Submitted by Ari_Thok on

Jumpa darat kali ini diadakan di hari yang sedikit berbeda dari biasanya. Kalo biasanya kopdar diadakan di hari dimana esoknya adalah hari libur, kali ini meski esok hari harus cari duit, kopdar pun tetap digelar. Hehe, apa ini yang namanya ketagihan? Ah gak juga, bertemu rekan ataupun sahabat adalah hal yang sangat menyenangkan. Ya, hari Senin yang penat dan melelahkan ini justru ada ajakan untuk kopdar bareng, mengingat ada salah satu blogger dari luar kota yang  sedang ada di kota Solo. Blogger yang khas dengan oleh-oleh teh Tumbi (atau Tambi) ini sedang ada "urusan" selama beberapa hari di Solo tepatnya di Hotel Lor-In.

Tepat pukul 7 malam kopdar sudah direncanakan untuk dimulai. Namun karena lokasi yang jaraknya agak jauh dari tengah kota dan adanya hujan lebat yang mengguyur kota Solo di sekitar pukul 5 sore, kopdar agak molor beberapa menit. Setelah berkontak ria dengan Joli dan Mazdanez, kuputuskan untuk bersegera menuju ke tempat pertemuan. Hotel yang letaknya jauh di daerah Barat kota Solo ini terus terang baru pertama kumasuki. Jadi ya harap maklum agak clingak clinguk, kok suasana sangat berbeda ya dengan keadaan rumahku .. halah .. 
 
Setelah memarkir si Redy (motor smash warna merah yang selalu siap pakai), langkah kakiku berjalan menyusuri jalan yang sedikit menanjak menuju lobbi hotel utama. Kusempatkan untuk menelepon blogger yang sudah datang (Mazdanez), dimana lokasi yang pas. Ternyata memang ada di lobby utama, yang mana di depan lobby tersebut berjajar seperangkat gamelan yang nganggur, mboh buat apa, kok ketoke nganggur aja.
 
Ketika memasuki hotel ya biasalah, tampil cuek dan sok kaya hehe, tingak tinguk mencari sekumpulan orang yang mungkin aku sudah akrab dengan bentuk wajah dan mukanya hehe. Lha dalah .. baru masuk lewat pintu, sekumpulan manusia yang agak kukenal ternyata sedang duduk bercengkerama di sebalah kanan. Pyokonna, Noni, Joli, Anak Patirsa dan Mazdanez, itulah yang hadir malam ini, sedangkan kabar yang kudengar si Anak ElShadday katanya juga akan datang tetapi masih dalam perjalanan.
 
Noni memulai pembicaraan dengan menanyakan siapa sih Miss Tanktop itu? Hehe, rupanya ada yang penasaran dengan keberadaan miss Tanktop yang misterius, dimana di cerita kopdar yang lalu sempat disebut-sebut oleh Ibu Guru bersuara merdu. Walo sudah bertanya-tanya untuk mencari siapa gerangan sosok tersebut serta menebaknya, namun konfirmasi jawaban sengaja digantung, biar makin penasaran aja, silakan tanya sendiri pada orang-orang yang kira-kira patut dicurigai. :D
 
Obrolan yang sedang berlangsung kayaknya membuat EO kopdar juga merasa lapar, saya pun juga hehe, karena pulang kantor setelah mandi belum sempat makan demi mengejar deadline jam kopdar. EO Kopdar pun menawarkan beberapa pilihan warung makan untuk kami melanjutkan obrolan. Setelah melewati debat panjang nan berliku dan sedikit bergelombang (halah ..), Finally dipilih di Warung makan Nasi Timbel yang letaknya beberapa ratus meter dari hotel tersebut.
 
Warung Nasi Timbel
Perjalanan ke sana bareng-bareng naik mobil dinas yang juga sering dipake wira wiri. Kira-kira 5 - 10 menit sampai juga ditempat tujuan. Kayaknya tempat ini tidak asing buatku. Di warung ini pernah godain mbak-mbak yang melayani pesanan trus ada kucing hitam yang dulu ikut nimbrung saat kopdar dengan RereLia sama Sastro. Sepertinya Joli masih hapal pondokan/ruangan yang lalu dimana kopdar pernah diadakan. Aku pun juga mengiyakan, kayaknya ini posisi yang sama dengan yang dulu, hehe, sengaja langsung kutanyakan ketika mbak yang membawa menu makanan, "Kucingnya masih ada mbak?" Sayang sekali, beberapa waktu sebelumnya ada wabah penyakit kucing, lupa apa nama penyakitnya, yang jelas kucing pada mati dan sudah habis. 
 
