Mungkin anda adalah orang yang menganggap diri paling buruk, jika ada yang lebih buruk, maka itu adalah kemustahilan. jika seseorang memandang anda lebih dari 10 detik, anda langsung berpikir bahwa anda sedang hendak ditertawakan. Anda pikir bahwa anda tidak memiliki apapun untuk dibanggakan, bahkan tidak mampu mengenali talenta anda. Sepertinya fakta fakta para pendeta yang mengajarkan "SETIAP ORANG PUNYA TALENTA" itu adalah janji janji para politikus yang tak kunjung terjadi. pernyataan itu bagaikan penyemangat hidup, dan tak lebih dari dunia dongeng. Atau mungkin lebih kejam lagi, anda merasa orang yang mengatakannya tidak pernah merasakan apa yang anda alami sekarang. Jangankan berbangga, menilai diri sendiri saja anda tidak cukup kuat untuk melihat hasilnya.
Saya adalah salah satu diantaranya. Jika seseorang menanyakan saya, apa talenta saya, saya akan menjawab, jangan lihat saya! Lihat, saya tidak kurus dan langsing, langsung saja tidak. wajah saya? haha, wajah saya tidak merepresentasikan umur saya, alias muTu, muka Tua. kepintaran saya ? lihat saya masih jauh kurang dibanding teman teman saya. Apa yang bisa saya banggakan ? TIDAK ADA! Sejak kecil saya tidak suka dongeng, dongeng hanya janji palsu pejabat kota yang berkampanye. Mungkin dalam khayalan saya akan menjadi demikian, tapi itu hanya akan menjatuhkan iman saya bahwa fakta tidak pernah adil.
Cita cita saya adalah menjadi guru, tapi jangan harap saya akan memberikan jawaban utama kenapa saya memilih menjadi guru, lebih tepatnya dosen. Saya akan memberikan jawaban yang standar, karena saya suka membuat orang mengerti! saya suka membantu orang lain di bidang akademis! namun itu adalah alasan ke sekiannya saya, karena alasan utama saya adalah, karena saya tidak mungkin menjadi model, tinggi mungkin pas, badan dan wajah saya lebih mirip dengan miss impian dibanding dengan artis ibukota. Saya tak cukup pintar menjadi seorang dokter, dibutuhkan jenius dan orang orang textbook yang bisa menjadi dokter. Sayapun tidak mungkin menjadi atlit, yang berat badan saya tidak mendukung. hehe. Guru adalah profesi yang baik karena tidak memandang wajah, postur, bahkan berat tubuh! Tapi setelah beberapa waktu, saya mampu memetakan semua talenta saya dan saya terkejut, begitu banyak hadiah ini yang Tuhan berikan
Ada yang bilang talenta adalah bakat. Kelebihan yang dari lahir sudah ada. Ya, itu benar, tapi ada pengertian lain yang saya temukan dari pengalaman hidup orang orang disekitar saya yang sukses menemukan dan mengembangkan talenta mereka. talenta berarti dua hal yang berhubungan, kemampuan dan kesempatan. Talenta adalah kemampuan yang Tuhan berikan sekaligus kesempatan untuk mengembangkannya. Tuhan tidak hanya memberikan kemampuan, tapi juga kesempatan untuk mengembangkan kemampuan itu, kita tidak perlu menunggu karena kesempatan itu sudah Ia buat setelah Ia memberikan kemampuan kepada kita. dan tujuannya pasti sudah bisa ditebak, untuk kemuliaan nama Tuhan. perlu diingat, talenta semua orang itu berbeda, mungkin mirip, tapi tidak pernah sama persis. Jika 100 orang yang talentanya menyanyi anda suruh menyanyi, maka anda temukan bahwa SEMUANYA BERBEDA. karakter suara mereka berbeda, walaupun sama sama talentanya menyanyi.
Banyak orang menekankan ANDA PUNYA TALENTA, TUNGGU SAMPAI TUHAN MEMBUKAKANNYA PADA ANDA atau CARILAH DENGAN MERENUNGKAN HIDUP ANDA. Saya jamin, usaha itu akan sia sia. Sampai kapan anda mau menunggu Tuhan membukakan talenta anda ? Sampai kapan anda mau mencari dan merenung ? Maaf, saya bisa berkata anda akan karatan dan menyesal duluan sebelum menemukan talenta anda. apalagi jika anda berusaha membanding bandingkan diri anda dengan orang lain.
