Submitted by Tante Paku on

     PADA mulanya Allah, itulah awal dari awal kehidupan, itulah kalimat pendahuluan ayat pertama dalam Alkitab, itulah sejarah dunia dimulai. Kata-kata ini semestinya menjawab apa yang kita tidak tahu tentang hidup dan kehidupan di bumi ini. Sebab Allah yang telah berfirman : "Dari dalam gelap akan terbit terang!", Itulah Allah yang kreatif dan terorganisir menciptakan dunia dengan firman-Nya.

     Dunia tetumbuhan mengambil peranan penting dalam kehidupan ini setelah terciptanya cakrawala untuk memisahkan air dari air, lalu memberinya nama darat dan laut, barulah dunia tetumbuhan melengkapinya. Dari pohon buah pula Tuhan Allah membuat cerita berkembang semakin jauh.

     Ketika Tuhan Allah membentuk manusia dari debu tanah (Kej. 2:7), lalu membuatkan tempat untuk manusia yang diberi nama taman di Eden (Kej. 2:8). Kenapa Tuhan Allah membuatkan tempat khusus untuk manusia debu tanah itu? Karena Tuhan Allah sangat  memperhatikan manusia tersebut, sebab nama taman itu Eden yang berarti TEMPAT SUKACITA, agar manusia debu tanah itu atau Adam mendapatkan kebahagiaan yang damai dan aman dibandingkan dengan tempat yang lain di bumi.

     Taman Eden diceritakan berada di sebelah timur, timur bumi atau timur menurut penulis kitab Kejadian ini. Menurut para ahli, taman Eden ini menempati daerah subur berbentuk bulan sabit, di dekat tempat pertemuan Sungai Tigris dan Efrat dengan Teluk Persia. (Kej. 2:10-14).

     Kemudian apa maksud Tuhan Allah menumbuhkan  pohon pengetahuan dan  pohon  kehidupan di tengah-tengah taman itu? Bukankah sudah cukup banyak ditumbuhkan pohon-pohon buah untuk kehidupan sehari-hari Adam dan Hawa? Buat apa ditempatkan  pohon  pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat kalau pada akhirnya Tuhan Allah melarang untuk dimakan, serta dengan ancaman akan mati? Kenapa juga Tuhan Allah tidak melarang memakan  pohon  kehidupan? Tuhan Allah pasti punya maksud tertentu, menguji KETAATAN atau KEPATUHAN manusia itu ? Atau Tuhan Allah tengah membuat grand design kehidupan manusia yang segambar denganNya? Kalau tidak ada rencana demikian, buat apa menumbuhkan pohon pengetahuan di taman eden tersebut, cukup pohon kehidupan saja.

POHON PENGETAHUAN

     Disebut sebagai pohon pengetahuan tidak berarti yang memakan buah itu menjadi pintar atau menambah pintar. Seperti apa buah pohon pengetahuan itu? Buah dari pohon pengetahuan sering disebut sebagai BUAH TERLARANG dan bentuknya seperti apel. Namun Alkitab tidak mengidentifikasikan sebagai apel. Konon gambar apel sebagai buah dari pohon pengetahuan muncul pada Abad Pertengahan, ketika para seniman membuat lukisan Hawa sedang mencicipi apel. Menurut para ahli buah tersebut bukan apel, karena apel tidak mungkin tumbuh di negeri-negeri dalam Alkitab pada zaman Perjanjian Lama.

     Namun pada zaman Kristus, orang-orang Mesir dan Roma telah membudidayakan apel-apel  hingga memiliki lebih dari 20 varietas. Disamping itu konon ada kebiasaan pada abad itu untuk menamai banyak jenis buah dengan istilah APEL. Lemon dikenal dengan istilah APEL dari PERSIA. KURMA disebut  APEL JARI. Delima disebut  APEL dari KARTAGO. Dalam Alkitab pohon apel  hanya disebutkan dalam dua kitab yaitu Amsal 25:11 dan Kidung Agung 2:5.

     Namun bila mempelajari tetumbuhan buah yang menjadi latar belakang kisah Alkitab, buah pohon pengetahuan itu adalah APRIKOT (seperti pada gambar di atas), sepintas bentuknya memang mirip Apel. Buah Aprikot merupakan buah yang termanis rasanya di Tanah Suci. Apakah dalam Kidung Agung 2:3, Salomo menggambarkan buah ini? Buah Aprikot berwarna keemasan dan sisi bagian bawahnya kelihatan pucat keperakan.

    Namun ada juga pendapat yang mengatakan buah pohon pengetahuan itu hanya "spirit" tuduhan, Hawa tidak menelan buah itu tetapi tertelan oleh si Iblis. Kalau hai hai mengatakan Iblis adalah Adam, yang membujuk Hawa pastilah Adam yang digambarkan sebagai Ular.

Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.  (2 Ptr.5:8).

