Banyak orang bilang bisa mendengar suara Tuhan. Lalu suatu malam, waktu lagi galau-galaunya, mo tidur tapi ga bisa.
Mendadak g flash back ke belakang, memori-memori g, tentang mendengar suara Tuhan.
Somehow g merasa, pernah mendengar yang namanya suara Tuhan. G yakin bukan suara g, karena waktu g merasa mendengar suara itu, ga ada logika g yang ikut campur,
berasa kek pihak ketiga yang ngomong. And somehow, di tengah-tengah g sadar sama ga sadar mo tidur, g berasa bercakap-cakap dengan Tuhan. Sayangnya pas bangun g udah ga inget apa-apa.
It was just a dream I guess.
However, tadi g ngobrol sama temen g tentang mendengar suara Tuhan. Dan well, g jadi kepikiran aja. G mikir, kalo mendengar suara setan begitu gampang, harusnya mendengar suara Tuhan juga sama gampangnya.
Kenapa g bilang denger suara setan gampang? Yah karena emang gampang. Waktu lagi kepepet ujian, tiba-tiba ada yang bilang kan : "lirik dikit aja, pengawasnya ga liat", waktu lagi akhir bulan, bokek, terus ngeliat dompet tergeletak jatuh, langsung denger : "ambil tuh, buka, buruan, sebelum ada orang laen yang lihat"
So, kenapa denger suara Tuhan susah? Toh dua-duanya sama-sama invisible. :p Dan Mereka dulu pernah "tinggal" di tempat yang sama.
Somehow saat ini kesimpulan g, untuk membedakan suara Tuhan dengan suara hati, sebenernya intinya di : "apakah saat loe mendengar suara itu, loe sedang dalam keadaan berpikir dan mengajukan reasoning dengan diri sendiri?"
Well, kesimpulan yang sangat cetek dan argumen yang dapat dengan mudah dipatahkan. Tapi itulah kesimpulannya hingga saat ini. Pemikiran seperti ini sebenernya muncul, karena g tiba-tiba inget ayat yang bilang dombaKu mengenal suaraKu. Berarti kalau g ga kenal suara Tuhan, gimana donk?
Meskipun pendeta tempat gereja g bernaung keknya ga percaya hal seperti ini sih. G yakin g bisa ditengking kalo beliau tau g mikir seperti ini. Hahahahaha...
*Just a thought*
G pernah denger kotbah seorang pendeta. Pendeta itu bilang, intinya bukan "mendengar" -nya. Tapi memahami saat Tuhan berbicara. Karena Tuhan bicara lewat berbagai cara. I think that is so wise.
Mudah-mudahan g bisa peka. >.<"
Submitted by
teograce
on