Saya pernah ikut seminar tentang doktrin dan pengajaran, dan dikatakan
didalam seminar itu bahwa zaman ini adalah zaman yang paling "evil"
atau jahat dari segala zaman yang pernah ada. Percaya ga percaya sich,
karena saya tidak terlalu menyelidiki secara khusus situasi dan
kondisi pada zaman-zaman yang sudah terdahulu. Namun jika melihat
kondisi zaman ini, bisa ada benarnya juga. Banyak contoh kasus yang
tersaji tiap hari di layar televisi dan koran. Orangtua buang anak,
anak bunuh orangtua, suami bakar istri, istri tusuk suami dan masih
banyak kasus lain yang lebih sadis, dan seakan-akan hati nurani sudah
sirna dari peradaban ini (lebay).
Yang sangat disayangkan, generasi-generasi muda bangsa ini yang turut
hancur dalam bejatnya kondisi zaman ini. Secara, generasi muda adalah
generasi penerus yang seyogyanya harus mempersiapkan diri untuk
menerima tongkat estafet dari para pendahulu yang sudah mulai lemah
dan undur dari "medan pertempuran". Namun alangkah ironisnya jika yang
terjadi justru sebaliknya, banyak generasi muda yang menyia-nyiakan
masa mudanya untuk hal-hal yang tidak berguna, yang merugikan diri
sendiri dan orang lain.
Namun dibalik tinta merah yang banyak mencoreng generasi muda bangsa
ini, saya yakin di suatu tempat dan sudut kota dari negeri ini, masih
ada anak-anak muda yang membawa dampak positif bagi lingkungan dan
bagi negeri ini, bahkan sampai mengharumkan nama bangsa ini di kancah
internasional. Dan terlebih lagi anak-anak muda yang membawa Panji
Kristus didalam dunia ini, menjadi terang dan garam bagi dunia. Yang
menjadi pertanyaan diposisi manakah saat ini kita berdiri sebagai
orang muda? Apakah diposisi sebagai pecundang yang hanya bisa menjadi
duri bagi orang lain, ataukah sebagai terang ditengah kegelapan yang
menyelimuti atmosfer negeri ini? Hanya kita sendiri yang bisa
menjawabnya.
Submitted by
josimut
on