Yakub lebih menyayangi Rahel dari pada Lea, lantaran fisik Rahel lebih menarik dari pada kakaknya (Kej 29). Sebelumnya Yakub tidak pernah berencana mengawini Lea sang kakak, namun perkawinan mereka terjadi oleh siasat Laban, sang mertua, tetapi kenyataannya Lea dan Rahel kemudian sama-sama sudah menjadi isteri Yakub, sehingga Yakub juga meniduri Lea, sama seperti ia lakukan kepada isteri kesayangannya, Rahel.
Pada waktu itu (mungkin juga segala zaman) seorang isteri yang bisa mengandung dan melahirkan anak akan merasa sangat beruntung. Sarai saja - nenek Yakub - selama berpuluh-puluh tahun ngak hamil-hamil juga, walau Abraham dengan telaten "menyuapi" isteri tercintanya itu.
Kembali, Lea kurang mendapat cinta dari Yakub. Yah, apa mau dikata, memang siapa dapat memilih atau berpesan (order) kepada Tuhan agar ia terlahir ke dunia sebagai gadis cantik? Namun Lea harus menghadapi kenyataan bahwa ia terlahir sebagai gadis yang "kurang beruntung", tidak seperti Rahel, sang adik, yang menjadi saingannya dalam memperebutkan cinta Yakub, suami mereka.
Namun Tuhan terbukti tidak menilai manusia dari penampilan fisiknya, lantaran semua itu hanyalah anugerah-Nya belaka. Sebaliknya, Tuhan justru tertarik kepada Lea yang mengalami aniaya bathin dari perkawinannya itu. Tuhan sungguh Allah yang adil. Maka Tuhan lebih dahulu membuka kandungan Lea, sehingga wanita yang kurang cantik ini mengandung, melahirkan anak sulung mereka: Ruben (ayat 32 dari Kejadian pasal 29).
Saya juga melihat seorang teman yang di waktu kecil mendapat perlakuan tidak wajar dari orang tuanya, yaitu dibedakan oleh orang tuanya, sehingga sering "nangis mbatin" ketika saudara-saudaranya diberikan baju baru sementara ia tidak, dan terjadinya bukan hanya sekali dua kali. Namun Tuhan ternyata memperlengkapi teman saya itu dengan bakat-bakat luar biasa, melebihi saudara-saudaranya yang dimanjakan oleh orangtua mereka, dan saat ini secara finansial teman saya itu lebih sukses, dan lebih cinta Tuhan.
Itulah Tuhan, Dia Maha adil, banyak orang yang dibuang oleh manusia, tetapi dipelihara dan diperhatikan oleh Allah.
Puji Tuhan.