waktu itu saya naik angkot dari perempatan grogol ke pluit, ditengah perjalanan saya memperhatikan sekeliling. disamping angkot yg saya naiki, saya liat ada kenek mobil truk dimana tatapan mata kami berpapasan, setelah saling bertatapan beberapa detik, tatapan mata kenek itu kok ngasi sinyal tatapan yg sinis yaa ??? tanya saya dalam hati...ada apa??? apa yg salah??? seolah2 saya pernah merebut pacarnya...ah cuma perasaan saya saja mungkin...kemudian angkot saya itu melewati sebuah halte dengan perlahan sekali karena kondisi jalanan saat itu padat merayap alias macet booo...di halte tersebut saya melihat ada beberapa pemuda cukup tegap badannya, kulit hitam, mukanya seram, dan tampak tidak bersahabat, sepertinya preman2 yg biasa mangkal disitu...kesannya sangat tidak nyaman & ingin cepat2 berlalu dr tmp itu...secara tidak sadar tatapan mataku berpapasan juga beberapa detik dengan salah satu pemuda disitu...sinyal yg diberikan preman itu sama seperti kenek yg tadi sy liat...sinis, dingin, seperti iri hati & yg jelek2 lha, gk enak sekali...gaya bicara mereka yg kasar, teriak2 & menunjukkan kekuasaanya dengan nyali & otot mereka seolah2 nenek moyangnya yg empunya daerah itu...weleh2
saya pikir2, saya renung2...kenapa mereka melihat saya dengan tatapan seperti itu ya??? apa salah & dosaku terhadap mereka??? sempat terbersit pikiran sombong & sinis ku : "mungkin mereka iri dengan ku...melihat pakaianku yg rapi dengan jam tangan & rambut rapi serta bersih, mereka pasti mengira aku orang "berada" & iri kepada "keberadaanku"...atau mereka sinis karena kulit ku yg putih (keturunan cina)...???
tiba2 terbersit bahwa kesombongan & kemiskinan ternyata bukan hanya hinggap pd orang2 kaya (materi) saja yaaa...ternyata bisa hinggap pada semua orang...
pada orang kaya (materi) jelas kesombongannya timbul karena ia merasa hebat & tdk membutuhkan siapa2 serta merasa org2 membutuhkan dia karena itu ia jual mahal, kondisi ini otomatis menjadikan ia kurang peka terhadap sekelilingnya, menjadikan miskin hatinya...egois...kepentingannya yg diperhatikannya pertama kali...bahkan Tuhan pun dinomor sekiankan...
pada orang miskin (materi) ada pula gejala2 seperti itu...mereka memandang orang2 yg lebih berada dr mereka sebagai musuh/mahluk aneh/sebagai mangsa untuk dijambret/dicolong/dicopet dll...mereka seolah2 ingin menunjukkan "ketidak beradaan" mereka dengan nyali & otot mereka serta tindakan2 yg semena2...seolah merasa bangga dengan kondisi itu, merasa menang...pola pikir & tindakan mereka sangat menunjukkan kemiskinan hati mereka...hmm
dlm hati saya bergumam...kasian banget yaaa!!! uda miskin harta miskin hati juga!!!! sombong pula dengan kemiskinannya...weleh2