Lalu, bagaimana anda menemukan talenta anda ?
Seumur hidup anda tidak akan bertemu talenta anda jika anda menganggap diri anda adalah orang lain. Maksudnya, jika anda tidak menerima diri anda apa adanya, baik buruknya anda terima, maka seumur hidup anda tidak akan bertemu talenta anda. Karena talenta itu ada dalam diri anda, bagaimana anda bisa temukan kalau anda membenci diri sendiri ? Jika anda mengenali dan mencintai diri sendiri apa adanya, maka anda akan mudah menemukan kemampuan anda.
Setiap orang memiliki dua sisi, lemah dan lebih. jika anda mencintai diri anda apa adanya, maka anda bisa membuat daftar kelemahan dan kelebihan anda. Kelebihan anda itulah yang menjadi talenta anda. Anda juga bisa menemukan talenta anda melalui teman teman anda, yang sangat dekat ataupun sangat memusuhi anda. Teman teman seperti itulah yang bisa melihat kelebihan dan kekurangan anda. Teman teman yang sangat dekat akan memuji anda dan orang orang yang sangat memusuhi anda juga tahu kelebihan dan kekurangan anda karena mereka ingin menjatuhkan anda. Jangan marah, jadikanlah mereka narasumber anda.
3 langkah ini cukup ampuh untuk mencari tahu talenta anda. Tapi pertanyaan selanjutnya, jika sudah tahu talenta anda , apa yang akan anda lakukan ?
tentu saja, semua pengkhotbah sudah berkali kali mengajarkan, KEMBANGKAN TALENTA MU. tapi kecerobohan mereka [ mungkin karena saya yang belum pernah mendengar ] adalah mereka tidak menjelaskan bagaimana mengembangkannya? Misalnya anda bisa menyanyi, talenta anda di situ. Bagaimana anda kembangkan talentanya ? apakah anda akan menyanyi tiap hari di depan kerabat kerabat anda ? mungkin anda akan dibilang sok pamer atau gila karena menyanyi terus sampai telinga menjadi kaku.
untuk mengembangkannya, ada 4 hal yang harus diperhatikan. pertama adalah KREATIFITAS. Untuk menjadikan talenta anda berkembang, anda harus kreatif. dengan demikian, maka lebih banyak lagi karya yang akan anda buat dan talenta itu dijamin berkembang dengan baik. Kenapa anda harus kreatif ?
Matthew 25 : 28 [ The Message Version ] : "Take the thousand and give it to the one who risked the most. And get rid of this "play-it-safe" who won't go out on a limb."
Disini terlihat jelas, pengembangan talenta HARUS maksimal, dan jika anda hanya "bermain aman" maka Tuhan tidak akan terima. Apa artinya? talenta bukan hal main main, ini adalah tanggung jawab. dan Tuhan ingin kita maksimal dalam mengembangkan talenta kita. karena itulah, kita harus kreatif agar memaksimalkannya.
kedua, berani ambil resiko dan berani mencoba. Bagaimana anda mau mengembangkan talenta tanpa mencoba ? lebih tepatnya, Berani gagal. God appreciate us altough we failed. Tuhan tidak berkata " who did the best," tapi "who risk the most". dan itulah kenapa anda harus berani mencoba dan mengambil resiko, dan jangan takut gagal.
ketiga, berpikir positif. Sebelum anda mencoba, jangan buru buru berprediksi hal hal jelek yang mungkin terjadi. berpikir positif membangun keberanian juga iman.
terakhir, optimislah kalau gagal. Gagal bukan akhir hidup juga bukan berarti akhir dari perjuangan. Saya yakin anda tahu filosofi kegagalan, gagal adalah awal kesuksesan.
ada dua orang di dunia ini , orang yang bermain aman dan orang yang berani ambil resiko, But, which one that God appreciate the most ?
p.s : hai hai n joli, ini garis besarnya. sebenernya ada peragaan peragaan [ pada khotbah aslinya ] namun intinya aku mau bahas 2 hal ini. tapi lama lama kok jadi malah seperti motivator ya bukan khotbah ? kalau ditulis, malah nggak mirip khotbah yah ? kritikin dong, ada yang salah gak ?
@ kezia : jangan niru yah! ini original punyaku lho! [ kidding ]