IBLIS sepertinya tidak diciptakan oleh Tuhan Allah, namun Iblis rupanya ingin menjadi Allah, padahal Tuhan Allah menciptakan Adam untuk menjadi ilah atas dunia ini. Sering orang mempertanyakan sifat belas kasihan Allah ketika Adam berbuat dosa tanpa bisa mencegahnya. Apakah ketika Tuhan Allah menciptakan manusia untuk menghancurkan ciptaanNya yang lain di dunia ini? Karena Adam telah mempergunakan kehendak bebasnyalah ia memilih berbuat dosa daripada mentaati perintah Tuhan Allah dan karenanya ia telah menuai apa yang diperbuatnya. Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan . Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya (Galatia 6:7).
Seperti yang pernah saya singgung di blog Mencari Iblis 1, bahwa keberadaan Iblis bermula dari taman Eden, ia tidak berwujud juga tidak diceritakan jati dirinya secara gamblang. Namun para penafsir ada yang beranggapan bahwa Iblis merasuki ular, atau ular itulah Iblis yang menyamar, anggapan tersebut tidak cukup bukti di dalam Alkitab. Bahwa saya lebih sependapat bahwa ULAR adalah nama PANGGILAN PRIBADI Adam ketika berada di taman Eden. Jadi ular adalah Adam itu sendiri, dengan memahami ini akan lebih mudah untuk menelusuri asal mula Iblis,
daripada mengatakan bahwa ular adalah oknum mahluk hidup yang dirasuki Iblis.
Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang
menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan
di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. (Kejadian 2:9).
Apa maksud Tuhan Allah menumbuhkan pohon pengetahuan dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu? Bukankah sudah cukup
banyak ditumbuhkan pohon-pohon buah untuk kehidupan sehari-hari Adam dan Hawa? Buat apa ditempatkan pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat kalau pada akhirnya Tuhan Allah melarang untuk dimakan, serta dengan ancaman akan mati? Kenapa juga Tuhan Allah tidak melarang memakan pohon kehidupan? Tuhan Allah pasti punya maksud tertentu, menguji KETAATAN atau KEPATUHAN manusia itu ? Atau Tuhan Allah tengah membuat grand design kehidupan manusia selanjutnya? Kalau tidak ada rencana demikian, buat apa menumbuhkan pohon pengetahuan di taman eden tersebut, cukup pohon kehidupan saja.
Disebut sebagai pohon pengetahuan tidak berarti yang memakan buah itu menjadi pintar atau menambah pintar. Seperti apa buah pohon pengetahuan itu? Buah dari pohon pengetahuan sering disebut sebagai BUAH TERLARANG dan bentuknya seperti apel. Namun Alkitab tidak mengidentifikasikan sebagai apel. Konon gambar apel sebagai buah dari pohon pengetahuan muncul pada Abad Pertengahan, ketika para seniman membuat lukisan Hawa sedang mencicipi apel. Menurut para ahli buah tersebut bukan apel, karena apel tidak mungkin tumbuh di negeri-negeri dalam Alkitab pada zaman Perjanjian Lama.
Namun pada zaman Kristus, orang-orang Mesir dan Roma telah membudidayakan apel-apel hingga memiliki lebih dari 20 varietas. Disamping itu konon ada kebiasaan pada abad itu untuk menamai banyak jenis buah dengan istilah APEL. Lemon dikenal dengan istilah APEL dari PERSIA. KURMA disebut APEL JARI. Delima disebut APEL dari KARTAGO. Dalam Alkitab pohon apel hanya disebutkan dalam dua kitab yaitu Amsal 25:11 dan Kidung Agung 2:5.
Namun bila mempelajari tetumbuhan buah yang menjadi latar belakang kisah Alkitab, buah pohon pengetahuan itu adalah APRIKOT , sepintas bentuknya memang mirip Apel. Buah Aprikot merupakan buah yang termanis rasanya di Tanah Suci. Apakah dalam Kidung Agung 2:3, Salomo menggambarkan buah ini? Buah Aprikot berwarna keemasan dan sisi bagian bawahnya kelihatan pucat keperakan. Mungkinkah BUAH TERLARANG itu seperti illustrasi gambar di atas, sehingga membuat Adam ingin merasakannya karena bentuk buahnya yang begitu menarik, tapi berhubung takut ancaman mati, maka Hawa disuruhnya untuk mencoba? Rasanya tidak perlu panjang lebar untuk membahasnya, bahkan ada yang berpendapat bahwa buah terlarang tersebut hanya SPIRIT tuduhan kalau Hawa tidak menelan buah itu tetapi tertelan oleh bujukan si Iblis.
