

Ada yang menduga Adam adalah iblis, dengan penjelasan-penjelasan mengunakan ayat Alkitab, namun lewat Alkitabpun sebenarnya tidak dimungkinkan Adam menjadi iblis, dalam tiga penjelasan dari sudut pandangan yang berbeda
Penjelasan pertama; dari sudut etimologi;
Kata Adam berasal dan dapat bermakna
H121, , 'a?da?m, aw-dawm' : The same as H120; Adam, the name of the first man, also of a place in Palestine: - Adam.
H120, 'a?da?maw-dawm' : From H119; ruddy, that is, a human being (an individual or the species, mankind, etc.): - X another, + hypocrite, + common sort, X low, man (mean, of low degree), person.
H119, , 'a?dam ,aw-dam': To show blood (in the face), that is, flush or turn rosy: - be (dyed, made) red (ruddy).
Gen 2:7
(KJV+) And the LORDH3068 GodH430 formedH3335 (H853) manH120 of the dustH6083 ofH4480 the ground,H127 and breathedH5301 into his nostrilsH639 the breathH5397 of life;H2416 and manH120 becameH1961 a livingH2416 soul.H531
H127, , 'a?da?ma?h, ad-aw-maw': From H119; soil (from its general redness): - country, earth, ground, husband [-man] (-ry), land.
Kata Adam hanya dapat dikaitkan secara etimology dengan kata tanah atau ground, relevansinya Adam dibentuk dari tanah (Kej 2:7)
Kata Iblis berasal dan bermakna
H7854, , s?a?t?a?n ,saw-tawn' : From H7853; an opponent; especially (with the article prefixed) Satan, the arch enemy of good: - adversary, Satan, withstand.
H7853, , s?a?t?an,saw-tan' : A primitive root; to attack, (figuratively) accuse: - (be an) adversary, resist.
G1228, δια?βολος, diabolos, dee-ab'-ol-os : From G1225; a traducer; specifically Satan (compare [H7854]): - false accuser, devil, slanderer.
G1225, Διαβα?λλω, diaballo?, dee-ab-al'-lo : From G1223 and G906; (figuratively) to traduce: - accuse.
G1223, δια?, dia, dee-ah' : A primary preposition denoting the channel of an act; through (in very wide applications, local, causal or occasional). In composition it retains the same general import: - after, always, among, at, to avoid, because of (that), briefly, by, for (cause) . . . fore, from, in, by occasion of, of, by reason of, for sake, that, thereby, therefore, X though, through (-out), to, wherefore, with (-in). In composition it retains the same general import.
G906, βα?λλω, ballo? ,bal'-lo : A primary verb; to throw (in various applications, more or less violent or intense): - arise, cast (out), X dung, lay, lie, pour, put (up), send, strike, throw (down), thrust. Compare G4496.
G4496, ρ?ι?πτω, rhipto??, hrip'-to : A primary verb (perhaps rather akin to the base of G4474, through the idea of sudden motion); to fling (properly with a quick toss, thus differing from G906, which denotes a deliberate hurl; and from τει?νω teino? (see in G1614), which indicates an extended projection); by qualification, to deposit (as if a load); by extension to disperse: - cast (down, out), scatter abroad, throw.
Maka secara etimologi :
1. Tidak pernah ditemukan secara langsung ada hubungan antara kata Adam dengan Iblis
2. Kata Adam baik secara akar kata maupun perluasan makna, hanya dapat dihubungkan dengan kata Tanah
3. Tidak ada dasar sama sekali untuk menghubungkan kata Iblis dan kata Adam, karena itu secara etimologi Iblis = Adam, tidak benar secara etimologi
Penjelasan kedua; dari sudut kronologi ;
Sebelum sampai kepada kronologis yang dapat membedakan bahwa sosok Adam(suami Hawa) dan Iblis itu berbeda, apakah penciptaan sosok Adam dan Iblis itu sama?
Yang saya maksudkan iblis adalah bukan arwah jahat YHWH, karena jika Iblis adalah Arwah jahat YHWH, maka Adam juga adalah Arwah Jahat YHWH, sedang Hawa dan Keturunannya adalah hasil (maaf) percampuran antara Arwah Jahat YHWH dengan Hawa.
