Submitted by Tante Paku on

 

  MABUK apa yang paling nikmat? Ah, rasanya banyak jawaban yang bisa kita dapatkan untuk menjawab pertanyaan tersebut. Tetapi apakah mabuk
itu bisa nikmat, padahal menurut pengertian umum mabuk itu keadaan KERACUNAN karena konsumsi yang berlebihan, kebanyakan dikaitkan dengan ALKOHOL. Dan seorang yang terbiasa mabuk-mabukan sering disebut PEMABUK atau ALKOHOLIK.

     Gejala umum seorang pemabuk biasanya keseimbangan kacau, bicara ngelantur, muka semburat, mata merah, dan seabrek kelakuan aneh lainnya. Karena kemampuan mental dan fisik telah mengalami penurunan. Tapi apakah ini berlaku bila mabuknya karena MABUK DURIAN atau MABUK MAKANAN lainnya yang berlebihan? Tentu saja tidak bisa disamakan dengan MABUK ALKOHOL. Tapi mabuk yang pernah dialami oleh semua manusia hidup adalah MABUK CINTA. Dan gejalanya tentu lebih mengasyikkan bila kita tengah di mabuk cinta, bisa lucu bisa juga menggelikan atau bahkan setengah gila!

     Dalam tradisi YAHUDI, Anggur adalah minuman  beralkohol yang paling umum. Anggur disebutkan dalam seluruh bagian Alkitab. Kebun Anggur dan
proses pembuatan anggur menjadi contoh-contoh umum dalam ajaran-ajaran Yesus, terutama karena kedua hal itu menjadi analogi yang sudah tidak asing lagi bagi orang-orang karena minuman itu sudah dikenal begitu umum. Walau kemungkinan BIR dikenal juga oleh orang-orang Israel karena dibuat di Mesir dan Mesopotamia, sebab Bir berbahan dari pohon ARA, yang banyak dijumpai di kawasan tersebut.

     Anggur memang tanaman yang banyak dibudidayakan di Tanah Suci, sehingga tanaman itu dikenal semua orang di sana.Bahkan Anggur adalah
salah satu tanaman yang pertama kali disebutkan dalam Alkitab dan gambaran tentang Anggur muncul sekitar 200 kali dalam Perjanjian Lama dan Baru.

Nuh menjadi petani; dialah yang mula-mula membuat kebun anggur.(Kej. 9:20)

     Dan Nuh adalah yang pertama diceritakan mengalami mabuk alkohol dengan mengkonsumsi Anggur hingga tidak sadarkan diri. Apakah dengan demikian Nuh adalah seorang pemabuk sejati?

Setelah ia minum anggur, mabuklah ia dan ia telanjang dalam kemahnya. (Kej.9:21)

     Mabuk tentu bukan salah satu mujijat yang diberikan Tuhan bagi kita, walau Tuhan Yesus pernah membuat suatu mujijat untuk pertama kalinya waktu  menjadi tamu PERKAWINAN di KANA, yang diceritakan Yohanes Bab 2 :

1 Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ;

2 Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu.

3 Ketika mereka kekurangan anggur  , ibu Yesus berkata kepada-Nya: "Mereka kehabisan anggur."

4 Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku,ibu? Saat-Ku belum tiba."

5 Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: "Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!"

6 Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung.

7 Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: "Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air." Dan merekapun mengisinya sampai penuh.

8 Lalu kata Yesus kepada mereka: "Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta." Lalu merekapun membawanya.

9 Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu--dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang
mencedok air itu, mengetahuinya--ia memanggil mempelai laki-laki,

10 dan berkata kepadanya: "Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum , barulah yang kurang baik; akan
tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang."

11 Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya,dan
murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.


     Itulah mujijat Tuhan Yesus yang pertama ANGGUR CINTA, karena cintaNya kepada sang ibu, Ia melakukan itu semua. Apakah dengan demikian Yesus memperbolehkan tamu-tamu yang berada di dalam pesta
itu untuk mabuk-mabukan? Apalagi anggur tersebut dianggap ANGGUR BAIK alias anggur pilihan yang dianggap sudah disimpan lama. Karena minuman dari anggur bila disimpan semakin lama akan semakin nikmat rasanya, barangkali lebih MANTAB!   Tamu-tamu yang hadir dalam pesta itu tentu akan terus minum sampai ludas semua anggurnya, saking
nikmatnya.
 
     Apakah dalam pesta itu Yesus ikut minum anggur buatanNya? Apakah Yesus juga menikmati sampai mabuk? Tentu saja tidak, justru kitalah yang tak berhenti minum hingga mabuk sampai sekarang, bahkan sering merepotkan banyak orang, termasuk sang istri bila sudah beristri.

     Seorang dokter pun sampai dibuat repot bila berhadapan dengan seorang pemabuk. Terbukti malam itu ada dokter yang menerima telpon dari langganannya.

     "Dokter, tolong suami saya, kelihatannya dia bertambah parah di tempat tidur sudah tak sadarkan diri!"

     "Nyonya, seperti saran saya sebelumnya, tusuk dulu jempol kaki suami nyonya dengan jarum atau peniti. Kalau masih tak sadarkan diri, saya akan
segera datang." saran dokter itu.

     Tak lama kemudian, telepon sang dokter berdering lagi.

     "Dokter...dokter apa bisa menyusul ke rumah sakit?" ternyata dari nyonya itu tadi.

     "Kenapa nyonya? Apa nyonya sudah melakukan seperti saranku tadi?"

     "Sudah dokter..." jawab perempuan itu seperti meratap. "Tiba-tiba dia bangun dan memukul saya! Dan sekarang saya berada di rumah sakit karena luka!!"

     Akhirnya dokter itu menemui suami nyonya itu dan memberikan nasehat.

     "Tuan, ALKOHOL adalah RACUN yang akan membunuh kita secara perlahan-lahan."

     "Tidak apa-apa dok, saya akan sabar menghadapinya!" jawab sang suami itu dengan polosnya.

     Pada suatu hari, ia melihat suaminya minum -minuman  beralkohol sangat banyak, maka ditegurlah ia.

     "Bukankah dokter sudah memberi toleransi kecanduanmu terhadap alkohol, hanya boleh minum sebotol sehari?"

     "Betul sayang," jawab sang suami kalem. "Tapi yang kuminum ini kan jatah minumanku setahun yang lalu!"

Istri       : "Kalau kau masih suka mabuk-mabukan, ceraikan aku!!"

Suami  : "Tidak bisa!"

Istri       : "Lho? Mengapa kau mengatakan tidak bisa?!"

Suami  : "TOLOL kau!  Kalau kau kuceraikan, siapa nanti yang mengurusiku kalau aku pulang dalam keadaan mabuk?!"

Semoga Bermanfaat Walau Tak Sependapat.