Beberapa blogger yang belum pernah mampir ke warung ini pada langsung pengen incip-incip nasi timbel, sedangkan aku pengen coba yang sedikit lain, ayam penyet, tapi dengan catatan, sambalnya minta yang lombok ijo (cabe hijau) + ada jeruk pecelnya (jeruk dengan ukuran kelereng, biasanya untuk penyedap tambahan di siomay dan batagor). Tapi sayangnya yang dikasih justru jeruk nipis, waduh, jadi aneh rasa sambalnya. Untuk minumnya, dari pengamatanku semuanya pada pesan jus, ada yang jus jambu, alpukat dan tomat. 
 
Jus Tomat
Tak berapa lama pesanan pun datang, jus nikmat dan bergizi dengan warna yang menarik hati pun datang. Sepertinya ada yang salah dengan jus tomat yang kupesan. Biasanya jus tomat rasanya manis, lha ini kok rasanya kayak lalapan tomat dikasih air, sama sekali tidak ada rasa manis. Duh ... Untuk membuktikan, Noni pun mencoba mengincipnya. Memang benar, kayaknya ada yang salah pesan atau yang bikin jus kelupaan tidak diberi air gula. Setelah clingak clinguk akhirnya ada mbak-mbak (atau mas-mas, lupa) lain yang kebetulan lewat, langsung aja dipanggil untuk mengganti jus. 
 
Sepuluh menit berselang, makanan pun tiba, namun jus ku agak sedikit dibelakang. Dengan sopan mas nya yang membawa jus itu bilang, "Mas, ini jusnya, sekarang sudah manis." Awalnya buatku ini biasa saja, dan gak jadi perkara tentang jus ini, tetapi di tengah nikmatnya makan, mazdanez akhirnya nyletuk juga apa yang mengganjal dipikirannya. Eh, itu tadi kok masnya bisa tahu jusnya manis ya, jangan-jangan sudah diincip sama masnya. Jadi deh jus tomat buat bahan tertawaan. Mulai dari masalah pelet, terbayang-bayang mas yang nganter jus tomat, sampai jus tomat nya tidak dihabiskan. Parah deh .. ngakak habis.
 
Ibu Guru Suara Merdu
Tak lupa juga ada Ibu Guru bersuara merdu yang menelpon jauh-jauh dari Salatiga hanya ingin menyapa blogger yang lagi kopdar. Mmm .. kayaknya ada kepentingan lain juga sih Nona Clara ini, hubungan yang terjalin di Galabo Langen Bogan akan benar-benar berlanjut ke Belanda :p. Nona Noni yang lagi gemar mencari ular bule pun kayaknya sudah ehm ehm dengan Ibu Guru hehe. Di kesempatan ini pula Ibu Guru menyampaikan pesan khusus buat blogger favoritnya yaitu Anak Patirsa yang memang bikin penasaran. AES saja setelah duduk agak lama baru sadar bahwa itu adalah Anak Patirsa. Jangan salah, walo pendiam saat kopdar, tetapi kalo nulis, wow .. ada saja hal menarik yang bisa dia ceritakan.
 
Well, AES, yang juga sudah berjanji akan ikut kopdar ternyata datang setelah kami semua makan sampai kenyang. Dia hanya memesan jus alpukat yang beberapa kali kugoda "Kok gak dihabisin jus alpukatnya?", hehe, karena jus tomatku masih sisa tapi tinggal ampas. AES pun sekarang mendapat panggilan khas dari Pyokonna, yaitu Anak. :p
 
Btw, kopdar kali buatku mantep banget, karena penuh dengan gelak tawa, puas rasanya, dari pembicaraan masalah bule dan ularnya Noni, miss tanktop, Ponari yang sekarang cara menyembuhkannya tidak batu dicelup ke air tetapi dilemparkan ke orangnya, sampai rencana Noni sebagai sampel obat pengurus badan dan obat jerawat, hanya bermodal separo wajah berjerawat dan wajah bersih, lalu model paha yang ketika langsing diganti menggunakan model lengan / tangan. 
 
Seperti biasa lah, namanya juga kopdar, kalo tidak ngrasani blogger-blogger di pasar klewer ya bagai sayur tanpa garam. Mulai dari blogger-blogger baru, blogger yang nyebeli, sampai blogger-blogger senior yang cukup setia berjualan. Sempet disinggung juga masalah kopdarnas yang masih sedikit menggantung, tetapi tetap harus diadakan entah di Solo atau di Jakarta. So tunggu aja infonya ..
 
Nb: 
 
- foto-foto ada di kameranya Noni, sayang dia lupa bawa kabelnya