Dalam Alkitab jelas Adam diciptakan pada hari keenam penciptaan, sedang iblis tidak diceritakan kapan jelasnya dia diciptakan, dan saya tidak mau berspkeluasi tentang itu
Saya mau melihat kronologis ketika Hawa dan Adam jatuh dalam dosa
Gen 3:1a Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah.
Jika Adam adalah Iblis, maka Adam sebelumnya sudah mengatur rekayasa penjebakan Hawa, mengenai motifasinya masih belum jelas apa manfaat buat Adam melihat Hawa terjebak, tapi coba kita ikuti saja skenario Adam adalah iblis
Adam memilih ular karena ular adalah yang paling cerdik dan bisa berkomunikasi dengan manusia, ularpun sepakat untuk menjebak Adam dengan imbalan yang masih dirahasiakan sampai sekarang (mencoba terus untuk positif thinking dan konsekuen dengan alur).
Ular pun sepakat dengan Adam untuk menjebak Hawa, akhirnya pada suatu kesempatan emas, saat yang dinanti-nantipun tiba, Hawa yang biasanya hanya melihat pohon buah pengetahuan itu dari jarak puluhan meter, semakin lama semakin mendekat, ular sudah memperhatikan hal tersebut.
Sampai suatu hari, Hawa pun hanya berjarak beberapa kaki dari pohon buah pengetahuan itu, ular pura-pura cuek dan seolah-olah membiarkan Hawa menikmati dulu apa yang begitu menakjubkan tersebut, semenit dua menit waktupun berlalu, lalu dengan pelan dan pasti ular mendekat kepada Hawa (stop jangan bayangkan ular yang dalam bentuk menjijikan seperti sekarang, dulu ular tidak menjalar dengan perutnya).
Dan kemudian….
Gen 3:1b "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"
Ular berdasarkan informasi Adam yang sudah tahu “kelemahan” Hawa yang agak sedikit “naïf” dan polos, memberikan trik-trik kepada Ular untuk menjebak Hawa…
Benar tips-tips dari Adam sungguh berguna bagi ular untuk merancangkan penjebakannya
Gen 3:2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,
Gen 3:3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."
Hawa lupa, dimana kini dia berada, Hawa hanya mengartikan bahwa memakan buah dari pohon itu jangan, namun dekat-dekat dengan pohon itu bahkan untuk sekedar meliha-lihat dan meraba-raba tidak mengapa…
Ular memperhatikan dengan mata yang penuh “pengertian”, Hawa merasa “nyaman” karena didengarkan dan diajak bicara oleh ular, suasana yang penuh persahabatan tersebut membuai Hawa
Gen 3:4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati,
Gen 3:5 tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat."
Ular cukup dengan satu kalimat yang menginjeksikan seluruh “racun” kepikiran Hawa, ular “membukakan” sesuatu pemahaman yang luar biasa, yang berlawanan dari apa yang Hawa pahami, Hawa begitu terdesak, hatinya mulai berdebar-debar, nuraninya mengajaknya untuk berlari dan menjauh dari tempat itu, tapi seolah-olah Hawa terpaku ditempat ia berdiri, terus terpesona dengan pemahaman dan “pencerahan” dari sang ular
akhirnya
Gen 3:6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.
Nah disinilah kronologisnya menjadi berantakan atau memang Adam adalah pemain sandiwara terhebat sepanjang masa
Adam pura-pura tidak tahu bahwa ia yang menjebak istrinya, dengan “polosnya” Adam memakan buah tersebut, mungkin ular dalam hatinya berkata “dasar pria”
Gen 3:7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.
Gen 3:8 Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.
Gen 3:9 Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?"
Gen 3:10 Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi."
Gen 3:11 Firman-Nya: "Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?"
Adam masih bisa bersandiwara, sebenarnya ia sudah dari dulu tahu telanjang itu memalukan dan menakutkan, jadi selama ini Adam tahu ketelanjangan itu merisihkan baginya, namun demi scenario terbesarnya menjebak Hawa, ia sanggup memperlihatkan mimik muka yang “polos” kian dihadapan Hawa, hari demi hari
Namun ada ketidakmungkinan yang terbesar, ketika Adam bisa “bersandiwara” dihadapan Tuhan?
Atau Tuhan pun ternyata bersandiwara dengan Adam dan Ular, karena dalam hal ini hanya Hawa yang baru tahu ketelangan tersebut adalah menakutkan dan memalukan dihadapan satu sama lain dan dihadapan Tuhan.
