Submitted by Josua Manurung on

KAPAN KITA MAU MEMAAFKAN?

 

kapan?

kataku...

kapan-kapan lah

katamu...

dia dulu lah yang minta maaf...

dia sudah bersalah...

dia mengkhianatiku...

katamu...

kesalahannya sangat fatal

menusuk hati dan tidak terampuni...

dia itu sangat keji

dan tega berbuat demikian...

kepadaku

katamu...

mari aku kenalkan pada seseorang

yang masih hidup

kataku...

Selvin Bungge, 8 tahun

asal Poso, kota konflik...

keahlian: menyembuhkan ratusan orang

bahkan mungkin ribuan...

syarat: berdoa Bapa Kami

dan menyanyi lagu rohani...

tapi...

kau harus pulang dulu

minta maaf pada musuhmu!

berdamai dengan dia...

baru kau kemari lagi

dan sembuh...

katanya...

mari kuperkenalkan pada seseorang

yang mati, bangkit dan hidup selamanya...

bagimu, bagiku, dan

bagi semua orang percaya...

Yesus Kristus Tuhan...

70 kali 7 kali

mengampuni... kata-Nya

ditampar pipi kiri

berikan pipi kanan... kata-Nya

beri makan dan minum seterumu

seru-Nya...

Lalu DIA berkata lirih...

Bapa, ampunilah mereka

karena mereka tidak tahu

apa yang mereka perbuat...

di atas kayu salib

pusing, meriang, demam,

kehabisan darah, sangat lelah...

sangat kesakitan...

dan sangat tersiksa...

oleh dosa kita...

Lalu dengan bangga kita

menerima roti dan anggur Perjamuan Kudus

tanpa berdamai dulu

dengan musuh kita...

Ampunilah maka kau akan diampuni oleh Bapa...

ujar-Nya...

lewat perumpamaan tentang orang yang berhutang...

lalu dengan bangga kita berkata...

seumur hidup

aku tak mau bicara lagi padanya...

bagaimana...

jika Bapa

tak mau bicara lagi padamu

seumur hidupmu...

berdamailah

maafkanlah

ampunilah

lebih dulu...

Kiranya darah Yesus tidak tertumpah sia-sia

Kiranya kita tidak menyalibkan-Nya lagi

untuk kedua kalinya...

Hey...

Yesus mati mengampuni dosa-dosa kita

yang banyak itu.... LUNAS terbayar! Habis!

tidak ada lagi!!!

Lalu...

mengapa kita susah mengampuni?

kenapa kita susah memaafkan?

..........................................

KAPAN?

 

 

BIG GOD BLESS YOU!

JM03042007.1915.