anda mengembalikan semua surat2 itu. Dengan catatan dan penggunaan bahasa2 yang kasar pula! Pada saat yang sama anda menyampaikan kemana-mana bahwa anda dipecat dan diekskomunikasi sambil menjelek-jelekkan pribadi anggota Sinode GKI yang justru dalam rapat2 banyak membela anda. Ini yang aku sesalkan. Cara anda ini menunjukkan anda tidak bisa membedakan antara persoalan pribadi dan persoalan organisasi.

Sebagai Sinode, kami sendiri tidak pernah menjelek-jelekkan anda di luaran. Itu karena kami tetap menghormati anda! Meskipun, asal anda tahu, tekanan2 untuk mengekskomunikasi anda sangat besar. Kami tak punya integritas kalau kami mencampakkan anda karena tekanan luar. Kami terpaksa mengambil jalan yang kami sendiri tidak sukai karena justru ulah anda sendiri yang tidak pernah mau berdialog. Jadi, please jangan diputar balikkan.

Anda akan sungguh-sunguh menjadi orang besar kalau energi anda ini digunakan untuk membangun kebangsaan dan kemanusiaan bersama daripada digunakan untuk menjelek-jelekkan dan menyudutkan GKI, suatu gereja yang sangat kecil dan masih harus belajar banyak hal. Asal anda tahu, melihat kiprah sosial GKI dan juga dalam upaya menjalin hubungan antar umat beragama, banyak orang akan menertawai tuduhan anda bahwa GKI, gereja yang mencetak anda menjadi seorang DOKTOR, adalah gereja kuno dan abad pertengahan.

Terakhir, taburkan benih cinta dan perdamaian akan jauh lebih baik daripada terus-menerus menaburkan benih kebencian. Kecenderungan ini pada akhirnya akan menggerogoti nurani anda sendiri. Salam dari sahabatmu. – Bertty

Ioanes Rakhmat: BERTY, andalah yang memutarbalik dan memelintir fakta, gaya umum para birokrat gereja, birokrat GKI. Omong kosong kalau pimpinan sinode GKI, di mana anda duduk juga di dalamnya, mau berdialog dengan saya.

Saya heran, anda kok tidak tahu bahwa tanpa ada diskusi dengan saya sebelumnya, tanpa ada pembahasan buku MSS saya dengan melibatkan saya sebelumnya di dalamnya, tahu-tahu dilayangkan sebuah surat dari para birokrat GKI yang menetapkan saya berada dalam status penggembalaan khusus dengan sekian konsekwensi yang dijabarkan dalam surat pertama ini. Inilah sikap pengecut dan main hakim sendiri dari rekan-rekan anda terhadap saya! Harap anda catat ihwal ini dalam benak anda sekali untuk selamanya.

Dus, karena saya melihat diri saya sudah dijatuhkan penggembalaan khusus yang prematur oleh para birokrat itu, dan anda termasuk di antara mereka, tentu saja saya tidak mau meladeni permintaan para birokrat itu untuk saya datang menghadap!! Bacalah semua response saya di atas, supaya saya tak menulis berulang kali ttg borok GKI yang berbau nanah.

Setelah saya menolak datang menghadap untuk digembalakan, datang lagi tiga surat berikutnya, yang semuanya tentu saja saya tidak gubris sama sekali.

Camkan, penolakan saya untuk datang tidak pernah saya ungkapkan dengan kata-kata, lisan ataupun tulisan. Jadi, anda sangat mahir menebar FITNAH ketika menyatakan bahwa saya menolak surat-surat itu dengan kata-kata kasar. Betapa memalukannya anda ini, seorang ketua GKI tetapi mahir menebar FITNAH.

Omong kosong dengan nasihat-nasihat anda untuk saya menabur cinta dan perdamaian. Andalah yang musti pertama-tama diingatkan akan hal ini. Juga omong kosong jika anda mencap saya sedang menabur kebencian. Yang sedang saya lakukan sekarang adalah menunjukkan dengan berintegritas bahwa gereja, GKI khususnya, tidaklah berbeda dari gereja zaman kuno dan gereja Abad Pertengahan dan dengan semua gereja lain, yakni semuanya sama-sama akan selalu memberangus dan mematikan pemikiran kritis yang melawan dogma-dogma kuno.

Bukan urusan saya untuk membangun citra apa pun mengenai GKI. Mau dibela ataupun mau dipergunjingkan, adalah hak orang-orang lain untuk menilai GKI, tanpa saya perlu dorong-dorong. Yang jelas, di mata saya, anda dkk anda, yang sebagian besar bertitel doktor, tidaklah lebih dari para birokrat rohani yang haus kekuasaan dan haus darah. Kalian tak berbeda dengan orang-orang yang duduk dalam Kongregasi Suci untuk Ajaran Iman dalam gereja Roma Katolik; tak ada bedanya dengan kardinal Ratzinger yang telah memberangus banyak pemikir kritis Katolik.

Akhir kata, belilah sebuah cermin yang cukup besar, lalu lihat bagaimana rupa wajah munafik anda dan rupa wajah berbisul GKI.