     Meskipun Adam dan Hawa tinggal di dunia yang sempurna, ternyata mereka memilih melanggar perintah Tuhan Allah dan menuruti bujukan Iblis tanpa takut ancaman akan mati bila memakannya. Hawa yang makan terlebih dahulu buah pengetahuan itu ternyata tidak mati, dan Adam pun mengikutinya.

 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.
Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat. (Kej. 3:6-7

   Itulah akibat yang ditimbulkan setelah makan buah pengetahuan, mata mereka terbuka, mengetahui yang baik dan jahat. Bukankah sebelum makan buah itu Tuhan Allah tidak mempersoalkan ketelanjangan mereka? Apakah mereka telah terperangkap jebakan Tuhan Allah? Ataukah ingin mencobai Tuhan Allah, dengan melanggar larangannya? Saya kira Tuhan Allah tidak menjebaknya, karena Tuhan Allah seperti digambarkan dalam ayat ini.

Lihatlah, aku memperhadapkan kepadamu pada hari ini berkat dan kutuk:
berkat, apabila kamu mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini;
dan kutuk, jika kamu tidak mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, dan menyimpang dari jalan yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain yang tidak kamu kenal.(Ulangan 11:26-28)

Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah Firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan,.......(Yeremia 29:11)

     Di sini jelas bahwa Adam dan Hawa memang ingin mencobai Tuhan Allah.Kalau menurut hai hai Adam ingin seperti Tuhan Allah, oleh sebab itu Hawa dipakai sebagai uji coba. Ketika Adam mengetahui Hawa tidak mati setelah menelan buah larangan itu, maka Adam pun ikut makan buah itu, lalu apa yang dimaksudkan dengan "mati" pada saat engkau memakannya?

 Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.(Markus 16:16).

      Dalam dunia hukum, saya kira hukuman yang paling berat adalah hukuman mati. Dan mereka memang tidak mati saat itu juga melainkan tidak dapat hidup selamanya berikut keturunannya. Akibat MELANGGAR LARANGAN-NYA itulah yang menyebabkan kita mati, bukan karena memakan buahnya. Kalau memang benar buah pohon kehidupan itu berbentuk apel atau aprikot, toh generasi berikutnya tidak akan mati setelah memakannya. Mati dalam arti putus hubungan jasmani dan rohani dengan Tuhan Allah.

     Pengetahuan yang baik dan yang jahat telah diwariskan kepada kita semua hingga sekarang. Kita terus berkarya menghasilkan sesuatu yang baik dan yang jahat untuk kehidupan ini. Bila tanpa pengetahuan, barangkali kita masih hidup seperti pada zaman batu, tidak mungkin bisa chatingan atau pesbukan seperti sekarang ini. Ingat, internet pun menyimpan pengetahuan yang baik dan yang jahat bukan? Tapi Tuhan Allah juga telah menyiapkan rancangan damai sejahtera bagi kita semua, ingat pohon kehidupan masih ada untuk kita yang mau mengikuti rancanganNya.

POHON KEHIDUPAN

     Pohon kehidupan yang tumbuh berdampingan dengan pohon pengetahuan di tengah-tengan taman Eden rupanya lepas dari pemikiran Adam Hawa, atau karena mereka sudah diusir terlebih dahulu dari taman tersebut sehingga tidak sempat memikirkan arti dari pohon kehidupan itu?

Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyalah beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan. (Kej. 3:24).

     Pertanyaannya di manakah letak taman Eden itu sekarang? Menurut tafsiran para ahli, taman Eden memang sudah musnah tertelan air bah pada zamannya Nuh. Kenapa Tuhan Allah tidak menyelamatkan taman Eden yang masih menyimpan pohon kehidupan itu?

     Karena manusia telah mempunyai pengetahuan yang baik dan yang jahat, pohon kehidupan sudah tidak relevan lagi bila dihadirkan ke dunia ini dalam bentuk tetumbuhan. Pengetahuan manusia lah yang pada akhirnya akan merespon rencana Tuhan Allah berikutnya. Walau manusia telah jatuh ke dalam dosa, Tuhan tetap mengasihi manusia, buktinya masih mengirimkan para  Malaikat dan para  Nabi untuk menyampaikan pesan Tuhan Allah bagaimana manusia dapat diselamatkan. Dengan pengetahuan hal yang baik dan yang jahat itulah kita diharapkan siap menyambut uluran tangan Tuhan.

     Rancangan berikutnyab Tuhan sendiri yang akan menjadi Anak Manusia dan menunjukkan pohon kehidupan yang sebenarnya. Ia akan melawan Sang Penuduh dan menjadi Penasihat Ajaib bagi kita manusia, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

"Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. (Yoh. 15:1)

     Inilah buah dari pohon kehidupan itu sendiri, Yesus Kristus adalah Pohon Kehidupan itu sendiri.

      Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.(Yoh. 3:18).

 

Semoga Bermanfaat Walau Tak Sependapat