Submitted by Charles Djimat on
Mengapa takut terhadap perubahan? Cepat atau lambat, perubahan pasti datang. Segalanya berubah didunia ini. Kata Heraclitus: “tidak mungkin menyeberangi sungai yang sama dua kali”. Suatu ketika perubahan akan melanda setiap manusia yang mendiami bumi tanpa tekecuali sejalan dengan arus globalisasi. Saat itu tidak ada lagi pojok dimana kita bisa bersembunyi. Perubahan terjadi disegala segi kehidupan manusia. Dalam bidang ekonomi dan perdagangan internasional, telekomunikasi dan budaya kita sudah merasakan pengaruh globalisasi. Ilmu pengetahuan dan teknologi apalagi. Keduanya maju dan berkembang terus seiring dengan penemuan – penemuan baru.
 
Thales yang tidak puas dengan paradigma orang pada jamannya
Tidak puas dengan bentuk bumi yang setengah
Lingkaran ( hemisphere )

Sangka orang, dulu bumi adalah datar, seperti piring dengan jurang di kedua tepinya. Lalu pikiran orang mulai berkembang selangkah dengan mengatakan bumi berbentuk setengah lingkaran. Adalah seorang Thales yang tidak puas dengan paradigama orang pada jamannya, akhirnya dia memberanikan diri memikirkan sebuah lompatan konsep dengan mengusulkan adanya kemungkinan setengah lingkaran yang kedua. Thales berani memikirkan ada apa dibalik/dibawah setengah lingkaran bumi seperti yang diyakini orang pada jamannya. Mungkinkah ada setengah lingkaran yang lain? Dengan kata lain, Thales mengusulkan bahwa bumi berbentuk bulat (sphere) seperti bola.

Pada waktu itu, usul Thales dianggap tidak masuk akal (nonsense), tapi mana yang benar kemudian? Columbus, nahkoda dari Itali yang mepercayai teori bahwa bumi itu bulat pun merasa yakin bahwa ia dapat mencapai Timur Jauh dengan berlayar menuju barat. Demikian pula halnya dengan Ferdinand Mangelhaens yang membuktikan sendiri dengan pelayarannya mengelilingi bumi. Pembuktian ini membawa implikasi bahwa apa – apa yang sebelumnya dianggap sebagai sesuatu yang tidak masuk akal (nonsense) akhirnya bisa diterima sebagai sesuatu yang masuk akal (commom-sense).

Apakah penemuan bahwa bumi berbentuk bulat seperti bola ini dianggap final? Ternyata belum! Seiring dengan keterbukaan dan kemajuan berpikir manusia, akhirnya seorang genius bernama Newton muncul sebagai orang pertama yang membuktikan bahwa bumi tidaklah bulat sempurna seperti bola tetapi agak benjol dengan bidang yang agak datar di kedua kutubnya sebagai akibat gaya tarik sentrifugal ketika bumi berotasi.

Apabila kita bawa hubungan ini dengan Alkitab, maka sepanjang pikiran kita terbuka, kita harus terus menerus mengoreksi pemahaman kita akan Firman Allah (Alkitab). Jangan salah sangka dulu, yang saya maksudkan bukan mengoreksi Alkitab tetapi mengoreksi pemahaman kita akan Alkitab. Apa kita cukup puas dengan teologia warisan Abad Pertengahan? Tabukah bila kita mencoba mempertanyakannya kembali warisan tersebut? Apakah semuanya benar?