Apa mungkin Tuhan tidak tahu selama ini Adam adalah Iblis? Atau Adam ingin menjebak Hawa? Sehingga ketika Hawa terjebak, Tuhan datang untuk melengkapi skenario Adam tersebut?
Dan lebih janggal ketika ular dihukum, ular tidak membela diri dihadapan Allah untuk meminta keringanan hukuman karena ia pun hanya menjalankan siasat Adam
Maka secara kronologi:
1. Adam tidak mungkin menjadi iblis, karena Adam pun adalah korban dari tipu daya iblis
2.Tidak ada suatu sinkronisasi dari sudut kronologis yang dapat menjustifikasikan kemungkinan Adam berperan ganda, menjadi Adam sekaligus menjadi iblis, menjadi korban sekaligus menjadi pelaku (bukan kasus tabrak mobil kan)
Penjelasan ketiga dari sudut teologi;
Sebenarnya ketika dari sudut etimologi dan kronologipun sudah gugur, asumsi Adam adalah sama dengan iblis, sebenarnya tidak diperlukan lagi suatu pembahasan teologis, namun ada baiknya disertakan sedikit saja kajian teologis mengenai ketidakmungkinan Adam adalah iblis
Co 15:44 Yang ditaburkan adalah tubuh alamiah, yang dibangkitkan adalah tubuh rohaniah. Jika ada tubuh alamiah, maka ada pula tubuh rohaniah.
1Co 15:45 Seperti ada tertulis: "Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup", tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan.
1Co 15:46 Tetapi yang mula-mula datang bukanlah yang rohaniah, tetapi yang alamiah; kemudian barulah datang yang rohaniah.
1Co 15:47 Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari sorga.
Asumsi Adam adalah iblis jika kita “pasangkan” pada ayat tersebut, jelas tidak bisa “masuk” sama sekali
Seperti ada tertulis: "Manusia pertama, Adam yang adalah iblis menjadi makhluk yang hidup", tetapi Adam yang adalah Kristus, yang akhir menjadi roh yang menghidupkan.
Kata mahluk hidup yang digunakan adalah
(KJV+) AndG2532 soG3779 it is written,G1125 TheG3588 firstG4413 manG444 AdamG76 was madeG1096 a(G1519) livingG2198 soul;G5590 theG3588 lastG2078 AdamG76 was made a quickeningG2227 spirit.G4151
Iblis tidak pernah disandengkan dengan kata jiwa (soul) melainkan roh (spirit)
G5590, ψυχη?, psuche?, psoo-khay':From G5594; breath, that is, (by implication) spirit, abstractly or concretely (the animal sentient principle only; thus distinguished on the one hand from G4151, which is the rational and immortal soul; and on the other from G2222, which is mere vitality, even of plants: these terms thus exactly correspond respectively to the Hebrew [H5315], [H7307] and [H2416]: - heart (+ -ily), life, mind, soul, + us, + you.
Kemudian ketika dikatakan “yang alamiah” (natural)
(KJV+) HowbeitG235 that was notG3756 firstG4412 which is spiritual,G4152 butG235 that which is natural;G5591 and afterwardG1899 that which is spiritual.G4152
Kata yang digunakanpun hampir sama dengan kata psuchikos yang berasal dari kata psuche?
G5591, ψυχικο?ς, psuchikos, psoo-khee-kos' : From G5590; sensitive that is, animate (in distinction on the one hand from G4152, which is the higher or renovated nature; and on the other from G5446, which is the lower or bestial nature): - natural, sensual.
Maka secara Teologi ;
1.Adam tidak mungkin adalah iblis, karena Adam mahluk yang memiliki jiwa sedang iblis tidak memiliki jiwa, iblis adalah mahluk roh yang tidak berjiwa
2.Jika Adam pertama adalah iblis maka Adam terakhir adalah Kristus, alur yang terbangun, adalah Kristus mati bagi iblis ? untuk menghancurkan kuasa iblis? Dan membebaskan iblis dari kutuk maut iblis? Akhirnya menjadi lingkaran setan yang tidak karuan dan tidak ada juntrungannya
Secara etimologi, kronologi dan teologi Adam bukanlah iblis, Adam adalah Adam, iblis adalah iblis.
Semoga dapat menjadi suatu bahan komparasi pemahaman bagi pemahaman yang bertolak belakang dari pemahaman ini.
Salam anak-anak Adam….