Submitted by Kiem on

Gambar : Visualisasi Keluaran 25 : 23 - 30, 37 : 10 - 16

Yakobus  1:21 Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.

Teringat sebuah cerita,

seorang Pendeta yang sedang mencari-cari jasnya yang tidak ditemukan dalam lemari, bertanya kepada anaknya bernama si Ucok,

PENDETA : Ucok,  tahu dimana jas Bapak warna biru tua?

SI UCOK : Sudah kuberikan kepada seorang pengemis, kemarin waktu Bapak ibadah di gereja.

PENDETA : Waduuuh, kenapa kamu berikan, jas Bapak sudah tinggal satu ini.

SI UCOK : (dengan lugunya) ‘kan, saya mendengar Bapak berkotbah kemarin mengatakan : “jika ada bajumu dua, berikanlah satu kepada orang miskin”, itulah sebabnya kuberikan.

PENDETA : Kotbah itu bukan untuk kita, tetapi untuk mereka itu.

(Rupanya Pendeta itu sedang berkotbah di gereja dan didengarkan oleh anaknya yang sedang bermain-main di halaman gereja, sedang mengutip ayat Firman Tuhan)

Lukas 3:11 Jawabnya: "Barangsiapa mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan barangsiapa mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat juga demikian."

Yang perlu dibahas disini adalah penyataan pendeta :

Itu bukan untuk kita, tetapi untuk mereka itu

Ini adalah cara pendeta untuk mengelak dari KEBENARAN FIRMAN TUHAN.

Cara ini sangat konyol.

Dalam komentar-komentar yang masuk pada Blog saya di Sabdaspace ini, saya banyak menemukan CARA MENGELAK yang lebih INTELEKTUAL.

Bahkan lebih intelektual lagi adalah membuat BLOG KHUSUS yang judulnya terang-terangan untuk menandingi blog saya, tentunya dengan alasan INTELEKTUAL (Ilmiah) yang dapat diterima oleh orang banyak, agar melalui blog itu akan nampak bahwa isi Blog saya “SALAH TOTAL”.

Cara intelektual yang diterima orang banyak???,

Iya, benar, buktinya, begitu blog “TANDINGAN”nya diposting, dalam hitungan jam langsung dijempoli rame-rame, berarti orang banyak menerimanya, berarti Penulisnya mampu membuat alasan yang Intelektual.

Kemungkinan, yang menjempoli itu sudah merasa tertuduh bahkan merasa “terhina” oleh munculnya blog saya, maklumlah, blognya Kiem agak unik atau untuk kalangan terbatas, kebanyakan AYAT MENERANGKAN AYAT, justru untuk mengelak dari ayat itulah maksudnya, tetapi caranya lebih Intelektual.

Yang banyak saya temukan adalah jenis-jenis blog yang Kontroversial, seperti “bahasa roh”, “tahbisan wanita” dan “menyembah dalam roh dan kebenaran”.

Bagaimana bentuknya Cara Mengelak yang INTELEKTUAL itu?

Sekedar contoh (pinjam kethoprak humornya Tante Paku) :

Misalnya saya membuat pernyataan Wanita dilarang oleh Paulus mengajar dan memerintah laki-laki :

Kalau saya jelaskan dengan 1 Korintus 14, maka cara intelektual langsung muncul misalnya : “Menurut bukunya Prof.Dr. Pakar Kitab, M Th, M.Min….., LATAR BELAKANG (dibaca logat Batak) wanita-wanita jemaat Korintus pada waktu itu, suka genit-genitan, cubit-cubitan, bahkan ngerumpi di dalam ibadah…”  Wow, gawat deh…..
Kalau saya jelaskan dengan 1 Timotius 2, maka cara intelektual langsung muncul misalnya : “Menurut bukunya Prof.Dr. Juru Tafsir, M Th, M.Div….., LATAR BELAKANG jemaatnya Timotius pada waktu itu, suka makan permen karet waktu ibadah, sambil Face Bookan dan Chating-chating, bahkan jepret-jepretan pakai karet gelang di dalam ibadah…” Huuuuihh kacau balau dong
Kalau saya jelaskan dengan Wahyu 2 (Jemaat Tiatira), maka cara intelektual langsung muncul misalnya : “Menurut bukunya Prof.Dr. Ahli Ramal Terawang, M Mal, DDMit….., Pada waktu itu, Rasul Yohanes sudah melihat dan menerawang dari Pulau Patmos bahwa WANITA-WANITA Jemaat di Tiatira, suka buka situs porno (perjinahan) di dalam ibadah…”, suka pakai rok mini, dan mereka suka mempermainkan LAKI-LAKI terutama OM-OM Genit dari kalangan Rohaniwan, bahkan memakan jatah makan siang karyawan laki-laki di kantornya. Wah, najis buaaaanget, pliiiiz deh.

Ketiga contoh itu tidak ada bedanya dengan kata-kata pendeta kepada si Ucok tadi :

“Itu bukan untuk kita, tetapi untuk mereka itu”

Artinya,:

Suratan Korintus hanya untuk Jemaat Korintus, bukan untuk kita.

Suratan Timotius hanya untuk Jemaat gembalaannya Timotius, bukan untuk kita.

Tulisan kepada Jemaat Tiatira (dalam Wahyu 2), hanya untuk Jemaat Tiatira, bukan untuk kita.

Lalu, mana lagi untuk kita?

Padahal Firman Tuhan itu kekal, Roh Kudus sudah dari awal sampai sekarang, yang mewahyukan Firman itu.

Yesus (Firman) itu adalah awal dan Omega, kekal sampai selama-lamanya.

Wahyu 1:8 "Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa." 
 

Sikap yang benar terhadap Firman Tuhan adalah seperti Sikapnya Raja Daud dalam Mazmur 119 (176 macam atau 176 ayat)

Firman itu harus diterima dengan lembut

Yakobus  1:21 Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.

Kalau mengelak dari kebenaran Firman Tuhan, itu tandanya, tidak TAHAN.

Memang, mana ada yang tahan menerima tegoran Firman Tuhan.

Supaya tahan, maka kita membutuhkan Roh Kudus,

Roh Kudus penghibur pada saat direndahkan oleh teguran Firman Tuhan,

Roh Kudus meyakinkan kita, menuntun pada kebenaran Firman Tuhan,  sehingga kita bisa bertahan.

Tuhan Yesus memberkati.

 

NB. Kalau mau komentar, jangan debat Kusir Ya, nanti repot.

Yang sangat mendesak dihati saja.

Lebih baik hanya 3 orang yang berkomentar tetapi berbobot (memberkati orang lain), lebih baik daripada 550 orang, tetapi isinya hanya debat kusir dan saling memaki.