Panatap Soembajak: Pak Patty sy satu sikap dgn anda: BENCI ama pemutarbalikan fakta. Sebelum pak IO memberi respon, bisakah bpk mempublish oret2an yg sarkastis itu? Ada yg menggelitik saya. Kalau benar tdk ada persoalan moral knp para pejabat gereja mengunjungi beliau aja? Apakah itu sesuatu yang merepotkan? Ini pertanyaan jemaat GKI di surabaya yg kaga pernah dikunjungi ama pendetanya... hahahaha

Ioanes Rakhmat: Mas PANATAP, supaya anda objektif, buanglah dulu penilaian anda yang prematur bahwa saya memutarbalikkan fakta dan menebar kebencian.

Asal anda dan teman-teman yang lain tahu, secara politis memang saya sudah kalah jika berhadapan dengan para birokrat rohani semacam Doktor Ministri Albertus Patty, karena merekalah yang memiliki sarana dan kekuasaan luas untuk membentuk persepsi umum warga GKI tentang diri saya. Sedangkan saya sama sekali tak memiliki kekuasaan dan sarana politik ini.

Anda tokh sudah tahu, melalui ratusan surat yang mereka layangkan ke seluruh jemaat/gereja GKI, di seluruh Pulau Jawa dan di Pulau Sumatra, yang isinya tentang diri saya, para birokrat GKI sudah melakuan suatu pembunuhan karakter, character assasination, terhadap diri saya tanpa saya bisa membela diri.

Untuk memberi klarifikasi kepada banyak orang perihal duduk perkaranya, maka saya buatlah status di atas untuk dinilai ramai-ramai.

Penting untuk dicatat, meskipun saya sudah kalah secara politis, sayalah sang pemenang jika dilihat dari sudut kejujuran moral dan dari sudut perjuangan menegakkan pengakuan atas hak orang untuk mengungkapkan pandangan dengan bebas. Mengapa saya menang? Karena kini saya dapat berpikir bebas tanpa kendala dogma, dan telah berhasil memperlihatkan bhw dalam gereja GKI, kebebasan berpendapat diberangus. Salam

Albertus Patty: ?@Panatap Soebajak: GKI tak akan pernah menjelek-jelekan siapa pun termasuk Ioanes Rakhmat. Jadi, surat atau SMS yang kasar terutama terhadap anggota sinode GKI yang lain hanya menjadi catatan kami saja. Syukurnya sebagai teman sekelas, saya dan Ioanes bisa berbicara 'hot' tanpa mengurangi rasa hormat.

Ioanes Rakhmat: Mas ALBERTUS PATTY, anda memang makin jago bersandiwara setelah sekian tahun menjadi seorang penting dalam GKI. Silakan beberkan isi SMS-SMS saya yang katamu itu berisi kata-kata kasar. Silakan beberkan, biar semua teman FB saya mengetahui.

Ada yang saya mau katakan: ketika saya baru dua hari lalu mengetahui bhw Robert Setio, Ph.D., dan Dr. Lazarus Purwanto, sudah tak berkuasa lagi di GKI, maka saya mengirim masing-masing sbh SMS yang bunyinya sama, demikian (saya kutipkan selengkapnya): "Oh, anda sudah turun ya dari puncak kekuasaan di gki. Saya sangat berterima kasih karena anda telah melepaskan beban kependetaan dari pundak saya. Di lain pihak saya terdorong mau tahu, apakah sebagai seorang scholar bertitel doktor/Ph.D., anda gak merasa malu telah memberangus sebuah pemikiran atas nama tuhan dan doktrin agama anda? Bisa anda beberkan apologia anda tentang sikap pengecut anda? Jangan bungkam. Salam. Ioanes."

Nah, Mr PATTY, saya menunggu apologia dari dua rekan anda itu. Tolong desak mereka untuk menjawab SMS saya itu.

Albertus Patty: ?@Ioanes Santailah sedikit! Kasus yang paling lama, paling alot dan paling complicated sepanjang aku duduk di sinode adalah kasus anda ini. Inilah kasus dimana Sinode GKI dibombardir dan dicela dari berbagai pihak, termasuk dari orang Depag, karena dianggap terlalu membela anda. Sayangnya, di sisi lain, tanpa tahu sebab dan proses pegumulan di dalam Sinode, anda pun ikut membombardir sinode GKI dan angota2 sinode GKI, di berbagai kesempatan. Anda kan tidak tahu berapa banyak langkah dan kebijakan yang kami ambil untuk menyelamatkan anda. Tapi akhirnya kami sendiri menyerah setelah tiga surat yang kami layangkan kepada anda itu anda abaikan bahkan kembalikan. Ya sudah, kami menganggapnya anda sudah siap keluar dari GKI. Tetapi, setelah anda keluar kok masih terus menjelekkan sinode dan bahkan masih mengirimkan SMS kasar anda kepada mantan pengurus sinode (pagi ini dia memforward SMS anda itu kepadaku). Aku terenyuh membacanya. Anda pun mengecilkan diri anda sendiri dengan sibuk menulis kalimat dalam status anda yang menyudutkan GKI. Tanpa anda jelekkan pun GKI adalah gereja yang tidak sempurna yang terus menerus berbenah diri. Tapi, tulisan anda itu menunjukkan suatu paradox. Anda mau jadi free thinker, tapi hati, pikiran dan emosi anda masih terbelenggu pada kebencian dan masa lalu, terutama pada GKI, gereja kecil yang masih perlu belajar banyak. Usulku, sebagai sahabatmu, sudah, lupakan GKI. Fokus dalam berkarya! Kecuali, status anda ini sebenarnya taktik dagang supaya buku anda laku keras. Kalau yang terakhir ini tujuan anda, sorry deh. Aku kok terlalu serius menanggapinya. Selamat hari minggu! Salam ya!

