Submitted by hiskia22 on

Bernubuat adalah salah satu karunia Roh Kudus.

Ketika dinamakan karunia, berarti ada maksud dari Allah memberikan karunia bernubuat.

1 korintus 14 : 4 sudah menjelaskan dengan gamblang.

14:4    Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat.

Karunia bernubuat adalah untuk membangun jemaat.

Apakah itu berarti hanya karunia bernubuat yang dapat membangun jemaat ?

Tidak. Sama sekali tidak.

Karunia berbahasa roh pun dapat dipergunakan untuk membangun jemaat. Walaupun di dalam 1 Korintus 14 : 4 dikatakan dengan jelas bahwa karunia berbahasa roh untuk membangun diri sendiri.

Yang menjadi pertanyaan, karunia berbahasa roh yang bagaimana yang dapat membangun jemaat.

Jawabannya ada di dalam Alkitab itu sendiri. Yaitu karunia berbahasa roh yang  ditafsirkan.

1Kor. 14:5    Aku suka, supaya kamu semua berkata-kata dengan bahasa roh, tetapi lebih dari pada itu, supaya kamu bernubuat. Sebab orang yang bernubuat lebih berharga dari pada orang yang berkata-kata dengan bahasa roh, kecuali kalau orang itu juga menafsirkannya, sehingga Jemaat dapat dibangun.

Di dalam hal ini, orang yang memiliki karunia berbahasa roh harus diimbangi dengan orang yang dapat menafsirkan bahasa roh. Atau orang itu dapat menafsirkannya. Dengan begitu jemaat dapat dibangun.

1 korintus 14:1    Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat.

1 Korintus 14:5    Aku suka, supaya kamu semua berkata-kata dengan bahasa roh, tetapi lebih dari pada itu, supaya kamu bernubuat. Sebab orang yang bernubuat lebih berharga dari pada orang yang berkata-kata dengan bahasa roh, kecuali kalau orang itu juga menafsirkannya, sehingga Jemaat dapat dibangun.

1 Korintus 14:13    Karena itu siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia harus berdoa, supaya kepadanya diberikan juga karunia untuk menafsirkannya.

Dari ketiga ayat di atas, apabila anda melihat mutiaranya, maka anda tidak perlu lagi dijelaskan panjang lebar. Anda sudah bisa mengerti dengan jelas. kenapa bahasa roh yang tidak dapat ditafsirkan lebih baik tidak diucapkan di dalam pertemuan jemaat ? Karena bahasa roh itu ( bahasa roh yang tidak ditafsirkan ) sebenarnya sama sekali tidak berguna ( Kalau diucapkan di dalam pertemuan jemaat ). Dan yang paling ditakuti kalau bahasa roh itu ( bahasa roh yang tidak dapat ditafsirkan ) adalah bahasa roh palsu.

Karunia bernubuat lebih utama karena membangun jemaat. Dan karunia bahasa roh sama utamanya. Asalkan bahasa roh itu ada yang menafsirkannya. Karena bahasa roh yang ditafsirkan sama - sama membangun jemaat.

Silahkan cek bahasa roh anda. 

GBU