Judul blog ini barangkali adalah pertanyaan yang banyak dilontarkan oleh orang Kristen. Kenapa Allah menciptakan Iblis yang menggoda manusia sehingga jatuh ke dalam dosa? Pertanyaan lainnya adalah: Kenapa Allah membiarkan penderitaan? Kenapa Allah membiarkan manusia jatuh ke dalam dosa? Kenapa Allah menciptakan neraka? Allah yang bagaimana kah yang menciptakan semuanya itu?
Dalam percakapan dengan Yesus, murid-murid-Nya bertanya:
Yohanes 9:2 Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?"
Lalu Yesus menjawab:
Yohanes 9:3 Jawab Yesus: "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.
Jadi kita bisa menyimpulkan kebanyakan penderitaan bukanlah akibat dosa kita sendiri dan dosa secara umum (keturunan).
Untuk kasus di atas, kita tahu Yesus akhirnya menyembuhkan orang tersebut, perkerjaan-pekerjaan Allah dinyatakan di dalam dia. Tetapi bagaimana dengan ribuan orang buta yang tidak pernah bisa melihat terang?
Alkitab mengajarkan bahwa Yesus adalah terang, untuk menjadi terang maka dunia haruslah gelap. Bila dunia tidak gelap, maka dunia tidak membutuhkan terang itu. Jadi ketidak benaran manusia menunjukkan kebenaran Allah, supaya kebenaran Allah menjadi kebenaran manusia. Itulah yang dikehendaki Allah.
Roma 3:5 Tetapi jika ketidakbenaran kita menunjukkan kebenaran Allah, apakah yang akan kita katakan? Tidak adilkah Allah -- aku berkata sebagai manusia -- jika Ia menampakkan murka-Nya?
Lalu ada yang bertanya, apa tidak terlalu beresiko menciptakan manusia yang bisa jatuh ke dalam dosa dan Allah menciptakan Iblis untuk menggoda manusia? Kenapa Allah tidak menciptakan manusia yang tanpa kelemahan dan dosa saja?
Allah sudah melakukannya. Allah telah menciptakan makhluk yang teramat mulia, makhluk itu bernama Lucifer, saking mulianya dia tidak membutuhkan Terang itu, di waktu yang lampau sebelum kita dijadikan, dia sudah memberontak dan membawa sepertiga malaikat bersamanya.
Bila mata kita terbuka karena anugerah Tuhan, maka kita akan tahu bahwa kelemahan kita adalah anugerah yang teramat besar.
II Korintus 12:10 Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.
Bila kita sudah tahu bahwa penderitaan adalah anugerah, masihkan kita akan menangis dengan keras bila mengalami semuanya itu?
Kelemahan dan penderitaan adalah ibarat bahan kepompong yang mengubah ulat menjadi kupu-kupu! Kita akan heran melihat bahwa dari kepompong yang bentuknya demikian bisa keluar kupu-kupu bermacam-macam. Berbeda-beda keindahannya. Tidakkah kita penasaran kita akan menjadi kupu-kupu yang bagaimana nantinya? Apakah menjadi kupu-kupu berwarna hitam biasa saja atau kupu-kupu berwarna-warni yang indah?
Namun tetap saja sebagian besar manusia akan binasa. Karena tidak puas atas jawaban itu, sekali lagi ada yang bertanya kenapa Allah yang maha kasih tidak menciptakan manusia yang tidak bisa jatuh ke dalam dosa? Kenapa Allah menciptakan Iblis yang menggoda manusia?
Saya tidak tahu, karena saya bukan Allah !
Yang saya tahu di sinilah kita semua berada: dalam dosa, kelemahan dan penderitaan sehingga membutuhkan terang Allah. Terang Allah itu sudah datang ke dunia, nama-Nya Yesus Kristus!!
Submitted by
Debu tanah
on