Ioanes Rakhmat: Ah, ALBERTUS PATTY, anda makin piawai bersandiwara. Masak saya harus tulis lagi berulang kali bahwa penghakiman sepihak oleh GKI begitu saja dijatuhkan kpd saya tanpa ada pertemuan sebelumnya dg saya untuk membahas buku MSS saya itu, penghakiman sepihak berupa penjatuhan penggembalaan khusus kpd saya, yang karenanya saya tolak mentah-mentah.

Anda lambat sekali berpikir, atau memang mental anda sudah terblokir shg anda tak mampu lagi untuk berpikir bahwa sudah semestinya sebelum status digembalakan khusus kepada saya diberlakukan, kesalahan saya harus terbukti dengan jelas dulu. Jika ada dua atau tiga kali pertemuan dengan saya, dg melibatkan banyak orang, untuk menentukan di mana kesalahan saya atau untuk menentukan kebenaran saya, dan jika memang saya terbukti bersalah, barulah kewajiban anda dkk anda itu untuk menjatuhkan vonis penggembalaan khusus kepada saya. Sebagai pimpinan GKI, anda saya nilai gagal total dalam menjalankan fungsi pastoral anda, krn pendekatan yang kalian pakai adalah pendekatan kekuasaan ala rezim Orba dulu.

Justru karena saya memandang diri seorang pemikir bebas, a freethinker, maka saya melihat adalah kewajiban saya untuk membeberkan duduk perkara yang sebenarnya. Dan mempersilakan dunia menilai di mana saya benar, di mana saya mungkin salah, di mana saya mungkin berbohong dan di mana saya berkata benar.

Ah, anda menggunakan argumen red herring, memasukkan isu-isu minor ttg Depag-lah, ttg bisnis buku sayalah, dg maksud untuk mengalihkan perhatian orang dari sebuah isu besar yang sesungguhnya: GKI telah menghakimi saya dengan sepihak dan menjatuhkan judgment tanpa bukti bahwa saya bersalah. Jantanlah sedikit, jangan hanya mengakui kelemahan GKI secara umum dan kabur. Nilailah, apakah GKI telah berlaku adil terhadap saya? Apakah anda sudah tak takut lagi kepada tuhan anda, Yesus, yang akan menjadi sang hakim dunia di akhir zaman? Salam

Albertus Patty: Sudahlah Ioanes, kita nampaknya ga akan ketemu. Aku juga khawatir, percakapan kita akan merugikan persahabatan kita yang sudah sangat lama. Untuk teman2 semua, kami semua sudah biasa ngobrol yang 'hot' tapi kami tetap bersahabat akrab. Ketika mahasiswa, aku justru menjadi orang yang paling setia meminjam catatan2 Ioanes terutama sebelum ujian hehehehe.... Aku sendiri berterima kasih bahwa anda tidak pernah 'mengusik' aku. Cuma sebagai sahabat dari teman2 yang anda usik dan sebagai orang yang tahu proses tentang anda dari dalam aku cuma ingin mengingatkan anda bahwa Sinode GKI dan teman2 yang anda sudutkan itu tidak sejelek yang anda duga. Di dalam dan dalam berbagai forum mereka inilah yang juga menjadi pembela anda. Salam dan selamat hari Minggu untuk anda, untuk Enny dan anak2mu dan untuk semua pembaca!

Ioanes Rakhmat: Ah, PATTY, saya rasanya, jujur saja, sudah muak dengan sikap dua muka anda. Terus terang, bagi saya anda sangat munafik, sang dasamuka. Gitu loh. Saya gak mau berteman dg sang dasa muka. Putus persahabatan dg anda gak merugikan saya kok. Silakan, kalau mau debat terus: anda membela GKI, dan saya menunjukkan borok GKI.

Albertus Patty: Cuma orang fundamentalis yang sibuk mencari-cari kesalahan dan borok. Silahkanlah Ioanes. Aku tak akan menanggapinya lagi. Cuma, sayang kalau potensi sebesar anda, pikiran sehebat anda sudah ga jalan karena kebencian dan kemuakan. OK ya sahabat! Tuhan memberkatimu! Salam :--))

Ioanes Rakhmat: Ah Mr PATTY, tak ada kebencian apapun dlm diri sy terhadap semua orang; pikiran dan hati saya terbuka, segar dan cerah, krn itu saya tak sakit apapun meskipun sedang dijahati oleh gerejamu. Kebencian, jika ada dalam diri saya, hanya akan mematikan diri saya sendiri. Saya tak benci kamu, cuma sudah merasa sangat muak berhadapan dg seorang berdasamuka sepertimu. Maaf, saya berterus-terang. Itulah saya. Lebih baik jadi orang bodoh, daripada jadi orang munafik gayamu dan gaya sobat-sobatmu di gki.

Albertus Patty: Ioanes, kemarin aku mesti ke gereja jadi harus berhenti dulu. Sekarang aku akan jelaskan kepada anda dan kepada para pembaca ttg mengapa anda dengan terpaksa di out dari GKI. Karena panjang, aku akan menulisnya dalam dua bagian.

