Submitted by smile on

Banyak Hamba Tuhan atau orang yang mengaku loyal kepada Tuhan dan juruslamatnya menjadi kehilangan semua keyakinan dan keloyalanya ketika dihadapkan pada masalah duniawi yang menekan habis semua rasa itu menjadi bertolak belakang.Ketika berkotbah, atau bercerita tentang Tuhan, semua yang diceritakannya pasti berapi api, namun ketika adanya penindasan, keberanian itu seakan luntur dan berubah menjadi kepengecutan yang berujung kepada penghianatan dan penyangkalan

 

Namun itu tidak dialami oleh

Polykarpus (69-156)

Beliau adalah seorang pemimpin gereja Smirna.Dalam penganiayaan yang diperintah oleh kaisar Roma,ia ditangkap dan dibawa kehadapan gubernur.Ia akan dibebaskan apabila mau mengutuk Kristus. Namun ia berkata : “Delapan puluh enam tahun aku telah melayani Kristus dan Dia tidak pernah melakukan suatu kejahatan kepadaku,bagaimana mungkin bagiku untuk mengutuki Dia, yang adalah Tuhan dan Juruslamatku?”

Akhinya Polykarpus menemui ajalnya dengan dibakar hidup- hidup.

Hampir semua rasul Yesus Kristus mati martir, kecuali Yohanes.

Yang kedua, adalah Ignatius (67-110) yang merupakan pemimpin Gereja Antiokhia. Ketika kaisar Trajanus melewati Antiokhia,ia memerintahkan supaya menangkap Ignatius. Kaisar ini mengadili Ignatius, kemudian melemparkannya ke tengah kuumpulan binatang buas di arena di kota Roma.Ketika hendak ke Roma, ia menulis surat kepada jemaat di Roma agar tidak memohonkan pengampunan baginya, karena ia berkata merindukan kematian yang terhormat dari Tuhannya. Ia berkata, “Semoga binatang-binatang buas itu menerjang akudengan penuh semangat. Bila mereka enggan melakukannya, aku yang akan memaksa mereka melakukannya.Marilah, wahai bintang-binatang buas! Marilah, cabik-cabiklah  dan terjanglah, wahai penghancur tulang dan sendi! Marilah,wahai pembinasa keji yang jahat! Aku hanya mau bertemu dengan Kristusku!”

 

Bisakah mencontoh Ignatius, atau rasul lainnya yang selalu mati disiksa, didera, sehingga mereka disebut mati martir?

 

Ketika kita didera atau dianiaya, dalam sekumpulan kelompok ‘musuh’ yang tidak mengendaki kita taat dan memuliakan Tuhan kita,akankah kita menjadi murtad, dan lebih memilih selamat lalu hidup ketimbang mati yang sebenarnya hidup?

 

Dari awal Yesus telah memperingatkan kita,

“Sorang hamba tidaklah lebih tinggi daripada tuannya.Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu”( Yohanes 15:20)

Yesus juga menguraikan dengan jelas akan prosesi penganiayaan itu :

“Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang yang membunuh kamu akan menyangka berbuat bakti kepada Allah(Yohanes 16:1-2)

Hal tersebut dikatakan Yesus dengan maksud agar kita tak kecewa dan menolakNya di depan manusia karena kita sudah menjadi muridNya.

Banyak cara kita menjadi murtad, dan menyangkal Tuhan dan juruslamat kita.Iblis melihat semua celah dan peluang emas ini.

Sebagai contoh, ketika orang percaya dianiaya atau dihadapakan pada pilihan yang sulit, Tuhan atau keluarga, Tuhan atau nyawa, atau lebih rendah lagi harta atau Tuhan?

Kemungkinan lainnya  ketika kita dihadapkan pada masalah hidup yang sangat pelik, seperti kehilangan harta benda, kehilangan orang yang dicintai, kehilangan kesehatan dan jatuh dalam sakit berkepanjangan.

Tak mudah untuk terus teguh dan loyal kepada Tuhan dan juruslamat hidup kita.Penindasan akan terjadi secara jasmani dan rohani. Dari  semua aspek dan lini serta sendi-sendi kehidupan.

Jika demikian, masih beranikah anda gembar gembor, ptantang ptenteng, dengan semua keloyalan anda ketika anda berada dalam keadaan yang adem ayem, tenang dan nyaman saja, tanpa terusik oleh contoh kejadian di atas?

Mulut anda mungkin bisa berbicara secara prinsipal, secara teoritis dan penuh kewibawaan, tapi tidak dengan hati kecil anda.Anda sendiri yang punya jawabannya.

smile
08 November 2011