Apakah sebelum makan buah pengetahuan yang baik dan jahat Adam dan Hawa tidak punya pengetahuan? Adam dan Hawa mempunyai pengetahuan yang baik, kalau tidak demikian bagaimana Tuhan Allah menyuruh mereka mengelola taman Eden. Lantas apakah Tuhan Allah
menjadi penyebab kejahatan, ketika menumbuhkan pohon pengetahuan
tentang yang baik dan yang jahat? Bukankah Tuhan Allah telah memberitahu Adam.
"tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kau makan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."(Kejadian 2:17).
Pengetahuan dari akar kata tahu artinya mengerti sesudah melihat, menyaksikan, mengalami. Jadi pengetahuan artinya segala sesuatu yang diketahui. Jahat (bad, evil) yaitu sangat jelek, buruk, sangat tidak baik tentang kelakuan, tabiat, perbuatan. Pengetahuan jahat inilah BENIH IBLIS yang masuk ke dalam taman Eden dan Adam serta Hawa memilih tidak menaati perintah Allah dengan memakan buah pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat itu. Begitu mereka memakannya, benih Iblis dengan sendirinya telah tertanam dalam roh mereka dan sering disebut sebagai ROH JAHAT yang seringkali bekerja dengan cara menggoda pikiran kita untuk menimbulkan keraguan terhadap kebenaran Allah yang juga sudah tertanam dalam rohnya juga. Adam dan Hawa telah jatuh dalam kehendak bebasnya ketika menggunakan akal budinya dengan MERAGUKAN larangan Tuhan Allah.
tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati." (Kejadian 2:17).
tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."(Kejadian 3:3).
Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati, (Kejadian 3:4).
Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa , melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. (2 Petrus 3:9).
Setelah meraba dan memakan buah itu memang Adam dan Hawa tidak mati saat itu juga, saya mengartikannya bahwa mati dalam ayat di atas adalah batas waktu manusia hidup di dunia. Adam dan Hawa tidak mati seketika namun usia hidupnya tidak kekal alias akan mengalami kematian, padahal Tuhan Allah menghendaki manusia jangan ada yang binasa, namun Adam telah menetapkan pilihannya untuk mati!
Demikianlah Adam dan Hawa telah menanamkan roh jahat yang kelak akan banyak menimbulkan kejahatan dan hal-hal buruk akibat ketidaktaatan manusia itu sendiri, bukan karena Iblis atau Setan. Semua kejahatan dalam kehidupan ini berasal dari roh jahat kalau kita tidak mampu mengendalikan roh jahat itu. Kehendak bebas manusia lah yang memilih sejak awal kehidupan manusia, kekuatan Allah yang baik dan kekuatan Iblis yang jahat akan terus terlibat dalam peperangan di dunia ini.
Untuk memahami dan mengetahui jatidiri sang Iblis, atau menguji bahwa Adam adalah Iblis, yang perlu disadari adalah NAFAS HIDUP atau NAFAS ALLAH yang ada pada Adam itu, karena disamping pohon pengetahuan yang baik dan YANG JAHAT telah tertanam dalam jiwa Adam, Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat ; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya." (Kejadian 3:22).
Adam adalah ciptaan Allah yang akhirnya MENJADI SEPERTI SALAH SATU DARI ALLAH, kapan hal itu terjadi?
2. Mencari Iblis (2).
3. Mencari Iblis (3).
4. Mencari Iblis (4).
5. Mencari Iblis (5).
6. Mencari Iblis (6).
7. Mencari Iblis (7).
8. Mencari Iblis (8).
9. Mencari Iblis (9).
10. Mencari Iblis (10).
11. Mencari Iblis (11).
12. Mencari Iblis (12).
13. Mencari Iblis (13).
14. Mencari Iblis (14).
15. Mencari Iblis (15).
NB : Ini buah pepaya yang sudah kita kenal dengan mudah, apakah buah pepaya bisa menjadi salah satu alternatif bentuk buah terlarang yang berada di taman Eden? Rasanya yang tahu pasti hanya Adam dan Hawa, karena memang Alkitab tidak menjelaskan buah itu secara spesifik.