1)Anda menulis berbagai tulisan baik di media massa maupun di blog anda yang bagi banyak UMAT, sekali lagi UMAT GKI dan non GKI, mencemaskan dan menggetarkan keimanan mereka. Meski demikian harus diakui ada juga umat, GKI dan non GKI, yang mendukung anda. Kami sadari itu! Apa yang mau dikatakan adalah bahwa kasus anda ini bukan cuma menyangkut GKI, tetapi juga umat non GKI. Sinode GKI SW Jabar mengundang anda. Anda datang. Ada diskusi di situ. Saat itu anda, sebagai pendeta yang memiliki jiwa pastoral, bersedia menulis artikel atau apa pun yang meredakan kecemasan umat, GKI dan non GKI. Tetapi anda tidak melakukannya.

2) Sinode GKI banyak dikecam karena tidak mengambil sikap apapun terhadap anda bahkan terkesan membela kebebasan berpikir yang kita hormati hasil didikan STT. Kecaman terhadap anda mengarah pada STT Jakarta tempat dimana anda, kami utus, mengajar. Bukan cuma kecaman tetapi bahkan beberapa Sinode memutuskan tidak lagi mengirimkan calon mahasiswa ke STT Jakarta selama anda mengajar di sana. Calon mahasiswa yang mendaftar di STT jakarta pun menurun drastis! Sinode GKI diperhadapkan pada pilihan yang sulit: antara nasib anda dan kelangsungan STT jakarta dengan puluhan karyawan plus para dosennya. Kami memutuskan menyelamatkan STT Jakarta. Kami menarik anda dari STT.

3) Kami menarik anda untuk kembali melayani di salah satu jemaat GKI. Artinya, urusan anda menjadi urusan 'pure' GKI. Tidak ada institusi lain, termasuk Depag, yang boleh mengintervensi. Anda pun berada dalam status "dapat dipanggil.' Artinya, setiap jemaat yang membutuhkan pendeta dapat memanggil anda. Status 'dapat dipanggil' ini berlaku bagi siapa pun pendeta GKI yang tidak memiliki jemaat. Lamanya dua dua tahun! kalau dalam dua tahun tidak ada jemaat yang memanggil, pendeta yang bersangkutan terpaksa diemeritasi alias pensiun. Ternyata dalam dua tahun itu tidak ada satu jemaat pun yang memanggil anda. Artinya, banyak jemaat tidak siap dengan pemikiran anda! Sinode GKI sendiri berdiskusi cukup lama untuk menyelamatkan anda agar tidak memasuki masa emeritus. Berbagai ide dan proyek diusulkan, termasuk oleh Robert Setio dan Lazarus, tetapi semua kandas karena ketiadaan dana. Tidak ada jemaat yang mau menerima, artinya tidak ada 'pekerjaan.' Tidak ada pilihan, setelah dua tahun, anda diemeritasi. Ini prosedur GKI!

?4) Setelah emeritus, anda menulis buku MSS dan juga menulis di blog anda. Kami tahu tetapi kami tidak mempersoalkannya. Tetapi, kembali kecaman membombardir Sinode GKI datang dari mana-mana, dari sebagian pendeta dan umat GKI serta pendeta dan umat non GKI. Sekali lagi kasus anda tidak cuma menyangkut GKI tetapi juga merambat ke arah umat non GKI. Bahkan ada yang menganggap Sinode GKI banci karena tidak memecat anda. Tidak ada seorang pun yang mendukung anda mengirimkan surat atau menyampaikannya kepada Sinode GKI. Kami letih karena bertahun-tahun kasus anda memenuhi hampir seluruh percakapan dan rapat2 kami. Tetapi, kami bertahan! Meski hati kami trenyuh juga karena anda, yang kami bela pun, menjelek-jelekan kami di luaran. Dalam hal ini kami tidak pernah membela diri atau melakukan yang sebaliknya menjelek-jelekkan anda! Sinode dihantam dari dua arah! Baru kali ini Sinode GKI merasa sendirian! Karena keluhan, keresahan plus kecaman sudah sangat tinggi kuantitas dan kualitasnya, Sinode GKI memanggil anda untuk menyampaikan keresahan yang sudah menyebar kemana-mana. Kami bahkan menyampaikan kepada anda bhw kami bersedia menemui anda dimana pun kalau kantor Sinode itu dianggap terlalu birokratis. Cuma anda satu-satunya pendeta yang mendapatkan keistimewaan ini. Sinode ingin berdialog dan sekaligus menuturkan realitas yang terjadi. Anda menolak percakapan dan di luaran terus mengecam Sinode GKI dengan mengatakan Sinode mengerangkeng kebebasan berpikir. Kami mulai sadar bahwa anda sama sekali tidak mempertimbangkan keresahan umat. Anda hanya memikirkan kebebasan berpikir anda saja. Bagi kami, selalu ada cara yang elegan untuk menyampaikan pemikiran kreatif. Ada cara yang wise untuk membuka pikiran umat.

5) Meski tekanan untuk memecat anda sangat tinggi, Sesuai prosedur organisasi, karena mengabaikan panggilan, anda ditempatkan dalam status penggembalaan khusus. Dengan itu, kami masih berharap ada peluang untuk berdialog dan bercakap-cakap dengan anda. Kembali kami melayangkan surat kepada anda sampai tiga kali. Anda abaikan semuanya. Dengan mengabaikan panggilan itu kami berpendapat bahwa anda sudah siap keluar dari lingkungan GKI. Kalau anda bekerja di kantor mana pun, pimpinan memanggil, anda tidak punya pilihan harus datang. Anda menolak, anda akan terkena saksi adminstratif sampai pada pemecatan. Ini juga yang terjadi dalam kasus anda. Kami terpaksa MEMBERHENTIKAN anda. Jadi, asal anda tahu, persoalan sudah bergeser. Bukan lagi soal kebebasan berpikir, tetapi soal pengabaian anda terhadap berbagai surat panggilan yang kami layangkan. Ini bukan diekskomunikasi. Istilah ini untuk mereka yang dikorbankan karena kebebasan berpikir. Anda tidak dalam status itu! Anda diberhentikan karena mengabaikan surat Sinode GKI yang memanggil anda untuk berdialog! Moga menjadi jelas!

