Lukas 19:1-10 bercerita tentang kepala pemungut cukai Yerikho yang berbadan pendek, Zakheus. Saya mengajak pembaca untuk membandingkan cerita Zakheus dengan cerita Lukas 18:18-27, cerita tentang seorang pemimpin kaya yang ingin mengikut Yesus.
Ketika Zakheus sudah menerima Yesus di rumahnya, ia mengalami perubahan sikap dan pandangan, salah satunya adalah tentang hartanya. Zakheus mengambil keputusan untuk 'membuang' hartanya.
Bandingkan dengan pemimpin kaya! Ia mengatakan ingin memperoleh hidup yang kekal. Ia sudah setia melakukan hukum Musa, tetapi ia tidak mau melepas hartanya. Hal inilah yang membuat dia mundur.
Guys...
Ketika kita mengambil keputusan untuk mencintai Tuhan, kita tidak bisa berkata, "Tuhan, aku mau mencintai-Mu, aku akan mencintai-Mu dengan seluruh hidupku. Seluruhnya, termasuk kebiasaan-kebiasaan berdosaku. Aku ingin mencintai-Mu, tapi aku tidak mau kehilangan hak kuasa atas hartaku. Aku ingin mencintai-Mu, tapi aku tidak akan pernah mengampuni si Ujang. Aku ingin mencintai-Mu, tapi aku masih harus menonton film biru yang baru aku beli kemarin."
Guys...
Love has to choose!
Kita tidak bisa mencintai Tuhan, sambil mencintai dosa. Pilihannya cuma dua:
Cintai Tuhan dengan segenap hati, atau tidak sama sekali!
Karena cinta yang setengah hati... itu sama sekali bukan cinta!
Make your choice, Guys!