Siapa yang takut Tuhan? Sayaaaaaaa……….
Siapa yang sayang Tuhan? Sayaaaaaaa……….
Jika anak-anak ditanya tentang takut akan Tuhan dan Sayang kepada Tuhan, mana yang lebih pantas secara pendekatan kepada anak-anak?
Sepertinya bahasa takut akan Tuhan sangat terdengar vulgar dan sedikit menakutkan. Dan jika kata takut tersebut digunakan akan seperti mengimajinasikan Tuhan adalah sosok yang harus ditakuti.
Biasanya yang harus ditakuti adalah apapun yang :galak,tegas,suka marah ,suka menghukum, tapi yang harus dicintai atau disayang adalah apapun yang lemah lembut,baik, sabar,dan penyayang.
Hal tersebut ternyata tidak hanya dirasakan oleh anak kecil tapi oleh saya pribadi yang jelas-jelas bukan anak kecil lagi.
Jadi menurut pemikiran saya,kata-kata takut akan Tuhan seharusnya bisa diganti menjadi sayang,cinta,mengasihi Tuhan.
Di dalam kejadian 22:12
NKJV ©biblegateway Gen 22:12
And He said, "Do not lay your hand on the lad, or do anything to him; for now I know that you *fear God, since you have not withheld your son, your only son , from Me."
*ary
<03373>
1) fearing, reverent, afraid
In NET [64 X] : loyal followers 19, fears 7, fear 6, faithful followers 5, afraid 4, worship 2, faithful 1, cautious 1, God-fearing 1, esteems 1, feared 1, piety 1, respect 1, unafraid 1, loyal follower 1, loyal 1, reverence 1
Tadinya tanpa membaca alkitab, saya menjadi seorang ahli tafsir yang langsung mengatakan :”Tuhan kok ditakuti?”
Tapi karena ternyata Tuhan sendiri yang mengatakan, mau ngomong apalagi?
Lalu Ia berfirman: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah 1 , a dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu b yang tunggal kepada-Ku." SABDAweb Kej 22:12
Kitab Kejadian, adalah kitab yang jauh diceritakan sebelum Yesus Kristus hadir ke dunia, dan menjadi manusia, untuk itu “GALAKNYA” Tuhan masih dapat kita rasakan dalam atmosfir di setiap kitab dalam perjanjian lama. Semuanya jadi melunak dan ujungnya berakhir dengan kasih melalui munculnya Yesus ke dunia. Untuk itu, Jika sekarang kita mengenal Allah dalam nama Tuhan Yesus Kristus, alangkah baiknya jika kita tidak takut lagi kepadaNya, walaupun itu seperti yang Allah katakan dulu, tapi bisa diganti dengan mengasihi atau mencintaiNya seperti Dia mengasihi dan mencintai Kita.
Mencintai Tuhan dan sayang kepada Tuhan akan lebih terasa dasyat dan lebih bersifat”dekat” ketimbang “takut”akan Tuhan. Karena saya sempat mengalami banyak perasaan yang tidak menentu karena dirundung rasa takut kepada Tuhan. Takut, takut, takut,….
Takut Tuhan marah, takut Tuhan murka, takut Tuhan ini, dan takut Tuhan itu. Jika persepsi yang ada dalam diri kita diganti, maka rasa takut itu akan meghilang dan terganti dengan kasih atau sayang atau cinta kepada Tuhan. Karena jika menyayangi tentunya akan berusaha untuk tidak menyakiti.
Takut akan Tuhan? Tidak lagi,……
I love HIM…so much
by smile
7 Januari 2012