Teo Tawa: ?@Albertus, penjelasan bpk bs menjadi penyeimbang informasi yg selama ini sepihak, ini penting krn banyak juga jemaat yg terus bertanya2 tentang proses pemberhentian pak Io, nasi sudah jadi bubur kita nikmati aja buburnya walo tak bergizi, sebagaimana saya akan menikmati buku2 pak Io walo harus belajar mengunyah, adalah baik kalo kalian tetap bersahabat itu menunjukan kedewasaan, salam

Albertus Patty: Bung Teo, selama ini Sinode GKI diam saja terhadap berbagai info negatif di luaran. Itu karena kami menghargai yang pro dan yang kontra, baik pdt dan umat internal GKI maupun non GKI, terhadap pemikiran Ioanes maupun terhadap pribadi Ioanes sendiri. Kami sudah bersahabat sangat lama. Jadi, saya percaya, meski dalam soal ini kami berbeda pendapat, kami akan tetap bersahabat. Salam!

Hokage Killeerss: Pak Patty, sikap gereja yg anda duduki trhadap tulisan Ioanes Rakhmat memang sangat mnyedihkn..alasan anda dan greja d atas, mngingatkan sy pda Vatikan yg brsikeras bhw bumi itu datar dan memaksa Galilei utk meminta maaf, syngny bumi ttap bundar smpe skrg

Albertus Patty: ?@Hokage: coba anda baca sekali lagi tulisan saya di atas. Pendapat anda ini menunjukkan anda belum memahami tulisan itu. Uraian saya di atas menunjukkan bahwa Sinode GKI tidak mempersoalkan tulisan2 itu. Berkali-kali. Sinode GKI pasang badan untuk Ioanes dengan resiko dicaci maki atau dianggap banci. Tetapi umat, GKI dan non GKI resah. GKI bahkan sudah sampai di ujung perpecahan antara yang pro dan kontra. Kami tetap tegar membelanya. Kami menarik Ioanes dari STT karena bbrp Sinode tidak mau mengirimkan calon mahasiswa ke STT. Kalau itu terjadi, lama2 STT bangkrut. Kami harus menyelamatkan baik STT maupun Ioanes. Baca lagi deh! Masa saya ulangi lagi. Salam ya!

Albertus Patty: Leonardo, penilaian anda terhadap GKI saya terima dengan senang hati. Kita harus menerima pujian dan kritikan betapa pun kerasnya dengan hati lapang toh. Tentang Ioanes, sebagai sahabat, saya pun mengaguminya jauh sebelum anda mengenalnya. Jadi, kita sama2 pengagum Ioanes ya hahaha...

Wei Yank Patty: pak patty, sy mau bertanya nih dng statement bpk yg ini:

1) Anda menulis berbagai tulisan baik di media massa maupun di blog anda yang bagi banyak UMAT, sekali lagi UMAT GKI dan non GKI, mencemaskan dan menggetarkan keimanan mereka. Meski demikian harus diakui ada juga umat, GKI dan non GKI, yang mendukung anda. Kami sadari itu! Apa yang mau dikatakan adalah bahwa kasus anda ini bukan cuma menyangkut GKI, tetapi juga umat non GKI. Sinode GKI SW Jabar mengundang anda.
---------------------------------------------------------------------------
bila bapak benar2 membela kemanusiaan, mengapa bapak bisa mengatakan bhw tulisan pak Io itu mencemaskan keimanan mereka? krn saya liat sekilas dari isi buku tsb, tidak ada unsur ancaman,pemaksaan maupun penghujatan dari ajaran kristen kok, mnrt saya mlh sebaliknya, dr tulisan pak Io itu sy melihat bhw beliau memaparkan "kebenaran" yang sampai saat ini selalu ditutup2i oleh ajaran gereja manapun.

Albertus Patty: Wei Yank, terima kasih untuk pertanyaannya. Untuk saya dan banyak lulusan STT Jakarta tulisan Ioanes biasa saja. Bagi kami inilah perjalanan spiritual yang memang tidak mesti dibatasi dan dikerangkeng. Tapi bagi banyak umat, GKI dan non GKI, tulisan itu mencemaskan dan menggetarkan. Kalau cuma itu saja tidak apa2. Soalnya kemudian sebagian dari mereka mengeritik, mencerca dan menyudutkan GKI, tempat dimana Ioanes melayani. Pro-kontra pun bermunculan dan menjadi sangat tajam sehingga nyaris memecahkan GKI. Artinya, ada yang siap, ada yang belum siap! Mestinya, dicari cara yang lebih wise agar ide2 briliannya itu diterima. Salam ya!

