Submitted by KEN on

Menurut cerita papa, mama adalah seorang yang keras kepala, mau menang sendiri, merasa diri paling benar sedunia, cenderung berprasangka buruk atas apa yang belum tentu demikian sudah berani memastikan demikian, tak pernah merasa bersalah, tak tahu malu, tipis kuping, mulut bocor, diktator, otoriter dan masih banyak lagi.

Mama adalah seorang suster di salah satu rumah sakit terbesar dan terkenal di Kalimantan Barat. Nama rumah sakitnya adalah Rumah Sakit Serukam. Jarak antara daerah Serukam dengan kota Singkawang hanya dua jam perjalanan saja, menggunakan mobil. Pertemuan papa dan mama hingga menikah, karna bermula ketika papanya papa (kakek saya dari papa) menderita sakit dan dirawat di rumah sakit itu. Mamalah susternya kakek saya yang khusus merawat dan menjaga kakek saya.

Baru setahun papa menikahi mama, sifat asli mama mulai nampak, mama ternyata seorang perongrong seperti yang disebutkan di atas tadi. Papa tak kuasa berkeputusan ceroboh, sambil berharap penuh semoga mama bisa berubah baik. Sembilan tahun berjalan, hingga melahirkan anak ketiganya, mama semakin menjadi dan bertambah buruk, seperti orang gila (kata papa). Papa sudah tak sanggup memikul beban rongrongan mama yang begitu berat dan akhirnya terpaksa bercerai.

Papa adalah seorang pekerja keras, bermula dari penjual telur ke kampung-kampung hanya dengan modal sepeda onta dan dua buah keranjang rotan yang diikatkan di boncengan bagian belakang sepeda, pergilah papa mengayuh sepeda ontanya pagi-pagi buta untuk menjual telur-telurnya hingga ia mampu memiliki tiga unit truk pengangkut sembako, enam unit bus metromini, satu unit mobil mewah, satu unit rumah mewah dan lain-lain. Dengan satu beban yang menemaninya selama sembilan tahun itu yaitu rongrongan dari mama yang kesetanan.

Saat itu, keluarga papa (kami) adalah keluarga terkaya di kota yang masih terbilang kecil itu. Tapi, sembilan tahun kemudian, lenyap tak berbekas.

Kini, papa sudah menikah lagi dan memiliki seorang anak laki-laki (delapan tahun). Memiliki usaha yang cukup mapan dan menjanjikan. Hidup bahagia dan damai.