Submitted by Pak Tee on

Malam membutakan mata

Sang Terang sedang berbincang

dengan BapaNya,

"Kalau boleh biarlah cawan ini lalu

daripadaKu!"

 

Sepi,

tak ada jawaban

selain dingin yang menggigil

karena ngeri

: kepastian tak bisa lagi ditawar!

 

Kun fayakun!

Bumi bisa Kutelan, dan Kumuntahkan

dalam MurkaKu!

(Ia menggigil! Bukan karena dingin

malam.

Ia menggigil!

PeluhNya menderas bercampur Darah!)

 

Malam itu

Dalam doa dua wajah ketemu

: Tuhan dan manusia

bersatu dalam eksistensi Tunggal

: Sang Khalik yang mengasihi

 

Malam itu

Cinta memenangkan perang

Ketaatan memuliakan Tuhan,

Bapa yang kekal!

 

Anak Domba meminum cawan

Murka Allah,

Dosa dihapuskan!

 

Aku bercermin di Taman Getsemani

Aku sudah menusukNya dari belakang

dan membawaNya ke Salibku

Dalam masa kritisku Ia justru

mencariku

Kini dalam darahku telah mengalir darahNya

Ia hidup di dalam hidupku

 

Di dalam doa

Aku melihat Tuhan!