Leonardo Rimba: Itu mahasiswa/i STT mengira bahwa yg diajarkan tentang Tuhan itu benar. Benar2 tentang Tuhan. Pedahal semuanya rekayasa atau fantasi. Fantasi masa lalu masuk alkitab dan dibilang "suci". Pedahal cuma pemikiran belaka. Bahkan Yesus PUNYA pemikiran. dia bilang Yehovah itu bapa. Konsep yahudi yg tak tersentuh itu menjadi manusiawi lagi di tangan Yesus. – Bahkan Paulus PUNYA pemikiran, dia bilang bahwa Kristus itu ada di dalam pikiran manusia. Kristu itu adalah pikiran, the MIND of Christ. Dan itu ada DI DALAM KAMU. Sangat sederhana, tapi dibikin ribet oleh para pendeta yg mau berpura-pura bahwa ini benar2 gereja yg menyembah Tuhan. Tuhan dari Hongkong???? –

Sudah jelas para theolog SUDAH menemukan fakta dan bukti bahwa semuanya cuma pemikiran belaka. Tapi umat masih dibodohi juga, dipaksa atau mungkin dibujuk untuk tetap PERCAYA bahwa memang benar ada ayat2 / firman2 yg jatoh gedebuk dari atas langit dan masuk ke kepala para penulis Perjanjian Baru. -- Pedahal semuanya pemikiran belaka. Sama seperti Ioanes Rakhmat yg juga mengeluarkan pemikirannya. -- Tetapi Ioanes Rakhmat LEBIH up to date dibandingkan para penulis Perjanjian Baru. –

Dan ternyata itu menakutkan bagi orang2 yg lebih mementingkan periuk nasi mereka. -- Bisnis agama is bisnis manusia. Tuhan cuma aksesori belaka. Bilang saja terus terang seperti itu, dan anda akan kehilangan "captured market". Dan anda tidak mau itu. Anda tetap bertahan di tempat yg comfortable, walaupun dengan menutupi sebagian kebenaran.

Banyak pengajar STT mungkin sudah tahu bahwa semuanya pemikiran belaka, dan segala macam "pengakuan" yg diadopsi oleh sinode2 itu cuma kompromi oleh manusia. Dari manusia untuk manuisa. Dan bahwa tidak ada Tuhan di balik awan. Yg ada cuma manusia yg memiliki KESADARAN. Dan itulah yg disebut oleh Paulus sebagai Kristus. -- Cuma kesadaran manusia saja, dan itu pun BISA menjadi A, B, C ataupun D. Kristus di dalam kesadaran manusia akan membebaskan, dan bukan membelenggu. -- Gereja dan sinode2nya banyak yg telah membelenggu manusia, makanya terjadi revolusi.

Gereja2 di Barat sudah kosong, dan Indonesia juga akan menyusul, cepat atau lambat. Kalaupun ada organisasi gereja dan sinodenya, paling jauh jadi tukang kubur doang. And that's not bad, menjalankan ritual penguburan bagi orang yg dianggap "kristen". -- Tapi, di luar itu segalanya tergantung kepada hati nurani manusianya sendiri tokh? Dan kenapa hal itu tidak langsung saja dikomunikasikan saat ini? Kenapa masih pura2 percaya bahwa masih menunggu "kedatangan Yesus untuk kedua kalinya". Kenapa mau pasang muka sebagai orang evangelical kalau sebenarnya sudah jadi liberal? -- Jawab: DEMI UANG.

Albertus Patty: Leonardo, anda bebas berpendapat. Saya dukung! Buka rahasia sedikit. Ketika itu GKI hampir pecah berantakan oleh konflik antara yang pro dan yang kontra. Gereja lain ikut memanaskan situasi, mungkin demi alasan suci, menyudutkan Ioanes dan GKI. Keresahan merebak dimana-mana. Amarah sudah menggantikan cinta! Kebencian terhadap Ioanes, tentu saja dari orang2 yang tidak setuju dengannya, mulai menggumpal. Tetapi, sekali lagi alasan itu tidak menggoyahkan GKI untuk tetap mempertahankan Ioanes. Tidak pernah ada kebijakan ekskomunikasi! Kami tidak mengenalnya! Ioanes diberhentikan karena rekan saya ini mengabaikan surat panggilan Sinode sampai tiga kali. Seandainya anda punya perusahan atau punya pembantu rumah tangga, anda memanggilnya dia mengabaikan panggilan anda. Jadi, kalau boleh dikatakan, ini cuma soal etika dan kesopanan. Jadi, jangan terlalu serius deh. Mungkin GKI terlalu kecil untuk Ioanes yang besar itu. Jadi, menurutku, justru di luar GKI, ia mampu mengeksploitasi fantasi2nya secara tidak terbatas. Itu adalah anugerah! Ita kan?

Hokage Killeerss: MR. Patty, sy kembali pda respon anda trhadaP Pertanyaan anda di atas...sy brtanya: apa yg kira2 anda dan greja anda inginkan kalo Ioanes Rakhmat memenuhi pggilan kalian, dia kira2 mw d apain?? koq jwbn lu muter2 mulu sih? Malah gw yg d bahas Haha

Albertus Patty: Hokage, kami akan duduk dan menyelesaikan persoalan bersama dalam posisi win-win solution. Apa itu posisi win-win solution? Kami belum tahu karena percakapan tidak terjadi. Jelas ya! Kalau belum jelas, baca lagi yang banyak ya.

