Seseorang itu, penjual bakso di sebelah rumah, selama ini menjadi teman baikku, dia selalu memberikan aku semangkuk bakso saat aku bermain-main dengan anaknya.
Aku... tidak tahu yang telah dilakukannya padaku.
Aku hanya takut.
Aku menatap wajahnya hari ini. Aku jarang melihatnya sebelumnya, hanya kadang-kadang dia datang menengok eyang kami di desa.
Aku sandarkan kepalaku di bahunya yang kecil. Dia memang paling mungil diantara saudara ayahku. Ayahku bilang aku harus memanggilnya tante, tapi dia selalu menolak dipanggil tante, dia lebih suka dipanggil kakak.
Tangannya mengelus kepalaku pelan, tidak seperti biasanya dia melakukan hal ini, dan tidak biasanya pula aku melakukan hal ini padanya. Aku juga tidak begitu dekat dengannya, tapi hari ini dia datang, dan hari ini aku ingin mendekat padanya.
"Sini Ima... makan dekat aku... kamu kelas berapa sekarang" katanya
"Masih kelas III SD" jawabku malu, aku sudah 3 kali ini tidak naik kelas.
Aku masih mendekat padanya. Aku menatap wajahnya, ada banyak yang ingin kuceritakan padanya, tapi aku takut. Aku memeluk pinggangnya, meminta difoto dengannya.
"Kamu kenapa? Kangen sama Kakak ya?" tanyanya pelan
Aku hanya mengangguk pelan.
Aku tidak tahu, aku ingin bercerita padanya, aku bingung, dan lagi -lagi aku hanya menatap wajahnya.
"Kamu sekolah dimana sekarang?" tanyanya lagi
"Semarang" jawabnya
"Oya? Daerah mana?" sahutnya
"................."
"Ya aku tahu daerah itu. Aku akan jemput kamu tiap malam minggu, aku akan mengajakmu ke rumah, nanti kita jalan-jalan... tenang saja ya... nanti kamu jadi adikku... aku akan menjagamu..."
Aku hanya mengangguk, aku ....
***
Bayangan itu melintas lagi, dan aku merapatkan diri padanya, aku tak tahu apakah dia bisa merasakan yang kurasakan. Aku takut pada seseorang itu, yang telah melakukan sesuatu padaku saat ayah dan ibu pergi.
Ayahku setengah tuli dan hanya pekerja di pabrik kuningan, ibuku pengangguran dan tidak berpendidikan, demikian ejekan yang sering kudengar dari tetanggaku. Aku sulit memahami semua yang diajarkan bapak ibu guru di sekolah, aku tidak tahu bagaimana harus belajar, aku bingung...
Seseorang itu, penjual bakso di sebelah rumah, selama ini menjadi teman baikku, dia selalu memberikan aku semangkuk bakso saat aku bermain-main dengan anaknya.
Aku... tidak tahu yang telah dilakukannya padaku.
Aku hanya takut.
***
"Jangan takut Ima... nanti aku akan selalu menjemputmu... tidak usah terlalu berpikir tentang sekolah... tidak usah sekolah jika memang kamu tidak suka... nanti aku ajarkan banyak ... dan kita akan jalan-jalan...." bisik Kakak ke telingaku dengan lembut
Aku ingin bercerita padanya, tapi aku takut.
Aku ingin bercerita padanya, besok waktu dia menjemputku
Kakak ... tolong aku...
#Sebuah kisah tentang seorang anak perempuan kelas III SD yang baru saja mengalami pelecehan seksual dan pemerkosaan#
By: X-1 - 1