Albertus Patty: Ok teman2 sekalian. Tugas saya adalah menjelaskan kasus Ioanes dalam versi GKI. Saya tidak berniat meluruskan atau mengoreksi versinya. Biarlah itu menjadi perbandingan saja. Sorry kalau ada kata2 yang mungkin menyinggung. Tidak ada maksud untuk itu. Tetapi, saya menikmmati diskusi ini, meski, jujur saja, diskusi seperti ini cuma cocok untuk kaum kelas menengah ke atas yang tidak lagi berpikir tentang periuk nasi. Cuma abstraksi intelektual saja! Sekarang, saya berhenti karena sebagai pendeta saya harus memikirkan banyak orang yang membutuhkan makanan, minuman, relasi yang baik yang mewujudkan kemanusiaan bersama. Jadi, Thx untuk diskusinya. Salam hangat untuk sahabatku Ioanes. Biar bagaimana pun anda tetap sahabat yang aku banggakan!

Ioanes Rakhmat PENGUMUMAN UNTUK SELURUH GKI (Bagian II)

PATTY, anda terus saja mengulang-ulang sesuatu yang penuh kemunafikan, dan terus saja menulis hal ini seolah teman-teman saya di FB ini tak bisa berpikir kritis dan bisa anda bodohi. Anda terus saja menyatakan bhw pimpinan gki dan tim penggembalaan khusus itu telah mengundang saya dan saya menolak datang. Apakah anda begitu pandir, PATTY, sampai tak pernah bisa memahami duduk perkara yang sebenarnya. Sudah tentu saya tegas menolak datang ke pertemuan anda dkk itu, dan saya sudah menolaknya sebanyak empat kali. Mengapa saya menolak? Karena kalau saya datang, berarti saya menyetujui penilaian sepihak kalian bahwa buku MSS saya itu sesat, sementara belum pernah ada pertemuan apapun dengan saya untuk menguji apakah buku MSS saya itu sesat. CAMKAN hal ini ya, PATTY!!!

Anda dkk anda sudah menyatakan bahwa semua pandangan saya dalam buku MSS saya SESAT (ditulis dalam surat undangan kepada saya) tanpa pernah ada satu kalipun diskusi sebelumnya dengan saya pribadi untuk membuktikan apakah buku MSS saya itu sesat atau malah buku MSS ini menyatakan kebenaran-kebenaran yang paling jujur dari seorang yang mengenal Yesus Kristus. Apakah kalian begitu takut terhadap saya, karena kalian beranggapan bhw saya akan pasti bisa mempertahankan isi buku MSS itu jika saya diminta membahasnya di depan anda sebelum anda memberlakukan status digembalakan khusus atas diri saya? Untuk menutupi kepengecutan kalian semua di gki, kalian langsung saja memakai kekuasaan rezim ORBA yang ada pada kalian untuk menyatakan saya sesat dan berstatus digembalakan khusus. Nah, saya minta anda tak usah mengulang-ulang perihal undangan empat kali kpd saya yang saya sudah tolak mentah-mentah.

Semua orang sudah tahu bahwa penggembalaan khusus dikenakan kepada saya supaya saya pada akhirnya mencabut semua pandangan saya dalam buku MSS itu, jika saya mau menerima pemulihan status saya sebagai seorang pendeta gki. PATTY, sehubungan dg hal ini, saya mau katakan: sampai kiamat pun dunia ini, buku MSS akan tetap benar dan akan tetap saya pertahankan isinya, dan akan terus dicetak ulang dengan revisi-revisi yg makin mempertajam dan mempertegas isinya.

Lalu, tindakan main hakim sendiri yang kedua, yang kalian telah lakukan kpd saya, yang sangat melanggar HAM, adalah pengumuman di hampir semua gereja GKI di Pulau Jawa dan di Pulau Sumatra, di warta gereja masing-masing, bahwa Ioanes Rakhmat telah sesat, telah dicabut kependetaannya, dan telah kehilangan hak-hak tertentunya sebagai seorang warga gki yang sesat. Bagi saya, dan bagi banyak teman saya, tindakan kalian ini adalah suatu pembunuhan karakter, character assasination, terhadap saya, yang sangat melanggar HAM, dan sangat tak bermoral, yang ironisnya kalian telah lakukan atas nama Yesus Kristus dan atas nama dogma penebusan lewat kematian Yesus. Kalau saya adalah seorang Barat, saya akan menuntut kalian secara hukum atas character assasination ini!!

Terakhir, tanpa menyandang jabatan pendeta pun, saya akan terus menulis dengan kritis, ttg banyak hal, termasuk ttg ajaran-ajaran gereja, semuanya, lewat buku-buku saya, makalah-makalah saya, dan lewat blog-blog saya, dan lewat talkshow saya di mana-mana.

Anda dkk sangat pandir ternyata, krn kalian sampai bisa begitu dungu berpikir bahwa dalam zaman teknologi informasi modern masa kini, dalam zaman di mana Internet sudah menjadikan Bumi ini sebagai sebuah kota kecil, bahkan sebuah desa, anda bisa membendung informasi-informasi sains dan knowledge yang berbahaya buat dogma-dogma gereja anda. Anda dkk anda sungguh sangat pandir dan sangat ketinggalan zaman. Agama dan iman anda dkk andalah yang membuat kalian menjadi begitu pandir, dungu dan melawan kemajuan zaman.

Katamu, PATTY, bahwa kamu adalah seorang pendeta pejuang demokrasi dan pluralisme. Ha, OMONG KOSONG!!! Anda adalah orang paling munafik yang telah saya kenal selama ini. Demokrasi dan pluralisme justru mendorong penyebaran semua informasi apapun kepada semua penduduk Bumi, dengan harga yang makin murah. Sebaliknya, PATTY, apa yang anda sedang lakukan, hai pejuang demokrasi dan pluralisme gadungan??? Anda dkk anda berusaha kuat untuk membendung informasi. Saya heran, teman-teman anda di Jaringan Islam Liberal sampai bisa tertipu oleh wajah anda. Bisa jadi mereka tertipu, karena ada memang DASAMUKA.
Salam, Ioanes

Albertus Patty: Ioanes, aku terkejut dengan kata2mu yang sangat kasar nan vulgar itu. Aku sampai mengurut dada. Tak pernah kubayangkan kata2 ini muncul dari seorang cendekiawan yang sangat kuhormati! Sayang sekali! Kamu lagi kehilangan kontrol ya? Santai ajalah! Mungkin sekarang Wei Yank bisa mengerti apa yang saya maksudkan dengan menebarkan ide2 baru dengan cara yang wise dan segar. Bukan dengan bahasa kekanak-kanakan seperti ini. Mungkin inilah yang membedakan para dosen STT kita dengan anda. Mereka liberal tetapi mereka selalu bisa menebarkan ide mereka dengan cara yang wise. Anda mewarisi liberalnya, tidak wisenya! Cara kasar inilah yang anda selalu gunakan terhadap mereka yang berbeda dengan anda. Anda babat mereka habis2an dengan kata2 kasar pula. Ketika aku berdebat dengan Leonardo, kami gunakan kata2 yang biasa2 saja. Kami selalu menutup kalimat dengan tertawa. Aku respek sekali padanya!

Tetapi terima kasih untuk klarifikasi darimu. Aku kan sudah bilang bahwa klarifikasiku, sebagai orang yang duduk di Sinode GKI, tidak bertujuan untuk menyalahkan atau meluruskan versimu. Versiku bertujuan agar siapa pun, GKI maupun yang non GKI, yang pro maupun yang kontra punya masukan yang agak imbang. Jadi, sekarang terserah mereka mau pilih mana. Demokratis! Itu aja kok!

O ya, aku luruskan sedikit. Aku tidak pernah menyebut diriku sebagai pejuang demokrasi dan pluralisme. Isitilah itu terlalu besar untukku, Anda harus menyalahkan para wartawan yang melabelku demikian. Padahal, jujur saja, aku tak pantas sama sekali! Jadi, kalau kamu mau menyebut aku gadungan juga boleh karena aku tidak pernah melabel diriku demikian. Teman2 JIL itu orang2 yang sangat cerdas. Mereka bisa menilai dengan obyektif. Tidak perlu libatkan merekalah dalam percakapan kita ini. Nah, meski aku punya banyak amunisi, aku memilih tak akan ngomong kasar yang kekanak-kanakan dan merendahkanmu. Kalimatmu yang kasar itu tak ada artinya untukku.

Aku sudah tahu sebelumnya bahwa kalimat2 kasar seperti inilah yang anda dentumkan terhadap teman2 Sinode yang lain. Bertahun-tahun mereka sabar sekali menghadapimu. Aku belajar banyak dari cara mereka menghadapimu. Sedikit cerita dari sahabatmu ya. Ketika kita bertemu dengan Hans Kung yang diekskomunikasi oleh Vatikan, tidak ada kata2 emosi, kasar dan menjelek-jelekkan dari Kung terhadap Vatikan. TB Simatupang pernah dipecat dari posisi panglima angkatan perang. Tetapi TB Simatupang tidak pernah bicara menjelekkan siapa pun. Mereka matang dan dewasa! Tutur kata mereka selalu lembut dan terkontrol! Belajarlah dari mereka dan terutama dari Yesus! Jangan meledak-ledak tanpa kontrol! Emosi memang dari Tuhan. Tapi pengontrolan diri pun dari Tuhan. O ya, ini postingku yang terakhir. Jadi, aku tak akan menanggapimu lagi. Salam ya! Jangan lupa banyak doa!

Ioanes Rakhmat: BERTUS, Pengumuman saya di atas memang suatu kesatuan antara perasaan dan akal budi, bukan keterpisahan keduanya. Anda tahu, ratusan orang GKI telah anda dkk indoktrinasi secara politik untuk mendiskreditkan saya. Pembunuhan karakter telah anda dkk anda lakukan terhadap saya, tanpa saya bisa lawan dan tanpa saya bisa membela diri. Apakah pantas, dengan semua perbuatan kalian di GKI, kalian masih merasa memiliki hak moral untuk menasihati saya??

Anda tahu, ratusan ribu orang warga GKI dan ratusan pendeta GKI bersatu hanya untuk melawan SEORANG IOANES RAKHMAT. Pakailah akal anda untuk memahami duduk perkaranya. Tak perlu anda pakai argumen red herring yang banci. Setiap orang memiliki karakter dan cara sendiri dalam menghadapi persoalan-persoalan yang sedang dihadapi. Anda tahu, gaya saya menyerupai gaya dosen anda juga, pakar Perjanjian Baru asal USA yang terkenal di STT J dan di tempat-tempat lain, yang kini sudah pensiun dan sudah kembali ke USA. Anda tahu siapa dia, bukan?

EH, PATTY, anda ini bukan seorang yg terdaftar di daftar friend FB saya. Anda adalah seorang penyelundup ke dalam akun FB saya. Maaf, sesudah ini, saya akan ubah settings FB saya ini sehingga hanya friend terdaftar yang bisa beri comment. Salam